Misteri Nyuh Rangda, Pohon Kelapa Menyeramkan yang Bikin Merinding Warga Bali

Iklan Home Page

baliwakenews.com – Warga Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, dikejutkan dengan penemuan sebuah kelapa tua yang menyerupai wajah Rangda, tokoh mistis dalam tradisi Bali yang dikenal sebagai ratu leak. Kelapa tersebut ditemukan oleh seorang petani saat hendak memanen hasil kebunnya pada Selasa pagi (15/4).

Yang membuat bulu kuduk berdiri, bentuk kelapa itu tampak memiliki dua “mata” besar, tonjolan menyerupai hidung, dan serat yang menjuntai seperti gigi dan lidah menjulur, ciri khas yang lekat dengan visualisasi Rangda. Penemuan ini langsung menjadi perbincangan hangat di desa, bahkan sempat viral di media sosial.

Baca Juga:  Sekehe Teruna Se-Desa Adat Denpasar Tolak Penggunaan "Sound System" Pengarakan Ogoh-Ogoh

“Waktu pertama lihat, saya kira ada yang jahil. Tapi pas diamati, itu asli dari alam. Saya langsung bawa ke rumah dan dibersihkan pelan-pelan,” ujar Ketut Wirata (54), petani yang menemukan kelapa tersebut.

Warga percaya bahwa nyuh Rangda bukan sekadar keanehan alam, melainkan bisa menjadi pertanda gaib. Dalam kepercayaan lokal, kemunculan benda-benda dengan rupa menyeramkan secara alami kerap dikaitkan dengan energi spiritual yang sedang ‘bangkit’ di wilayah tertentu.

Baca Juga:  Rai Wirajaya Bersama BI Serahkan 2.400 Paket Sembako, Covid-19 Belum Mereda, Tetap Semangat Terapkan Prokes

Tokoh adat desa pun turun tangan. Kelapa itu kini disucikan dan diletakkan di bale adat dengan penjagaan khusus. Sejumlah warga bahkan mengaku bermimpi aneh setelah melihat langsung nyuh Rangda tersebut.

“Satu malam setelah melihatnya, saya mimpi dikejar Rangda, tapi dia tidak menyerang. Dia hanya menatap saya dengan mata merah,” ungkap Ni Luh Suryani (38), warga setempat.

Baca Juga:  Memaknai Sugihan Jawa dan Bali, Ritual Suci Menyucikan Diri dan Alam Semesta

Salah seorang tokoh agama di Bali mengatakan, nyuh Rangda memang fenomena yang tidak bisa dijelaskan logika biasa, namun memiliki nilai tinggi dalam spiritualitas Bali. “Bali punya cara sendiri memaknai simbol dari alam. Kelapa seperti ini tidak akan dianggap sembarangan. Ia bisa menjadi medium komunikasi antara manusia dan alam niskala,” jelasnya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR