Ketua Perdiknas Dorong Dosen Undiknas Jadi Guru Besar, Jangan Utamakan Kenyamanan Pribadi

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda mendorong para dosen untuk mempercepat kualifikasi pendidikan dosen. Terutama bagi mereka yang sudah doktor lektor kepala agar segera berjuang ke jenjang guru besar.

Gung Eddy meminta, seluruh dosen di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) tidak mengutamakan kenyamanan pribadi, namun menyeimbangkan dengan kenyamanan organisasi.

“Kenyamanan organisasi yang saya maksud itu, ya mempercepat kualifikasi pendidikan dosen. Karena Potensi calon guru besar di Undiknas sangat besar. Saat ini saja, Undiknas memiliki 34 doktor, dan 5 guru besar. Sedangkan yang masih menempuh studi doktor sebanyak 45 orang,” ungkap Gung Eddy, di Denpasar.

Baca Juga:  Vaksin Booster Kedua untuk Lansia di Denpasar Dimulai

Perdiknas, yang menaungi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), menurut Gung Eddy, punya komitmen yang kuat menyejahterakan pagawainya yang punya loyalitas tinggi untuk kemajuan organisasi. Dari pertemuan yang bersifat informal tersebut, ia ingin ada hasil nyata minimal satu tahun ke depan.

Pada kesempatan tersebut Gung Eddy mengundang secara khusus salah satu guru besar Undiknas, Prof.Ir. Gede Sri Darma, ST., MM., DBA, FPE. Dimana Prof. Sri Darma sempat memecahkan Rekor Muri kategori Profesor Termuda yaitu pada usia 37 tahun. Hal ini untuk memberikan motivasi kepada para dosen.

Baca Juga:  Pengedar 18 Kg Sabu Ternyata Dikendalikan Dua Bandar Besar dari Luar Bali

Prof Sri Darma, menyampaikan keyakinannya Undiknas akan banyak melahirkan profesor-profesor baru. Sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Bali yang digagas duo tokoh pendidikan (almarhum) IGN Gorda dan Ketut Sambereg tersebut, Undiknas memiliki potensi besar. Apalagi dengan pengalaman panjang Undiknas yang telah berusia 53 tahun.

Prof. Sri Darma membeberkan, regulasi untuk merengkuh guru besar saat ini dengan zamannya relatif sama. Bahkan, sekarang justru lebih mudah karena akses informasi bisa diperoleh dari mana saja. “Tentunya sangat berbeda dengan saat saya berproses ke guru besar yang notabene masih manual. Setiap peraturan ada zamannya, Dan, setiap zaman ada peraturannya,” ujar dia.

Baca Juga:  Terima Kunker Spesifik Komisi VII DPR RI, Gubernur Koster : Bali Penghasil 44 % Devisa Sektor Pariwisata, Pantas Peroleh Insentif

Prof. Sri Darma memberikan kunci sukses meraih gelar guru besar hanya tiga, yakni semangat, kemampuan dan stategi. Baginya, setiap dosen wajib bercita-cita menjadi guru besar karena hal tersebut sebuah keniscayaan. “Kalau tidak memiliki tekad menjadi guru besar mending jangan jadi dosen. Ini ibarat lulusan akademi militer, pasti ingin berpangkat jenderal,” pungkasnya.*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR