Mangupura, Baliwakenews.com
Pemerintah Kabupaten Badung terus mematangkan penerapan sistem presensi Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis pengenalan wajah melalui aplikasi ASN Digital. Namun, menjelang rencana migrasi penuh pada 1 Januari 2027, aplikasi presensi wajah tersebut belum dapat digunakan oleh ASN yang menggunakan perangkat iPhone.
Saat ini, fitur presensi berbasis verifikasi wajah dan gerakan baru tersedia pada perangkat berbasis Android. Sementara versi iOS disebut masih menjalani proses verifikasi oleh Apple.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, Ketut Gede Arta, membenarkan kondisi tersebut. Meski demikian, ia memastikan ASN pengguna iPhone tetap dapat melakukan presensi melalui aplikasi lama, SIKAP Badung, selama masa transisi.
“Kalau yang mobile ini yang menggunakan gerak-gerak wajah itu, Android sudah. Di iOS sedang berproses,” ujar Gede Arta saat dikonfirmasi, Selasa (2/9/2026).
Menurut dia, teknologi pengenalan wajah menjadi bagian penting dalam transformasi sistem presensi ASN Pemkab Badung. Berdasarkan rencana Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung, sistem tersebut ditargetkan menjadi sistem utama mulai 1 Januari 2027.
“Yang nantinya bermigrasi sepenuhnya itu tanggal 1 Januari, rencananya akan menggunakan wajah,” tegas mantan Camat Kuta Selatan tersebut.
Gede Arta menjelaskan, pengembangan aplikasi untuk perangkat iOS pada dasarnya telah rampung. Namun, aplikasi tersebut masih harus melewati proses verifikasi dan persetujuan sebelum dapat tersedia secara resmi di App Store.
Sembari menunggu proses tersebut selesai, Pemkab Badung masih menerapkan sistem ganda. ASN dapat menggunakan aplikasi SIKAP Badung maupun Badung Mobile.
“Presensi yang digunakan sekarang ada dua, yaitu SIKAP Badung dan Badung Mobile,” katanya.
SIKAP Badung sendiri merupakan sistem presensi yang telah lebih dahulu digunakan ASN Pemkab Badung. Aplikasi ini memanfaatkan perangkat telepon seluler dan titik koordinat untuk memverifikasi lokasi ASN saat melakukan presensi.
Teknologi tersebut tetap menjadi bagian dari pengembangan sistem terbaru. Namun, pada aplikasi presensi baru, sistem keamanan ditingkatkan dengan tambahan teknologi pengenalan wajah dan verifikasi gerakan.
“SIKAP Badung ini sudah biasa digunakan, koordinatnya sudah ada. Di Android ada, di iOS juga sudah ada,” jelasnya.
Menurut Gede Arta, penerapan presensi wajah bukan sepenuhnya membangun sistem baru dari awal. Sistem tersebut merupakan pengembangan dari teknologi presensi yang selama ini telah berjalan.
“Nah sekarang kalau menggunakan wajah kan harus dinaikkan atau di-upgrade. Koordinatnya sudah ada, sama seperti yang di SIKAP,” bebernya.
Dengan demikian, selama masa transisi Pemkab Badung masih mengandalkan dua sistem secara bersamaan. SIKAP Badung tetap digunakan sebagai sistem presensi yang sudah berjalan, sedangkan aplikasi Badung Mobile menjadi sarana pengembangan dan pengujian teknologi presensi berbasis wajah.
Sebelumnya, BKPSDM Badung juga mengakui aplikasi presensi wajah untuk perangkat iOS belum dapat digunakan. Pengembangan versi iPhone masih berproses dan persoalan teknisnya dikoordinasikan dengan Diskominfo Badung.
Meski demikian, dengan target migrasi penuh pada Januari 2027, Diskominfo Badung optimistis seluruh proses integrasi, termasuk persetujuan aplikasi versi iOS, dapat diselesaikan sebelum sistem presensi wajah diterapkan secara total.
“Memang sejauh ini belum. Semuanya masih ditangani di Kominfo,” tambah Gede Arta. BWN-03/Kominfo
































