Tiga Pembantai Pemuda Asal NTT Ditangkap, Seorang Buron

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Penyebab tewasnya pemuda asal Sumba, Jape Rina (28) akhirnya terkuak. Pria yang ditemukan terkapar di selokan Jalan Pidada I, Desa Ubung, Denpasar Utara itu, ternyata dibantai secara sadis oleh empat temannya.

Awalnya polisi mengira Jape Rina tewas karena lakalantas. Namun setelah dilakukan penyelidikan mendalam, polisi menemukan keganjalan. “Kematian korban tidak wajar, bola mata terlepas dan kepala bagian belakang pecah. Selain itu, ditemukan sebilah bambu di samping jenazah korban,” kata sumber petugas, Rabu (1/6) kemarin.

Setelah memeriksa saksi-saksi dan olah TKP, akhirnya polisi menangkap tiga pelaku pembunuhan Jape Rina. Satu diantaranya masih dalam pengejaran alias buron.

Baca Juga:  Memberdayakan BRICS Untuk Dunia Yang Lebih Bersatu

Ketiga pelaku yang ditangkap merupakan teman dekat korban yang sama-sama berasal dari Sumba Barat, NTT. Mereka, Benyamin Haingu (24), ditangkap di Jalan Gunung Tangkuban Perahu. Minto Umbu Rada (21) dan Papi Langu K. Humba (19) dibekuk di Pelabuhan Lembar, Lombok, NTB saat mencoba kabur dari Bali.

Sementara satu pelaku yang masih buron bernama Daud Lono Layara hingga kini masih dalam pengejaran tim Buser Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Utara. “Satu pelaku masih buron. Para pelaku ini juga berasal dari Sumba NTT juga,” kata sumber.

Baca Juga:  Warga Desa Adat Pererenan Gerudug PTUN Denpasar, Daftarkan Gugatan Terhadap Pemkab Badung

Dikatakannya, pelaku Minto Umbu Rada mengakui telah melakukan pemukulan dengan menggunakan balok kayu di bagian wajah. Sedangkan pelaku Papi Langu K memukul korban menggunakan balok kayu dan batako pada bagian kepala. Dan pelaku Benyamin Haingu melakukan pemukulan menggunakan batako pada bagian kepala korban.

Sedangkan pelaku Daud Lono Layara yang kini masih buron memukul korban pada bagian wajah dan kepala pakai batako dan balok kayu. “Motifnya salah paham. Berawal saat korban dan empat pelaku menggelar pesta miras tak jauh dari lokasi jenazah korban ditemukan. Hingga akhirnya terjadi perselisihan yang membuat korban dianiaya oleh para pelaku hingga tewas. Selanjutnya, para pelaku membopong jenazah korban dan sepeda motornya dan membuangnya di selokan.

Baca Juga:  Jaga Kelestrian Hutan Mangrove, Pos Pengamanan Hutan Desa Adat Kepaon Dipelaspas

Kapolresta Denpasar AKBP Yugo Bambang Pamungkas yang dikonfirmasi membenarkan tiga pelaku telah ditangkap. “Masih dalam pemeriksaan. Satu orang buron. Yang buron diperkirakan berada di luar Bali. Nanti kami sampaikan ke media,” tegasnya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR