Mangupura, baliwakenews.com
Permasalahan kabel semrawut sepertinya tidak pernah tuntas di wilayah Kuta Selatan(Kutsel).
Bukan hanya semrawut tetapi juga banyak yang berjatuhan ketika terjadi angin kencang dan hujan lebat.
Seperti hal yang terjadi di kawasan Desa Pecatu. Kondisi ini mengundang sorotan Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta.
Seperti yang terjadi beberapa hari terakhir. Pasalnya, saat kondisi cuaca ekstrem, kabel-kabel ini, banyak yang berjatuhan diterpa angin.
“Pihak yang bertanggung jawab harusnya melakukan pengawasan ekstra. Terutama kabel yang telah dipasang,” katanya.
Musim angin kencang seperti sekarang ini mengakibatkan banyak sekali kabel jatuh dimana-mana, ini tentu sangat membahayakan. “Sehingga harapan kami selaku masyarakat sekaligus Bendesa Adat Pecatu, agar pihak yang bertanggung jawab mengecek kondisi ini,” ujar Bendesa yang juga anggota Dewan Badung ini, Minggu (12/2).
Para pemilik utilitas ini juga diharapkannya dapat memberikan nomor narahubung masing-masing kepada pihak desa ataupun desa adat. Dengan tujuan bisa segera dihubungi, dan melakukan langkah tindak lanjut saat ada kabel yang putus atau jatuh.
“Supaya ada yang benar-benar bisa dihubungi ketika terjadi problem. Dan harus disadari, harapan kami ini adalah untuk kebaikan bersama,” ungkapnya.
Pemindahan kabel menuju ke bawah tanah merupakan salah satu solusi jangka panjang yang sangat diharapkan. “Dengan begitu ke depan, tidak lagi ada kabel bergelantungan, bahkan dengan sangat rendah, utamanya pada jalur-jalur pariwisata seperti Jalan Uluwatu dan Kutsel,” tegasnya.
Keluhan akan kabel semrawut ini sebenarnya sudah lama terjadi dan beberapa kali dikeluhkan. Hal ini terkadang karena terjadi pemasangan yang tumpang tindih. Seperti di salah satu titik terdapat beberapa tiang dan kabel yang saling bertumpukan.
Bahkan Camat Kutsel, Ketut Hede Arta sempat mengambil langkah dengan memotong sejumlah tiang provider yang dinilainya dipasang terlalu banyak dan semrawut. BWN-04

































