Dua Gudang Pengoplos LPG Subsidi di Kecamatan Mengwi Mendadak Kosong

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Aparat Satreskrim Polres Badung nampaknya gerah dengan cuitan penggiat media sosial Wayan Setiawan, yang mengatakan adanya dua gudang pengoplos gas LPG subsidi besar di Kecamatan Mengwi, Badung.

Polisi lantas mendatangi rumah Wayan Setiawan dan mengajak mengecek dua gudang pengoplos elpiji tersebut. Dan rupanya gudang itu kosong.

Kedua lokasi gudang tersebut bertempat di Desa Tangeb, Abianbase, yang dimiliki seorang pria berinisial GAK dan gudang di Desa Sobangan, Mengwi, Badung, milik IWS.

Polisi mendatangi lokasi gudang tersebut pasca viralnya konten Wayan Setiawan yang menyebutkan adanya dua lokasi pengoplosan gas LPG 3 Kg bersubsidi ke non subsidi, pada Selasa (4/6) malam.

Baca Juga:  Sekda Alit Wiradana Buka Sosialisasi Ruang Konsultasi “Denpasar Say Hi” Dorong Kolaborasi Terstruktur Menuju Good Governance

Kabid Humas Polres Badung Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, Kasat Reskrim Polres Badung AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura, bersama anggotanya mendatangi pembuat konten yang bernama Wayan Setiawan beralamat di Banjar Koripan, Desa Sedang, Abiansemal, Badung. “Tujuan aparat mendatangi rumah Wayan Setiawan untuk klarifikasi langsung dengan pembuat konten,” ujarnya, Rabu (5/6).

Hasil klasifikasi dengan pembuat konten, kata Jansen, pengoplos gas LPG terbesar di Bali berlokasi di dua tempat di wilayah hukum Polsek Mengwi. “Dari hasil penelusuran dan penyelidikan di dua lokasi tersebut tidak ditemukan adanya kegiatan pengoplosan gas LPG 3 Kg bersubsidi ke non subsidi,” dalih Jansen.

Baca Juga:  Kesal Ditagih Utang, Pria di Denpasar Main Tebas

Selain itu, aparat Polres Badung juga telah memeriksa pemilik gudang. Dan mereka tidak menyangkal pernah mengoplos gas LPG 3 Kg bersubsidi ke non subsidi di kedua gudang itu. Hanya saja mereka mengaku sejak tahun 2022 dilakukan penindakan oleh Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Bali, dan sejak saat itu sampai sekarang gudang sudah tidak pernah beroperasi atau tidak lagi melakukan pengoplosan Gas LPG,” ucap Jansen.

Terkait kelangkaan gas LPG bersubsidi, sambung Jansen, saat ini Polda Bali dan jajaran akan terus melakukan pengawasan dan penyelidikan. “Apabila ditemukan dan terbukti Polda Bali pasti akan menindak dengan tegas,” bebernya.

Baca Juga:  Mobil Mewah Tabrak Iring-iringan Pelajar di Kuta, Beberapa Motor Ringsek  

Sementara dari keterangan Manager operasional SPBE Elpiji Badung, Komang Yudiastika, kelangkaan gas LPG 3 Kg, kemungkinan disebabkan karena di bulan April dan Mei 2024 karena adanya libur panjang. Hingga saat itu SPBE mengalami kendala pengiriman stok kuota gas LPG ke agen-agen pangkalan. “Hal tersebut menjadi salah satu faktor adanya kelangkaan gas LPG,” tegasnya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR