Denpasar, baliwakenews.com
Seorang pemuda Ricard Fajariadi (26) yang kos di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Pondok Purnawira V, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, meracik coklat dicampur ganja. Tak hanya itu, pria asal Palembang itu juga mengedarkan hampir sekilo ganja di kawasan Denpasar.
“Tersangka terlibat jaringan peredaran ganja lintas pulau. Yang mengejutkan, selain mengamankan hampir satu kilo gram ganja, kami juga menyita coklat yang dicampur ganja,” kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra Agustina, Senin (8/8).
Menurut Hendra, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi pengiriman paket yang diduga ganja melalui J&T. “Ganja tersebut dikirim dari Surabaya, Jawa Timur, ke alamat di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Pondok Purnawira V No. 14, Padangsambian Kelod, Denbar,” katanya, didampingi Kanit Reskrim IPTU Kevin Mario Immanuel.
Kemudian pada Jumat 5 Agustus 2022 petugas membuntuti paket tersebut ke alamat yang dikirim. Dan paket tersebut diterima oleh tersangka Ricard Fajariadi. “Setelah paket tersebut dibuka berisi ganja yang dimasukan di dalam kotak khusus,” ujar Hendra.
Tersangka Ricard yang diinterogasi mengakui jika peket tersebut itu miliknya yang dikirim oleh kakaknya di Palembang, Sumatra, berinisial TR. “Kakaknya itu dikatakan merupakan napi di salah satu lapas di Palembang,” beber perwira polisi asal Gianyar ini.
Hasil pendalaman petugas, ternyata tersangka yang bekerja sebagai satpam rumah kos mewah ini juga membuat ganja dicampur coklat. Caranya, tersangka merendam batang ganja dengan alkohol. Kemudian rendaman itu dimasak dan dicampur coklat. Setelah itu dibekukan kembali. “Pengakuan tersangka coklat ganja itu dikirim ke Palembang. Namun masih kami lakukan pendalaman. Efek coklat ganja itu sama seperti ganja biasa,” ucap Hendra, seraya mengatakan jika kasus ini modus baru.
Sementara itu, tersangka Ricard mengaku mendapatkan cara membuat coklat dicampur rebusan air ganja dari kakaknya di Palembang. Dan dia telah mengedarkan ganja sejak 3 tahun lalu. “Saya tidak mengedarkan (ganja coklat di Bali),” tegasnya. BWN-01

































