Gianyar, Baliwakenews.com
Persoalan sulit menahan buang air kecil kerap dianggap sebagai hal biasa yang harus dialami perempuan ketika memasuki usia lanjut. Padahal, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas, menurunkan kepercayaan diri, bahkan menghambat produktivitas lansia.
Melihat persoalan tersebut, Tim Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) turun langsung ke tengah masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelvis Mandiri: Program Bladder Training dan Senam Kegel untuk Meningkatkan Produktivitas Wanita Lansia melalui Manajemen Inkontinensia Urin.”
Kegiatan PkM ini didampingi tim dosen lintas disiplin FKIK Universitas Warmadewa, yakni dr. Luh Gde Evayanti, M.Si., dr. Ni Wayan Sri Ekayanti, M.Biomed., dr. Putu Austin Widyasari Wijaya, M.Biomed., dan dr. Ni Wayan Diana Ekayani, MHPE, FFRI.
Kegiatan yang berlangsung di Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini diikuti sekitar 40 warga lansia.
Luh Gde Evayanti mengatakan program tersebut menjadi upaya untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada perempuan lansia dalam mengelola masalah inkontinensia urin atau ketidakmampuan mengontrol keluarnya air seni.
“Masalah ini bukan persoalan sepele. Seiring bertambahnya usia dan memasuki fase pascamenopause, produksi hormon estrogen pada perempuan mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut turut memengaruhi fungsi organ panggul dan sistem perkemihan, ” ungkapnya.
Secara umum, inkontinensia urin dapat muncul dalam bentuk stress incontinence, yakni keluarnya urin secara tidak sengaja ketika batuk, bersin, tertawa atau mengangkat beban. Selain itu, terdapat pula urge incontinence, yaitu dorongan berkemih yang datang secara tiba-tiba dan sangat kuat sehingga sulit ditahan.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu ritme aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit lansia yang kemudian membatasi gerak karena khawatir mengalami keluhan saat berada di luar rumah. Rasa malu dan cemas pun dapat muncul, sehingga berdampak pada kualitas hidup dan kepercayaan diri.
Tim FKIK Unwar menekankan bahwa inkontinensia urin tidak seharusnya hanya dianggap sebagai konsekuensi yang wajar dari bertambahnya usia. “Keluhan ini dapat dicegah dan dikelola dengan baik melalui edukasi serta latihan yang tepat,” tandanya.
Ini menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan kepada peserta dalam kegiatan tersebut.
Para peserta terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai proses penuaan, penyebab inkontinensia urin, serta dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik senam Kegel, yakni latihan yang bertujuan memperkuat otot-otot dasar panggul. Peserta juga diberikan pelatihan bladder training atau pelatihan kandung kemih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kontrol berkemih.
Para lansia tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan tim akademisi. Sesi tanya jawab juga berlangsung interaktif, memberikan ruang bagi peserta untuk berkonsultasi mengenai keluhan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program “Pelvis Mandiri”, FKIK Unwar berharap perempuan lansia di Desa Kedewatan mampu menerapkan latihan otot panggul dan pola hidup sehat secara mandiri di rumah.
Dengan pengelolaan inkontinensia urin yang lebih baik, lansia diharapkan tidak lagi membatasi aktivitas karena rasa khawatir atau malu. Sebaliknya, mereka dapat tetap aktif, percaya diri, sehat, dan produktif dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. BWN-03

































