Kutuh, baliwakenews.com
Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diharapkan memberikan relaksasi untuk sektor pariwisata. Terutama kelonggaran berupa pembukaan destinasi tujuan wisata (DTW). Karena hal ini akan memberikan dampak positif terhadap imunitas tubuh masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Meskipun nantinya tidak ramai, semangat atau optimisme masyarakat akan tetap terjaga. Hal itu ditegaskan Praktisi Pariwisata asal Desa Kutuh, Wayan Duarta, Senin (2/8).
Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan DTW Pantai Pandawa Desa Kutuh ini menduga kemungkinan kebijakan PPKM tidak dihentikan begitu saja dengan pertimbangan pentingnya pencegahan penyebaran Covid-19 yang belum melandai. Namun demikian di tahapan PPKM berikutnya, pihaknha berhatap DTW sudah dibuka. Tentunya dengan memperhatikan beberapa hal, seperti DTW berada di ruang terbuka, seperti halnya pantai. Kedua, dari kesiapan infrastruktur protokol kesehatan pada DTW bersangkutan serta ketiga adalah sudah mengantongi sertifikat CHSE.
Selain itu, pembukaan DTW ini juga mempertimbangkan angka vaksinasi terhadap masyarakat setempat yang sudah cukup tinggi. Seperti yang ada di Desa Kutuh dengan DTW Pantai Pandawanya, masyarakat di sini sudah divaksin lebih dari 90 persen. “Kalau masih ragu, lalu buat apa semua program yang telah dilakukan ini? Bukannya ini semua untuk hidup berdampingan dengan Covid-19?” ujarnya mengingatkan.
Menurut Duarta dalam pengetatan penyebaran Covid-19, yang terpenting dilakukan justru pengetatan pada pintu-pintu masuk Bali. Karena tidak relevan jika DTW diketatkan, sementara pada pintu masuk Bali malah dilonggarkan. “Sebaiknya dibuka saja agar ada relaksasi bagi sektor pariwosata. Toh sampai saat ini kita belum pernah mendengar adanya klaster pariwisata,” imbuhnya.
Selain itu dengan dibukanya DTW ini paling tidak psikologi masyarakat juga akan terbantu. “Ini sekaligus akan memberikan dampak positif terhadap imunitas tubuh masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Meskipun nantinya tidak ramai, semangat atau optimisme masyarakat akan tetap terjaga,” sarannya.
Di bagian lain, Kata dia DTW tidak ubahnya sebagai filter terakhir untuk wisatawan domestik yang datang ke Bali. Dimana untuk pengunjung yang masuk ke DTW cukup hanya diilakukan pengecekan suhu, penyediaan tempat cuci tangan, serta pengawasan terhadap penggunaan masker dan potensi kerumunan. “Perlahan-lahan ketika capaian vaksinasi sudah tinggi dan herd immunity sudah terbentuk serta angka kasus Covid-19 terbilang landai, barulah nantinya pembukaan pariwisata internasional dengan konsep travel bubble bisa dilakukan,” usulnya. BWN-04




























