Bupati Sanjaya Sembahyang Pujawali di Pura Luhur Muncak Sari, Sangketan, Penebel

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama jajaran melaksanakan persembahyangan bersama Pujawali Ida Bhatara Kahyangan Jagat Pura Luhur Muncak Sari, Desa Sangketan, dilanjutkan meninjau dampak bencana cuaca ekstrim di Pura Luhur Batukau Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanan, Jumat, (22/3).

Turut hadir saat persembahyangan di Pura Luhur Muncak Sari, Asisten I dan III serta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh masyarakat setempat, kemudian di Pura Luhur Batukau didampingi oleh Asisten I dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga:  Upacara Mecaru Manca Kelud dan Melaspas di Pura Dalem, Banjar Tengah Kaler dan Kelod, Gulingan

Akibat cuaca ekstrem yang melanda baru-baru ini hingga di Tabanan, mengakibatkan kerusakan di berbagai tempat, seperti di Pura Luhur Muncak Sari dan Pura Luhur Batukau serta di beberapa tempat lainnya. Untuk itu, Bupati Sanjaya memastikan langsung kondisi yang ada serta langsung turun di beberapa titik lokasi seperti di Pura Luhur Muncak Sari dan Pura Luhur Batukau, sembari melaksanakan persembahyangan mohon kerahayuan jagat.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Tinjau SDN 7 Peguyangan, Komitmen Wujudkan Sarana Prasarana Pendidikan yang Berkualitas

Menyikapi hal tersebut, Bupati Sanjaya menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk memberikan bantuan dan dukungan penuh dalam upaya penanganan dampak bencana ini. Dia juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan saling membantu dalam proses perbaikan agar Pura Luhur Batukau dan tempat lainnya yang terdampak, dapat dipulihkan kembali.

Selain itu, Bupati Sanjaya juga mengajak agar masyarakat tetap waspada menyikapi cuaca ekstrim dan curah hujan yang cukup tinggi, sekaligus akan pentingnya upaya pencegahan dan mitigasi bencana di masa depan, termasuk dalam hal peningkatan infrastruktur tanggap darurat dan sistem peringatan dini.

Baca Juga:  Bambu Kuning di Pinggir Danau Beratan: Simbol Perlindungan dan Keseimbangan Alam

Hal ini sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam di wilayah Tabanan. Diharapkan juga dengan kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait lainnya, proses pemulihan dan rehabilitasi pasca-bencana dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.BWN-HT

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR