Lawan Hama Tikus Tanpa Racun ITDC Hadirkan Burung Hantu untuk Selamatkan Sawah Petani

Iklan Home Page

Gianyar, baliwakenews.com


Cara unik sekaligus ramah lingkungan diterapkan untuk melindungi lahan pertanian di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Alih-alih mengandalkan racun tikus, petani kini didorong memanfaatkan burung hantu Tyto Alba sebagai predator alami untuk mengendalikan hama sawah.


Program tersebut merupakan hasil kolaborasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui Program Community Development The Nusa Dua bersama Yayasan Owl Tower Bali. Inisiatif ini bertujuan mendukung pertanian organik berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.


Sebagai bentuk dukungan, ITDC menyerahkan 10 unit Rumah Burung Hantu (RUBUHA), satu kandang adaptasi berukuran 3 x 2 meter, serta paket pakan awal selama 14 hari yang terdiri atas jangkrik dan 84 ekor tikus. Sementara Yayasan Owl Tower Bali menyerahkan sepasang burung hantu jenis Tyto Alba yang akan dibudidayakan sebagai pengendali alami populasi tikus di area persawahan.

Baca Juga:  Pelatihan Pemandu Wisata Paralayang di Kabupaten Badung Tahun 2020.


General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan program tersebut merupakan implementasi komitmen ITDC dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value), di mana perusahaan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan kawasan pariwisata, tetapi juga terhadap sektor pertanian dan lingkungan.


“Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan destinasi pariwisata, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap sektor pertanian. Melalui kolaborasi ini kami berharap dapat membantu petani mengendalikan hama secara alami, mendukung pelestarian biodiversity, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.


Menurut Agus, program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, konservasi ekosistem daratan, dan penguatan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.


Pendiri Yayasan Owl Tower Bali, dr. I Wayan Wirawan, S.Ked., M.M., menjelaskan burung hantu Tyto Alba merupakan salah satu predator alami paling efektif dalam mengendalikan populasi tikus sawah. Seekor burung hantu dewasa mampu memangsa beberapa ekor tikus setiap malam sehingga mampu menekan serangan hama tanpa mencemari lingkungan.

Baca Juga:  Lanjutkan Program Angelus Buana, Badung Salurkan BKK dan Hibah Rp 232 Miliar Lebih di Tabanan


“Pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hayati telah terbukti membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap racun tikus. Selain lebih ramah lingkungan, metode ini juga menjaga keseimbangan rantai makanan serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati,” jelasnya.


Ketua Kelompok Tani Desa Kedisan, I Putu Yoga Wibawa, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, keberadaan RUBUHA dan burung hantu Tyto Alba menjadi solusi yang sangat dibutuhkan dalam mendukung pertanian organik yang lebih sehat, produktif, dan minim penggunaan bahan kimia.


Ia optimistis program tersebut mampu mengurangi serangan hama tikus, meningkatkan kualitas serta produktivitas hasil panen, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem persawahan. Seluruh fasilitas yang diberikan akan dirawat dan dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani.

Baca Juga:  Pasar Blahbatuh Terbakar, 600 Kios Ludes


Penggunaan burung hantu sebagai agen pengendali hayati sendiri telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dibanding penggunaan racun tikus. Selain efektif menekan populasi hama, metode ini juga menjaga kesuburan tanah, melindungi organisme non-target, serta menghasilkan pangan yang lebih sehat dan aman dikonsumsi.


Melalui program Community Development, ITDC menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Perusahaan meyakini keberlanjutan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan sektor pertanian dan pelestarian lingkungan, sehingga kolaborasi serupa akan terus dikembangkan di berbagai wilayah. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR