Kutsel Bangun Gerakan Peduli Lingkungan Lewat “Jumat Bersepeda”

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Matahari baru saja naik di langit Ungasan, ketika langkah mulai terdengar di gang-gang desa. Warga berkaos santai, beberapa masih menenteng cangkir kopi, berkumpul di balai banjar. Bukan untuk rapat, bukan pula untuk suatu lomba. Hari itu Jumat, hari yang punya makna khusus di Kuta Selatan (Kutsel).

Namanya “Jumat Bersepeda”: singkatan dari Jumat Bersih Sehat Peduli Lingkungan Desa/Kelurahan. Sebuah inisiatif sederhana tapi bermakna, di mana warga tak hanya berkumpul, tapi juga membawa misi yang lebih besar, menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Baca Juga:  Bupati dan Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan di Pura Luhur Batukau

Di Lingkungan Teba Jimbaran dan Desa Ungasan, pemandangan yang sama terlihat, anak muda, orang tua, aparat desa, hingga tokoh adat turun bersama. Ada yang memungut sampah plastik di selokan, ada yang merapikan taman, ada pula yang menata tempat sampah di sudut jalan. Semuanya dilakukan dengan semangat gotong royong yang khas Bali.

“Ini bukan sekadar bersih-bersih.Kami ingin membangun budaya sadar sampah, budaya saling peduli, dan budaya tidak mencemari desa lain. Mulai dari diri sendiri, dari rumah sendiri.” ujar Camat Kutsel, Ketut Gede Arta, Senin (11/8/2025)

Baca Juga:  Kontrakan “Liburan” Berisi 20 Pendatang di Jimbaran Kerap Ribut, Tim Gabungan Turun Tangan

Konsepnya sederhana namun efektif, yakni penanganan sampah berbasis sumber. Artinya, sampah diurus di tempatnya berasal. Jika setiap rumah sudah memilah dan mengolah, volume sampah yang keluar dari desa otomatis berkurang. Lebih dari itu, tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungan, bahwa kebersihan bukan tanggung jawab “orang lain”, tapi bagian dari identitas bersama.

Yang menarik, “Jumat Bersepeda” ternyata tidak hanya menyehatkan badan dan lingkungan, tapi juga hubungan sosial. Di tengah kesibukan, warga punya satu momen pasti setiap minggu untuk saling sapa, bekerja sama, dan merawat desa bersama.

Baca Juga:  Didominasi Kasus Overstay, Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 130 WNA Hingga September

Kuta Selatan membuktikan, perubahan besar bisa lahir dari kebiasaan kecil. Cukup dari satu hari dalam seminggu, dari satu gerakan yang konsisten, lahirlah inspirasi yang bisa menular ke wilayah lain. Karena di balik setiap sapu yang diayunkan dan setiap pedal yang dikayuh, ada pesan yang sama, menjaga bumi dimulai dari rumah kita sendiri. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR