Mangupura, baliwakenews.com
Wisatawan asal Australia kembali menjadi pasar internasional terbesar bagi Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Memasuki Agustus yang identik dengan awal low season pariwisata Bali, kunjungan wisatawan Negeri Kanguru diharapkan tetap menjadi penopang untuk mempertahankan rata-rata kunjungan harian di kisaran 3.000 hingga 3.500 orang.
Operation Director GWK Cultural Park, Ch Rossie Andriani, mengatakan wisatawan domestik masih mendominasi jumlah pengunjung. Namun selama periode libur sekolah pada akhir Juni hingga Juli, kunjungan wisatawan mancanegara meningkat cukup signifikan dengan Australia berada di posisi teratas, disusul India, Korea Selatan, dan China. “Masih tetap didominasi wisatawan domestik. Tetapi akhir Juni dan Juli wisatawan asing juga meningkat. Yang paling banyak dari Australia, kemudian India, Korea, dan China,” ujarnya.
Rossie menjelaskan, rata-rata kunjungan harian sepanjang semester pertama hingga akhir Juli 2026 berada di angka sekitar 3.000 wisatawan. Saat libur sekolah, jumlah tersebut meningkat menjadi 3.500 hingga 4.000 pengunjung per hari. “Kalau semester pertama sampai bulan Juli, rata-rata kunjungan harian sekitar 3.000 orang. Khusus akhir Juni dan Juli sempat naik menjadi sekitar 3.500 sampai 4.000 orang per hari,” katanya.
Memasuki Agustus, GWK tetap optimistis mampu menjaga angka kunjungan meski Bali mulai memasuki musim sepi wisatawan. Selain mengandalkan wisatawan reguler, pengelola juga mengoptimalkan penyelenggaraan berbagai kegiatan di kawasan, seperti konser, acara perusahaan, lunch, dinner, hingga gala dinner.
Di sisi lain, GWK juga memperluas pasar wisata edukasi melalui program literasi budaya bagi sekolah negeri di Bali. Program gratis untuk siswa SD negeri bahkan telah mendapat respons tinggi dengan kuota kunjungan hingga Oktober 2026 sudah penuh. Mulai Agustus, pengelola juga memberlakukan tarif khusus Rp50.000 bagi siswa sekolah negeri dari jenjang TK hingga SMA. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan pelajar dari seluruh kabupaten/kota di Bali.
Meski optimistis, Rossie mengakui jumlah kunjungan selama semester pertama 2026 masih turun sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurutnya, kenaikan harga tiket perjalanan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat masyarakat untuk berwisata.
“Kami ingin lebih banyak masyarakat Bali, khususnya anak-anak sekolah, bisa datang ke GWK. Harapannya sekolah-sekolah dari seluruh Bali juga bisa memanfaatkan program ini,” tandasnya. BWN-04

































