Denpasar, baliwakenews.com
Rekontruksi kasus pembunuhan terhadap teller Bank Mandiri Ni Putu Widiastiti (24) digelar di halaman Mapolresta Denpasar, Rabu (6/1). Dalam rekontruksi itu, tersangka Putu AHP (14) beserta sejumlah saksi turut dihadirkan.
Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Putu Anom Gede Danunjaya mengatakan, rekontruksi tersebut sengaja digelar di Mapolresta Denpasar bukam di lokasi kejadian. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan di masa pandemi, termasuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. “Berlangsung selama dua jam. Yang diperagakan mulai dari tersangka mengambil pisau, hingga kabur ke Buleleng,” ucapnya.
Menurut mantan Kapolsek Kuta Utara ini, adegan yang diperagakan oleh tersangka sudah sesuai dengan hasil keterangan atau BAP dalam penyidikan. “Ada beberapa yang berubah antara keterangan dan situasi di lokasi kejadian. Tapi tak terlalu banyak. Kami memiliki waktu 15 hari kedepan untuk merampungkan berkas kasus pembunuhan ink, sebelum dilimpahkan ke kejaksaan,” beber Dewa Anom.
Tersangka Putu AHP yang mengenakan baju tahanan warna orange tak banyak berbicara dan sesekali menunduk usai memperagakan adegan pembunuhan yang dilakukannya. Dan rekontruksi tersebut, dikawal ketat petugas Sat. Reskrim Polresta Denpasar. “Sebanyak 64 adegan yang diperagakan,” imbuh Dewa Anom.
Dilanjutkannya, adegan pertama saat Putu AHP mengambil pisau ibu tirinya. Kemudian, dia mengamati situasi rumah Ni Putu Widiastiti. Setelah sepi, tersangka loncat pagar dan masuk ke areal rumah. Lalu tersangka naik ke lantai dua dan melihat korban sedang main HP di depan kamar. Setelah berbalik badan, korban melihat tersangka sambil berteriak maling sebanyak lima kali. Tersangka panik lalu menikam korban dengan pisau, dan korban sempat merebut pisau itu untuk menyerang tersangka. “Adegan penusukan terjadi mulai nomor 9 hingga 15. Dan adegan terakhir, tersangka menjahit tangannya yang terluka di salah satu klinik di Singaraja,” beber perwira asal Gianyar ini. BWN-01





























