Made Suanda Wisnaya, S.E Asas Manfaat Antarkan Subhakti Bertahan di Tengah Pandemi

Iklan Home Page

Ungasan, baliwakenews.com

Pandemi covid-19 yang belum berakhir juga berdampak pada dunia Perkoperasian. Namun demikian salah satu koperasi di Ungasan, yakni Koperasi Subhakti bisa tetap eksis dan bertumbuh dalam melayani anggotanya. Seperti apa kiat yang dilakukan? Ketua Koperasi Subhakti, Made Suanda Wisnaya, SE awalnya hanya tersenyum ketika disinggung kalau koperasi yang dipimpinya seolah tak terpengaruh pandemi dan tetap menggeliat di tengah wabah covid-19 yang membuat ekonomi Bali mati suri.

Mengawali perbincangan, Pria yang kenyang pengalaman di dunia perkoperasian ini menegaskan kalau pengaruh pandemi terhadap koperasi tetap ada. Tetapi ini bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan apa-apa. “Ini juga saya sampaikan saat menjadi narasumber dalam diklat Koperasi di Denpasar baru-baru ini,” tegas pria yang juga sebagai Kepala Akunting di salah satu hotel berbintang di Nusa Dua tersebut.

Namun dia dengan jujur mengatakan kalau ditanya cara menghadapi situasi pandemi secara instan memang tidak ada. Sebab dirinya di Subhakti mengaku kalau sudah merancang sejak 20 tahun lalu bagaiamana langkah dalam menghadapi krisis. Sebab saat ini tegas dia tidak bisa hanya bicara propfit. Namun juga benefit atau asas manfaat yang sangat berperan mendukung eksistensi Koperasi Subhakti menghadapi pandemi saat ini. Dimana profit penting tapi bukan yang utama atau segalanya. Namun benefit atau asas manfaat yang didapat anggota akan menumbuhkan kepercayaan dan kemelekatan berkelanjutan atau “Sustainable Anggement”. Karena peran anggota selaku pemilik koperasi sangatlah penting dan hal ini juga tidak terlepas dari benefit atau manfaat yang di dapat.

Baca Juga:  Wayan Suyasa Terima Aspirasi Program Kerja Seka Teruna Hingga Pembangunan Puwargan Pura

Menurutnya ada 4 tahapan yang harus diperhatikan agar koperasi tetap tumbuh di tengah krisis seperti pandemi saat ini. Selaku pemilik, pertama anggota harus puas. Artinya puas dengan layanan dan benefit yang didapat. Kedua harus komit, dimana ada komitmen anggota kalau koperasi ini adalah miliknya. “Komit ini juga belum cukup, karena komit ini masih bisa berpindah atau berubah,”ujarnya. Namun inipun kata dia belum lengkap atau cukup dan harus dibarengi “Angaged” atau menyatu dan larut. Artinya kesetiaan anggota sudah menyatu dengan koperasi. Menariknya hal ini juga menurutnya belum lengkap dan harus dibarengi dengan “Sustainable Angeged” atau larut berkelanjutan. “Artinya larut aja belum selesai, karena bisa saja disuling atau ada iming-iming dari pihak lain sehingga diperlukan larut berkelanjutan caranya salah satunya dengan pendidikan anggota yang terus kami selenggarakan,” bebernya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Meletakan Batu Pertama Penataan Pantai dan Jalan Segara Giri Jimbaran

Hal ini tegas dia harus menjadi budaya dan dibudayakan agar koperasi tetap eksis dalam situasi apapun. Membangun ini kata dia tidak bisa instan. Karenanya sejak 20 tahun lalu, pihaknya sudah datang ke banjar-banjar menyerahkan bantuan dan CSR ke para pemangku dan kegiatan lainnyan sehingga benefit keberadaan koperasi benar-benar dirasakan. “Kembali, konsep kita profit bukan satu satunya harus diiimbangi dengan benefit atau manfaat yang didapat anggota,” tegasnya. Termasuk melaksanakan cerdas cermat dan memberikan beasiswa agar koperasi Subhakti dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sejak dini. Tidak bisa instan saya sudah menyiapkam 20 tahun yang lalu,” paparnya.

Diakuinya membuka usaha apapun sudah pasti ada resiko yang ditimbulkan. Untuk bisa lolos tergantung dari seberapa kita bisa menanggulangi resiko. Pertama “tim work” sangat penting dan harus sejalan. Selain itu “akuntabilitas leader” harus mempunyai nilai. Artinya seberapa leader mampu memberikan dan memastikan serta menggaranti apa yang dikemukakan bisa terbukti dan ada manfaatnya. “Memang sangat berat, kita bisa bertahan karena kita paham. Syukur di Subakti kita memiliki visi yang sama,” imbuhnya.

Dalam situasi saat ini tegas dia yang jelas profit pasti bermasalah dan pinjaman juga banyak bermasalah. “Tapi apakah ini akan menjadikan hal untuk kita tidak ngapa nagapain? harus cari cara lain,” tegasnya sembari menambahkan kalau prinsipnya bagaimana bisa survive dan punya cash flow, itu sudah cukup bagus dalam situasi seperti sekarang. Dia mencontohkan bagaimana dalam situasi ini masih ada yang menaruh uangnya di Subhakti, karena kepercayaan mereka kepada Koperasi ini dan keyakinan mendapat bunga itu juga yang terpenting.

Baca Juga:  Konflik Timur Tengah Picu Pembatalan Puluhan Penerbangan dari Bali, Imigrasi Terbitkan Ratusan Izin Tinggal Darurat untuk WNA

Karena ada “Sustainable Angegedment” membuat mereka percaya. Menghadapi situasi saat ini dari segi bisnis juga ada sedikit pergesaran. Seperti dengan meningkatkan usaha mikro lewat pinjaman 2 sampai 5 juta. “Ini yang kami tumbuh kembangkan. Volumenya tidak besar tapi bergulir karenanya di subhakti masih stabil,” jeasnya.

Ditegaskannya pula di sinilah bagaimana mengelola koperasi yang bagus dengan kunci sukses yakni, knowledge, skill dan behaviour. “Jangan takut mengeluarkan uang untuk pendidikan. Karena sesulit apapun kondisi dengan tiga hal ini akan bisa melakukan pemecahannya,” bebernya sembari mengungkapkan kini pihaknya juga merambah segmen Konsulting dan debelopment. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR