Tabanan, Baliwakenews.com
Menstruasi yang datang secara tiba-tiba saat berada di sekolah kerap menjadi persoalan yang tidak sederhana bagi remaja putri. Minimnya persiapan, termasuk ketiadaan perlengkapan darurat, dapat membuat siswi merasa panik dan tidak nyaman ketika menghadapi risiko kebocoran.
Menjawab persoalan tersebut, Tim Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk GEMA PERMATA atau Gerakan Manajemen Perawatan Menstruasi Sehat di Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, baru- baru ini.
Tim dosen FKIK Universitas Warmadewa, yakni dr. Luh Gde Evayanti, M.Si., dr. Ni Made Gita Kusuma Dewi, M.Biomed., serta Dr. Putu Yudha Asteria Putri, S.E., M.Si., mendampingi 10 remaja putri di Desa Mambang.
Luh Gde Evayanti mengatakan menstruasi yang datang tiba-tiba tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. “Rasa malu dan stigma sosial yang masih melekat pada menstruasi juga dapat memengaruhi kenyamanan remaja putri dalam mengikuti aktivitas belajar,” ujarnya.
Di sisi lain, nyeri menstruasi atau dismenore juga menjadi keluhan yang kerap mengganggu aktivitas harian remaja putri.
Menjawab persoalan tersebut, Tim Dosen FKIK Unwar merancang program untuk memberikan pemahaman kepada remaja putri mengenai manajemen menstruasi yang sehat, mulai dari menjaga kebersihan hingga mempersiapkan diri menghadapi menstruasi yang datang secara mendadak.
Tak Lagi Panik Saat Menstruasi Datang Mendadak
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen kebersihan menstruasi. Materi ini membahas pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi selama siklus menstruasi.
Para remaja juga diberikan panduan untuk mempersiapkan menstruation emergency kit atau perlengkapan darurat menstruasi.
Dengan membawa perlengkapan tersebut, remaja putri diharapkan lebih siap ketika menstruasi datang secara tiba-tiba, khususnya saat berada di sekolah atau beraktivitas di luar rumah.
“Persiapan sederhana seperti membawa emergency kit dapat membantu remaja lebih siap dan nyaman menghadapi menstruasi,” ujar Made Gita Kusuma Dewi.
Selain edukasi kebersihan dan persiapan perlengkapan menstruasi, para peserta juga mengikuti praktik yoga dismenore sebagai salah satu upaya nonfarmakologi untuk membantu mengatasi keluhan nyeri menstruasi.
Pendekatan ini diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi remaja putri dalam mengelola rasa tidak nyaman selama menstruasi dan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta juga diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan menstruasi yang selama ini masih dianggap sebagai topik tabu.
Salah seorang peserta, Bella Widariyanti, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan merasa senang karena bisa terbuka mengenai berbagai permasalahan menstruasi yang selama ini dihadapi,” ujarnya.
Program GEMA PERMATA menjadi salah satu bentuk komitmen akademisi Universitas Warmadewa dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi remaja.
“Melalui edukasi yang tepat, remaja putri kami harapkan tidak lagi menghadapi menstruasi dengan rasa takut, malu maupun panik, melainkan memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk mengelola kesehatan menstruasinya secara mandiri, ” ucap Putu Yudha Asteria Putri.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bagi para remaja putri, kesiapan menghadapi menstruasi bukan hanya persoalan membawa pembalut di dalam tas. Lebih dari itu, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, kebersihan diri dan cara mengatasi nyeri menstruasi menjadi bagian penting untuk menjaga kenyamanan serta produktivitas mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari. BWN-03
































