Kunjungan Wisatawan ke Uluwatu Melonjak, Tari Kecak Selalu Dipadati Penonton

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Tingginya kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Uluwatu pada musim liburan (high season) berdampak langsung terhadap meningkatnya minat wisatawan menyaksikan pertunjukan Tari Kecak, salah satu atraksi budaya unggulan Bali.

Jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Uluwatu yang sebelumnya berkisar 3.500 hingga 4.000 orang per hari kini meningkat menjadi sekitar 4.500 orang. Bahkan, pada hari-hari tertentu jumlah pengunjung menembus lebih dari 5.000 orang.

Lonjakan kunjungan tersebut membuat pementasan Tari Kecak di kawasan Uluwatu selalu dipadati penonton. Dua sesi pertunjukan yang digelar setiap sore hingga malam hari bahkan hampir selalu terisi penuh.

Penyarikan Desa Adat Pecatu, I Wayan Wijana, yang sebelumnya menjabat sebagai Manajer Pengelola DTW Uluwatu, mengatakan tingginya minat wisatawan terhadap pertunjukan budaya menjadi salah satu indikator positif meningkatnya aktivitas pariwisata di kawasan Uluwatu.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Tetap Realisasikan 9 Unit Bantuan Bedah Rumah

“Sesi satu dan dua itu full terus. Kapasitas panggung kita 1.200. Namun karena permintaan banyak di sesi satu, kita lakukan di sesi dua jam 7 sampai 8 malam. Itu adalah strategi kami untuk memenuhi keinginan dari wisatawan,” ujarnya.

Panggung utama Tari Kecak Uluwatu mampu menampung hingga 1.200 penonton. Pertunjukan sesi pertama berlangsung pukul 18.00–19.00 Wita, sedangkan sesi kedua digelar pukul 19.00–20.00 Wita.

Selain menjadi daya tarik budaya, pertunjukan Tari Kecak juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya lama tinggal wisatawan di kawasan Uluwatu. Banyak pengunjung memilih menikmati panorama matahari terbenam terlebih dahulu sebelum menyaksikan pertunjukan.

Baca Juga:  PIK-R SMPN 2 Mengwi Diverifikasi Tim Pusat

Sementara itu, wisatawan mancanegara masih mendominasi kunjungan ke DTW Uluwatu dengan porsi sekitar 70 persen. Sedangkan wisatawan domestik berada di angka 30 persen.

Australia tercatat sebagai negara penyumbang wisatawan terbesar ke Uluwatu, disusul India dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Wijana mengatakan, meskipun pada 2025 sempat terjadi penurunan kunjungan sekitar satu persen, pengelola tetap optimistis target kunjungan pada 2026 dapat tercapai.

“Kalau dilihat dari semester pertama, ada peningkatan yang cukup signifikan tetapi tidak terlalu banyak. Walaupun di 2025 kita sempat terjadi penurunan satu persen saja, tapi kita optimis di 2026 dapat dicapai dan bahkan mudah-mudahan lebih tinggi dari itu,” katanya.

Baca Juga:  Pertama Kali Diadakan di Bali, Konferensi Terbesar Para Pemimpin Dunia Bidang Kesehatan

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat pada periode high season, pengelola optimistis target sekitar 1,7 juta kunjungan hingga akhir tahun dapat terealisasi. Optimisme tersebut didukung membaiknya kondisi ekonomi global serta kontribusi agen perjalanan, termasuk dari pasar domestik. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR