Kuta, baliwakenews.com
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti terus mengawal agar korban bencana di Kecamatan Kuta mendapat bantuan pemerintah. Dan pada Minggu (14/9) Anom Gumanti bersama sejumlah anggota DPRD Badung yakni I Nyoman Graha Wicaksana dan I Wayan Puspa Negara melakukan penyerahan bantuan bersama dengan Bupati Badung I Wayan Arnawa untuk warga yang terdampak banjir di Kecamatan Kuta. Bantuan tersebut disalurkan di Kantor Camat Kuta, kepada 50 KK di Kelurahan Kuta dan 23 KK di Kelurahan Legian.
Penyerahan bantuan ini turut dihadiri Kalaksa BPBD Badung Wayan Darma, Kadiskes Badung dr. Made Padma Puspita, Camat Kuta D. Ngurah Bhayu Dewa beserta Sekcam Kuta Made Agus Suantara, perwakilan Dinas Sosial Badung, serta lurah se-Kecamatan Kuta.
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menegaskan bahwa kehadiran pemerintah merupakan kewajiban, khususnya dalam kondisi darurat bencana. Ia sangat mengapresiasi langkah Bupati Badung yang dengam sigap merespon warga yang terdampak. “Bantuan sembako ini merupakan tahap awal. Melalui data base yang sudah masuk nanti kita harapkan ada tindaklanjutnya. Apakah itu berupa bantuan perbaikan rumah maupun infrastruktur, ini yang kami harapkan,” ucapnya usai acara.
Badung diakuinya memiliki anggaran yang memadai untuk penanganan kebencanaan. Jika tidak salah, anggaran induk untuk kebencanaan diketahuinya sudah mencapai Rp180 miliar. Ia berharap melalui dana tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk bantuan lain pascabencana.
Anom Gumanti menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal prioritas, terutama di wilayah Legian yang dekat dengan aliran sungai. Seperti keberadaann perahu karet yang sangat dibutuhkan untuk evakuasi. Selain itu, perlu dipikirkan proteksi bagi warga di sepanjang bantaran sungai, apakah dengan membangun infrastruktur penahan banjir, melakukan pengerukan, atau pendalaman sungai. “Silahkan dinas terkait untuk mengaplikasikan itu. Tentunya kajian teknis dari instansi terkait sangat diperlukan,” imbaunya.
Selain infrastruktur, ia juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat. Sehebat apapun program pemerintah, pemberdayaan dan edukasi kepada masyarakat tetap penting. Misalnya budaya membuang sampah, harus mulai ditanamkan kesadaran untuk menjaga kebersihan sungai agar tidak menambah risiko banjir. Menjaga san melestarikan sampah merupakan hal yang sangat diperlukan dan menjadi kebutuhan.
Menanggapi rencana Bupati Adi Arnawa untuk menyinkronkan kebijakan dan regulasi tata ruang dalam meminimalisir banjir, DPRD Badung menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh. “Kami siap. Silakan dibuat desain penanganan pascabencana, tindak lanjut, serta skema teknisnya. Kami tidak pernah menghambat, justru berterima kasih diajak duduk bersama. Selama ini demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya. BWN-05

































