Ida Betara di Pura Gunung Payung Nyejer Hingga 5 Februari, Ribuan Pemedek Berpeluang Tangkil

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Pura Dang Kahyangan Gunung Payung, Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, kembali menjadi pusat pemusatan bhakti umat Hindu dengan digelarnya puncak Pujawali pada Senin (2/2/2026) sore. Dalam rangkaian Pujawali yang bertepatan dengan Purnamaning Kawulu tersebut, Ida Betara Nyejer hingga 5 Februari 2026, membuka kesempatan luas bagi pemedek dari seluruh Bali maupun luar Bali untuk tangkil dan ngaturang bhakti.

Pujawali di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung dilaksanakan setahun sekali dengan sarana upacara bebangkit pulagembal. Prosesi karya dimulai sejak 2 Februari dan akan disineban pada Wrespati Uye, 5 Februari 2026. Selama rentang waktu tersebut, umat Hindu dipersilakan melaksanakan persembahyangan, khususnya mulai 3 hingga 5 Februari 2026 yang bertepatan dengan rangkaian bhakti penganyar.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa kembali Bagikan 9 Ton Daging Babi Untuk Sambut Hari Raya Galungan

Bendesa Adat Kutuh, Jero Nyoman Mesir, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme pemedek yang tangkil setiap Pujawali menjadi perhatian bersama. Kondisi tersebut mendorong munculnya rencana perluasan area pura, terutama di bagian lawangan menuju Pura Segara. “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten maupun provinsi agar rencana perluasan area pura ini dapat terealisasi,” ujarnya.

Upacara Pujawali dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari saking Griya Sanur. Ketua Panitia Pujawali, Ketut Gita, menjelaskan bahwa persiapan upacara telah dilaksanakan sejak dua hari sebelumnya, termasuk ngias pelinggih Ida Betara. Rangkaian prosesi diawali dengan mendak siwi, dilanjutkan puncak Pujawali pada hari Purnama, serta bhakti penganyar hingga penyineban.

Baca Juga:  Temui Bendesa Adat Kerobokan, Kapolresta Minta Tak Ada Penolakan PMI

Dalam rangkaian bhakti penganyar, pada hari kedua, Ida Betara Unen dari Bualu, Dalem Pemutih, serta Banjar Sawangan turut lunga ke Pura Gunung Payung. Sementara pada puncak karya, Ida Betara Sesuunan Ratu Ayu yang melinggih di Pura Desa juga lunga dan mesolah di Pura Gunung Payung. Saat penyineban, prosesi diawali dengan menghaturkan sesayut dari krama Desa Adat Peminge dan Sawangan sesuai loka dresta, sebelum Ida Betara kembali melinggih.

Ketut Gita berharap melalui pelaksanaan Pujawali ini, seluruh krama senantiasa dianugerahi kerahayuan dan kerahajengan jagad.

Baca Juga:  Sasih Kewulu, Beberapa Wilayah di Bali Dikepung Bencana Alam

Sementara itu, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta yang hadir mewakili Bupati Badung menyampaikan bahwa Pujawali di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung diharapkan mampu memberikan vibrasi positif bagi umat dan lingkungan sekitar. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan yadnya di wilayah Badung dengan tetap berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

“Keseimbangan sekala dan niskala harus senantiasa dijaga agar tercipta keharmonisan kehidupan, termasuk dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” pungkasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR