Dua Tahun Vakum, Festival Seni dan Budaya Badung XV Libatkan 1.925 Seniman Selama 13 Hari

Iklan Home Page

Badung, Baliwakenews.com

Setelah dua tahun tidak menggelar festival berskala besar, Pemerintah Kabupaten Badung kembali menghidupkan panggung seni dan budaya melalui Festival Seni dan Budaya XV Tahun 2026. Digelar selama 13 hari, mulai 4 hingga 16 November 2026, festival ini menjadi momentum kebangkitan aktivitas seni daerah sekaligus upaya menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari.

Berpusat di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, festival tahun ini diperkirakan melibatkan sekitar 1.925 seniman. Jumlah tersebut bahkan masih berpotensi bertambah seiring terbukanya ruang partisipasi bagi seniman dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, S.Ag., M.Si., mengatakan penyelenggaraan Festival Seni dan Budaya XV menjadi momen yang telah lama dinantikan para seniman di Kabupaten Badung.

Pasalnya, selama dua tahun terakhir tidak ada penyelenggaraan event besar yang secara khusus menjadi ruang bagi para seniman untuk menggali, menampilkan, sekaligus mengembangkan seni budaya daerah.

“Ini merupakan kegiatan yang didasari rasa kangen dari seniman-seniman kita di Kabupaten Badung. Mengingat sudah dua tahun kita vakum tidak melaksanakan event besar dalam upaya menggali dan melestarikan seni budaya melalui festival. Festival yang kita laksanakan sekarang ini merupakan festival ke-15 tahun 2026,” ujar Sukadana, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga:  Bandara Ngurah Rai Kawal Penerapan SE No. 1 Tahun 2021 Secara Ketat

Seniman Luar Bali Ikut Meramaikan Festival

Menariknya, Festival Seni dan Budaya Badung XV tidak hanya menjadi panggung bagi seniman lokal. Tahun ini, penyelenggara juga membuka kesempatan bagi peserta dari luar Kabupaten Badung hingga luar Provinsi Bali untuk ambil bagian.

Partisipasi tersebut terlihat dalam sejumlah agenda perlombaan, termasuk Lomba Bapang Barong kategori umum. Peserta dari Bandung, Sumatera hingga DKI Jakarta turut meramaikan festival.

Menurut Sukadana, keterlibatan seniman lintas daerah menjadi kesempatan untuk memperluas interaksi budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisional Bali kepada masyarakat yang lebih luas.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga menunjukkan bahwa festival seni budaya dapat menjadi ruang pertemuan dan pertukaran kreativitas antarseniman.

Gong Kebyar hingga Baleganjur Jadi Agenda Unggulan

Baca Juga:  Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Denparar-Gilimanuk

Selama 13 hari pelaksanaan, berbagai pertunjukan dan perlombaan seni tradisional disiapkan untuk memberikan ruang ekspresi bagi para seniman lintas generasi.

Sejumlah agenda utama meliputi Lomba Tari Telek Bebadungan, Parade Gong Kebyar Anak-anak, Gong Kebyar Dewasa, Gong Kebyar Wanita, serta Lomba Bapang Barong.

Selain itu, Lomba Baleganjur menjadi salah satu agenda unggulan dengan pembagian tiga kategori, yakni anak-anak, remaja, dan umum.

Ragam kategori tersebut memperlihatkan upaya Pemerintah Kabupaten Badung untuk menjaga kesinambungan regenerasi seniman, sekaligus memastikan seni tradisional tetap mendapat tempat di tengah perkembangan zaman.

Secara keseluruhan, sekitar 1.925 seniman diperkirakan terlibat dalam festival tahun ini. Angka tersebut menjadi gambaran besarnya potensi seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Badung.

Bukan Sekadar Festival, Ada Tanggung Jawab Melestarikan Budaya

Sukadana menegaskan, penyelenggaraan Festival Seni dan Budaya XV bukan sekadar agenda hiburan maupun perlombaan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Baca Juga:  Mantapkan Koalisi Jelang Pilkada, Golkar Provinsi Motivasi Jembrana

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Bupati Badung, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta DPRD Kabupaten Badung sehingga festival dapat kembali diselenggarakan.

Menurutnya, keberlanjutan pelestarian budaya membutuhkan komitmen dan konsistensi, termasuk memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan seni tradisional.

“Festival Seni dan Budaya ini merupakan bentuk nyata komitmen kita dalam mempertanggungjawabkan warisan para leluhur. Kita harus konsisten menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan tersebut. Ini juga menjadi bentuk tanggung jawab kita kepada generasi penerus agar budaya yang kita miliki saat ini dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

Kembalinya Festival Seni dan Budaya Badung setelah dua tahun vakum diharapkan tidak hanya menghidupkan aktivitas para seniman, tetapi juga memperkuat posisi Badung sebagai salah satu daerah di Bali yang konsisten menjaga dan mengembangkan seni budaya tradisional. BWN-03/Kominfo

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR