Debat Publik Kedua Pilkada Badung, Paslon Suyadinata Beri Solusi Tiga Masalah Tak Tuntas Di Badung

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Debat publik kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Badung yang diselenggarakan oleh KPU Badung berjalan interaktif. Debat yang mengambil tema Menuju “Pelayanan Publik Cerdas dan Inklusif di Kabupaten Badung ” kembali dilaksanakan di hotel Trans, Seminyak , pada Jumat 8 November 2024.

Pasangan calon Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung nomor urut 1, I Wayan Suyasa-I Putu Alit Yandinata (Suyadinata ) memberikan sejumlah solusi terkait permasalahan Kabupaten Badung yang belum bisa dituntaskan oleh Pemerintah saat ini.

Calon Bupati Badung, I Wayan Suyasa dalam pemaparan visi dan misinya mengatakan, ada sejumlah program yang dilakukan terkait tema debat yakni Pelayanan Publik Cerdas dan Inklusif di Kabupaten Badung. Dengan empat sub tema yakni infrastruktur, teknologi dan digitalisasi, kelompok rentan, pelayanan publik dan reformasi birokrasi.

Baca Juga:  Libatkan Pelaku Usaha, Banjar Celuk Terus Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumber

“Pertama-tama perkenankan kami memberikan pandangan dan sikap yang penting dalam memahami pengelolaan APBD Badung. Seluruh anggaran yang dimiliki Pemkab Badung yang tertuang dalam APBD sejatinya adalah uang milik krama Badung yang dimandatkan krama Badung kepada pemimpinnya. Untuk mengelola dengan cermat dan efisien serta transparan untuk kesejahteraan rakyat dengan sekala prioritas yang tepat. Uang APBD bukanlah milik pribadi bupati, seharusnya uang APBD ini digunakan untuk pembiayaan masalah pembangunan dengan segala urgensi yang matang dan tidak dihambur-hamburkan untuk kepentingan politis semata. Dengan cara pandang penggunaan APBD semacam itu, kami memastikan lima tahun ke depan Badung lebih sejahtera, Bahagia dan merata,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan ada tiga isu strategis yang dapat difokuskan dalam tema saat ini diantaranya pengentasan kemiskinan, kemacetan dan proyek krisis air bersih di Kuta Selatan. “Untuk pengentasan kemiskinan, dari data BPS tahun 2023 ada sebanyak 16 ribu lebih masyarakat miskin di Kabupaten Badung. Adapun Langkah strategi yang bisa kami lakukan yakni penurunan beban pengeluaran dan peningkatan pendapatan masyarakat miskin ini. Untuk kemacetan, kami akan atasi dengan pembangunan underpass, pelebaran jalan, serta pembangunan jalan baru untuk kemacetan di Kawasan Mambal. Untuk krisis air di wilayah Kuta Selatan, kami akan siapkan dana penyertaan modal mendekati Rp400 miliar lebih sehingga dapat menyediakan air bersih kepada semua masyarakat krama Badung,” paparnya.

Baca Juga:  Komisi VII DPR RI Soroti Pengelolaan Sampah dan Air di The Nusa Dua

Calon Wakil Bupati, I Putu Alit Yandinata juga menambahkan, ada juga program unggulan yang sudah disiapkan diantaranya program bantuan Rp 1 miliar per banjar adat, bantuan Rp 2 miliar desa Adat, santunan kematian sebesar Rp 25 juta dan santunan lansia Rp 2 juta, bantuan Subak Rp 150 juta pertahun.

Baca Juga:  Pengangkatan Pelaksana DPPI Kabupaten Badung Periode 2025-2029

“Untuk pendidikan, kami akan bangun universitas di Badung dengan memberikan satu KK satu sarjana dan pendidikan gratis dari TK hingga SMP. Selain itu kita membangun sport center serta kesehatan gratis bagi krama Badung,” paparnya.

Dalam debat tersebut Paslon Suyadinata juga berjanji mewujudkan taman kota, serta taman kecamatan di setiap kecamatan di Kabupaten Badung. “Untuk terwujud taman kota di setiap kecamatan agar bisa masyarakat beraktivitas baik seni, budaya serta berolah raga, kami akan komitmen serta konsisten membagun hal tersebut,” pungkas Alit Yandinata. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR