Mangupura, baliwakenews.com
Penampilan sederhana seorang wisatawan asal Australia yang bermalam di pos keamanan dekat Pura Desa, Desa Adat Kuta, sempat membuat warga bertanya-tanya. Banyak yang mengira pria tersebut kehabisan uang atau terlantar. Namun, fakta yang terungkap justru mengejutkan.
Turis berinisial MF itu ternyata mengaku memiliki 26 unit rumah di Australia, tetapi tetap memilih menginap di losmen sederhana dibanding hotel berbintang atau vila mewah selama berlibur di Bali. Keputusan tak lazim itu langsung mendapat perhatian personel Satpol PP BKO Kecamatan Kuta. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas memastikan MF dalam kondisi sehat dan tidak mengalami kesulitan ekonomi.
“Dia bukan tidak punya uang. Cuma dia tidak mau menginap di hotel. Dia hanya mau tinggal di losmen. Dia mengaku sudah mencari-cari, tapi tidak menemukan,” ujar Danru Satpol PP Kuta, I Wayan Suantara, Selasa (28/7/2026).
Melihat kondisi tersebut, petugas memilih mengedepankan pendekatan humanis. Atas fasilitasi Kasi Operasional Satpol PP Badung, Made Astika Jaya, MF kemudian dibantu mencarikan losmen yang sesuai dengan keinginannya. Bahkan, petugas mengantarkannya langsung ke tempat menginap.
Bantuan itu membuat MF sangat terkesan. Dengan senyum lebar, ia menyebut Made Astika sebagai “God Father” sambil menunjuk petugas yang telah membantunya. “This is my God Father,” ucapnya.
Dalam perbincangan dengan petugas, MF mengungkapkan telah berada di Indonesia selama sekitar satu bulan. Sebelum tiba di Bali tiga hari lalu, ia telah menjelajahi Yogyakarta, Solo, Blitar, dan Kediri. Setelah menikmati liburan seorang diri di Bali, ia berencana kembali ke Australia pada 9 Agustus 2026.
Meski memiliki puluhan rumah di negaranya, MF mengaku lebih nyaman menginap di losmen. Baginya, suasana sederhana justru memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan.
Ia juga menyukai lokasi pos keamanan tempat dirinya sempat bermalam karena berada dekat pasar sehingga mudah mendapatkan berbagai kebutuhan sehari-hari. “Di sana dekat dengan pasar. Ada kopi, makanan, minuman, soto, es jeruk, dan lainnya,” tuturnya.
Kisah MF menjadi cerita unik di tengah ramainya pariwisata Bali. Saat banyak wisatawan memburu kemewahan hotel dan vila, ia justru memilih kesederhanaan. Di sisi lain, respons cepat dan pelayanan humanis Satpol PP Badung menunjukkan bahwa rasa aman dan kepedulian terhadap wisatawan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga citra pariwisata Bali. BWN-04

































