Mangupura, baliwakenews.com
Hujan dengan durasi panjang yang mengguyur sejumlah wilayah Bali dalam dua hari terakhir diperkirakan masih akan berlanjut. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas harian, termasuk di sektor pariwisata dan kelautan.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Diana Siregar, menjelaskan bahwa kondisi hujan yang terasa “awet” ini dipicu oleh aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Samudera Hindia.
“MJO terpantau aktif sejak 22 Februari dan diprakirakan berlangsung hingga 25 Februari. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan awan hujan di wilayah Bali,” jelasnya.
Tak hanya MJO, atmosfer Bali saat ini juga dipenuhi massa udara basah hingga lapisan atas. Selain itu, terbentuknya daerah konvergensi dan belokan angin di sekitar Bali memperlambat pergerakan massa udara, sehingga mendukung pembentukan awan hujan secara luas dan bertahan lebih lama.
Berdasarkan model prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini sejalan dengan periode puncak musim hujan yang umumnya terjadi pada Januari hingga Februari.
BBMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat. Selain itu, tinggi gelombang laut diperkirakan dapat mencapai 2 meter atau lebih di sejumlah perairan, seperti Perairan Selatan Bali, Selat Lombok, Selat Badung, dan Selat Bali bagian selatan.
Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada aktivitas pelayaran, nelayan, hingga wisata bahari. Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi cuaca dari BMKG dan mengambil langkah antisipasi guna meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. BWN-04
































