Tabanan, baliwakenews.com
Hujan yang mengguyur kawasan Pura Puncak Adeng, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, memicu longsor di empat lokasi. Sejumlah bangunan suci, senderan, hingga akses jalan mengalami kerusakan. BPBD Tabanan memperkirakan total kerugian akibat bencana yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) tersebut mencapai Rp1 miliar.
Kondisi kerusakan di kawasan pura kembali ditinjau BPBD Tabanan melalui assessment pada Jumat (6/11/2026). Selain mendata dampak bencana, petugas juga mengidentifikasi sejumlah titik yang dinilai masih rawan mengalami longsor lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan ancaman longsor susulan menjadi perhatian, terlebih intensitas hujan mulai meningkat memasuki musim penghujan.
“Assessment ini untuk mengetahui dampak kerusakan serta potensi longsor susulan, terutama pada titik-titik yang masih memerlukan penanganan lanjutan,” jelasnya.
Salah satu fasilitas yang terdampak berada di Pura Dalem Dasar Puncak Adeng. Pelinggih pajenangan dan pesayuan berukuran 4 x 3 meter dengan atap spandek mengalami kerusakan setelah tertimpa material longsoran.
Kerusakan juga terjadi pada senderan sisi barat Pura Luhur Puncak Adeng. Senderan dengan panjang sekitar 30 meter dan tinggi 15 meter tersebut mengalami ambrol. Kondisinya kini mengancam keberadaan bangunan Piyasan dan Bale Agung di sekitarnya.
Untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut akibat hujan, kawasan tersebut sementara membutuhkan penutup terpal sebelum dilakukan penanganan lanjutan.
Dua lokasi lainnya berada di senderan timur Pesimpangan Bukit Puun dan Pesandekan. Senderan sepanjang 10 meter dengan tinggi 4 meter mengalami longsor. Sedangkan akses jalan menuju Pura Luhur Puncak Adeng turut terdampak dengan panjang longsoran mencapai 12 meter dan tinggi sekitar 5 meter.
Pendataan tersebut dilakukan bersama pengurus serta mangku Pura Luhur Puncak Adeng.
Sementara itu, Kecamatan Pupuan juga mencatat sejumlah kejadian bencana akibat cuaca buruk. Longsor dan kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di Desa Pajahan, Karyasari, dan Belimbing.
Di Desa Pajahan, sebuah rumah dilaporkan tertimpa pohon. Sedangkan di Desa Karyasari, bagian atap bangunan mengalami kerusakan hingga ambruk.
Kejadian lainnya berlangsung di Banjar Dinas Belantibah, Desa Belimbing, pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 03.15 Wita. Longsoran material dari area persawahan menghantam tembok rumah milik Ni Nyoman Seri Bulih.
Penanganan bencana dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Trantib Kecamatan Pupuan, dan BPBD Tabanan.
Srinadha Giri mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi cuaca ekstrem selama musim penghujan. Warga yang tinggal di kawasan rawan diminta segera melapor apabila menemukan indikasi pergerakan tanah.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada memasuki musim penghujan. Jika terjadi hujan lebat dalam waktu cukup lama, warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah,” pungkasnya. BWN-06
































