Inflasi Bali Naik Jadi 3,45 Persen, Peak Season Pariwisata hingga Harga Ayam Jadi Pemicu

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Inflasi di Provinsi Bali kembali meningkat pada Agustus 2026 setelah sebelumnya mengalami deflasi. Lonjakan permintaan selama peak season pariwisata hingga kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga di Pulau Dewata.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada 1 September 2026, Bali mengalami inflasi sebesar 0,61 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Agustus 2026. Angka ini berbalik arah dibandingkan Juli 2026 yang mencatatkan deflasi sebesar 0,51 persen.

Secara tahunan, inflasi Bali juga meningkat dari 2,42 persen pada Juli menjadi 3,45 persen pada Agustus 2026. Meski lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,19 persen, capaian tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani dalam keterangannya menyebut, meningkatnya aktivitas pariwisata selama periode peak season menjadi salah satu pendorong utama inflasi. Tingginya permintaan juga terjadi pada tiket pesawat dan sejumlah bahan pangan.

Baca Juga:  Hebat! Jadi Wakil Timnas Pelajar Indonesia, MIFA Bali Juara Setelah Permalukan Tuan Rumah

Selain itu, permintaan daging ayam ras meningkat seiring banyaknya penyelenggaraan pernikahan, upacara adat dan ngaben, serta normalisasi permintaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur sekolah.

“Dari empat kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), Kabupaten Buleleng mencatatkan inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,12 persen. Secara tahunan, inflasi di Buleleng mencapai 3,61 persen, ” ungkap Achris Sarwani.

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,65 persen secara bulanan dengan inflasi tahunan mencapai 3,64 persen. Kabupaten Badung mencatatkan inflasi bulanan sebesar 0,35 persen dan inflasi tahunan 2,86 persen.

Sementara Kabupaten Tabanan mengalami inflasi 0,33 persen secara bulanan dengan inflasi tahunan mencapai 3,59 persen.

“Kenaikan inflasi Bali pada Agustus 2026 terutama bersumber dari meningkatnya harga daging ayam ras, tarif angkutan udara, buncis, nasi dengan lauk, serta biaya sekolah dasar, ” ujarnya.

Baca Juga:  Percepatan Program Pembangunan Bali, Gubernur Koster Terapkan Prinsip Tri Sakti Bung Karno

Namun, laju inflasi yang lebih tinggi masih tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas, seperti bawang merah, bawang putih, bensin, tomat, dan baju kaos tanpa kerah atau t-shirt pria.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali mengingatkan sejumlah risiko yang berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi. Salah satunya adalah tingginya permintaan barang dan jasa selama puncak kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Juli hingga September.

Risiko lainnya adalah kemungkinan berlanjutnya musim kemarau panjang yang disertai El Nino kuat sehingga dapat memengaruhi produksi pertanian. Selain itu, tingginya biaya angkutan barang di tingkat global juga berpotensi memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Bank Indonesia mengapresiasi langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali dalam menjaga stabilitas harga melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar.

Baca Juga:  Antari Jaya Negara: Ingatkan Gerakan Hatinya PKK, Jangan Hanya Untuk Lomba Saja

Pengendalian inflasi ke depan akan terus dilakukan melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Berbagai langkah yang disiapkan antara lain rapat koordinasi pengendalian inflasi, intensifikasi Gerakan Pangan Murah, pemantauan harga secara berkala, fasilitasi distribusi pangan, optimalisasi kerja sama antardaerah, hingga pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok tani.

Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali sepanjang 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen.

Achris Sarwani, menegaskan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga di tengah tingginya aktivitas ekonomi dan pariwisata di Bali. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR