Renon, baliwakenews.com
Aliansi Mahasiswa Papua menggelar aksi unjuk rasa saat momen Mayday (Hari Buruh) di Parkir Timur, Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (1/5) pagi. Demo tersebut sempat diwarnai kericuhan dengan organisasi masyarakat (Ormas) Patriot Garuda Nusantara (PGN).
Sekitar 30 orang AMP yang akan menggelar orasi di depan Bundaran Hang Tuah, Renon sekitar pukul 09.00. Sebelum menuju titik kegiatan, mereka berkumpul di Parkir Timur Lapangan Renon.
Hanya saja, saat hendak menuju lokasi demo, kelompok AMP mendapat hadangan dari PGN. Karena kedua belah pihak kerap bentrok, kericuhan kembali pecah.
Aksi saling pukul, hingga lempar batu tak terhindarkan. Tak hanya itu, pendemo juga saling lempar helm. Karena situasi sudah tak terkendali, aparat berupaya menggiring massa aksi kembali ke titik kumpulnya.
Meski demikian pihak AMP tetap menyampaikan orasinya yang pada intinya menuntut kemerdekaan Papua. Mereka menolak kehadiran aparat ke Papua baik TNI maupun Polri yang dinilai telah menjajah tanahnya. “Berikan kesempatan referendum, cabut otonomi khusus, dan hentikan pengiriman pasukan militer organik ke tahan Papua, karena hanya sebagai kedok memanfaatkan tanah kami untuk kepentingan investor asing,” seru mereka lantang.
Selain itu, massa aksi menganggap fakta terkait Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) diputar balikan. Kelompok-kelompok tersebut dikatakan bukan teroris atau separatis bersenjata, melainkan ada untuk melindungi tanah mereka dari penjajahan pasukan militer.
Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas, yang memimpin langsung pengamanan menerangkan ada 597 personil terdiri dari gabungan Polresta Denpasar, yang diback up Dalmas Polda Bali, Brimob, BKO Polres Badung dan Gianyar, Kodim 1611/Badung, Satpol PP Kota Denpasar dan Pecalang.
“Ada dua titik yang menjadi fokus pengamanan sesuai hasil Rakor TFG melibatkan personel BKO. Pertama pengamanan kegiatan May Day serentak seluruh Indonesia di depan Kantor Gubernur dan pengamanan kegiatan AMP (aliansi mahasiswa papua) di depan bundaran renon Denpasar,” katanya.
Pihaknya meminta kepada seluruh personel pam agar lebih sabar dan tidak mudah terprovokasi saat bertugas dan selalu bersikap humanis. BWN-01


































