Mangupura, Baliwakenews.com – Perkembangan pariwisata yang semakin pesat di Pecatu, Kuta Selatan, menjadi peluang besar bagi generasi muda setempat. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengingatkan agar pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga mampu mengambil peluang ekonomi yang tumbuh di daerahnya sendiri.
Pesan tersebut disampaikan Adi Arnawa saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Sekaa Truna (ST) Bhakti Dharma Banjar Kangin Pecatu, Kuta Selatan, Jumat (18/9/2026) malam. Perayaan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru ST Bhakti Dharma periode 2026–2029.
Menurut Adi Arnawa, pesatnya perkembangan pariwisata di Pecatu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas generasi muda. Pendidikan dan pembelajaran yang lebih serius dinilai penting agar pemuda memiliki kapasitas dan keterampilan untuk bersaing sekaligus mengambil peran dalam perkembangan wilayahnya.
Generasi muda, kata dia, jangan sampai terlena dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Sebaliknya, kemajuan pariwisata harus menjadi momentum untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang yang muncul.
“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Generasi muda harus mempersiapkan diri sehingga bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” pesan Adi Arnawa.
Untuk mendukung perkembangan Pecatu, Pemkab Badung juga menunjukkan komitmennya melalui rencana pengalokasian anggaran sebesar Rp75 miliar dalam Perubahan APBD 2026 akhir tahun ini. Anggaran tersebut secara khusus disiapkan untuk melakukan penataan di Desa Pecatu.
Adi Arnawa juga mengajak desa adat dan pemerintah desa untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas kawasan. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran aktivitas pariwisata.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa turut menyerahkan dana motivasi serta piala juara umum Sabdha Kite Festival. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi muda.
Ia juga mengingatkan para pemuda agar menjauhi narkoba. Menurutnya, menjaga diri dari penyalahgunaan narkotika merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan generasi muda.
Sementara itu, Ketua ST Bhakti Dharma periode 2026–2029, Kadek Adi Widnyana, mengatakan perayaan HUT ke-56 sekaligus pelantikan pengurus baru bukan sekadar kegiatan seremonial.
Momentum tersebut, menurut dia, menjadi bagian dari proses melanjutkan tongkat estafet kepengurusan ST Bhakti Dharma. Keberadaan organisasi hingga saat ini tidak terlepas dari perjuangan para pengurus dan pendahulu sebelumnya.
Karena itu, kepengurusan baru memiliki kewajiban untuk meneruskan apa yang telah diwariskan sekaligus melakukan berbagai pembenahan ke depan.
“Di usia yang ke-56 ini, kami menyadari masih banyak kekurangan dan yang harus dilayani. Namun, kami meyakini dengan kebersamaan, kekompakan dan dukungan semua pihak, ST Bhakti Dharma akan berkembang menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ujar Kadek Adi.
Ia mengajak seluruh anggota menjadikan ST Bhakti Dharma bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas, mengasah kepemimpinan serta memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan dalam membangun desa.
“Mari kita jadikan ST Bhakti Dharma bukan hanya sebagai tempat berkumpul, namun wadah untuk mengembangkan kreativitas dan mengasah kepemimpinan, serta gotong royong dalam persaudaraan dalam membangun desa,” ajaknya.
Perayaan yang mengusung tema persatuan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Badung I Made Tomy Martana Putra, Camat Kuta Selatan I Kadek Laksana, Perbekel Pecatu, Bendesa Adat Pecatu, tokoh masyarakat, serta krama Banjar Kangin. BWN-04































