WNA Masih Nekat Berenang Lifeguard Kuta Perketat Patroli Hadapi Gelombang 6 Meter

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Peringatan gelombang tinggi hingga 4–6 meter di pesisir selatan Bali tak membuat aktivitas wisatawan di Pantai Kuta berhenti. Di tengah kondisi laut yang semakin berbahaya, Badung Lifeguard justru meningkatkan pengawasan untuk mencegah wisatawan menjadi korban kecelakaan di laut.


Pantauan di Pantai Kuta, Rabu (12/8/2026) pagi, menunjukkan gelombang cukup tinggi menghantam dinding penyangga pantai atau revetment, tepatnya di depan Kantor Lifeguard Kuta. Meski demikian, aktivitas masyarakat dan wisatawan masih berlangsung di kawasan pantai. Sejumlah pengunjung terlihat bermain selancar, meski jumlahnya tidak banyak.


Kepala UPTD Lifeguard Kuta, Wayan Somer, mengatakan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG menjadi dasar bagi petugas untuk meningkatkan kewaspadaan hingga masa peringatan berakhir pada 18 Agustus.


“Mengingat kita sudah diberikan warning peringatan dari BMKG sampai tanggal 18, jadi anggota Badung Lifeguard mempunyai tugas berat menjaga pengunjung yang beraktivitas di air. Kunci utamanya adalah fisik dan mental anggota, karena ombak semakin besar, mental tidak boleh turun dan harus lebih kuat,” ujar lifeguard senior asal Pecatu tersebut.

Baca Juga:  Sidang Paripurna Persetujuan Ranperda APBD Tahun 2022


Menurut Somer, gelombang yang semakin besar membutuhkan kesiapan fisik dan mental seluruh personel. Kendati jumlah petugas terbatas, pengamanan tetap dilakukan secara maksimal.


Pengawasan ekstra difokuskan pada sejumlah kawasan yang mengalami lonjakan kunjungan, terutama sepanjang pesisir utara Kuta hingga Legian. Patroli ditingkatkan untuk memastikan pengunjung tidak memasuki area yang dinilai berbahaya.


Selain patroli, petugas juga menggunakan sistem bendera sebagai penanda kondisi laut sekaligus batas aman bagi wisatawan. Bendera merah dipasang untuk menandai kawasan berbahaya akibat gelombang tinggi, arus kuat maupun potensi biota laut berbahaya. Di zona tersebut, pengunjung dilarang berenang.


“Masyarakat dan wisatawan harus patuh dengan bendera yang dipasang petugas. Bilamana ada bendera merah, itu tandanya berbahaya. Kami mengimbau agar aturan di lapangan ini benar-benar dipatuhi demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Baca Juga:  Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Mengucapkan Rahajeng Galungan & Kuningan


Untuk mengantisipasi kondisi darurat, UPTD Badung Lifeguard juga berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Satpolairud, Basarnas dan BMKG. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat respons apabila terjadi kecelakaan laut.


Somer mengatakan, saat gelombang tinggi, kawasan Pantai Legian hingga Canggu menjadi salah satu titik yang cukup rawan. Selain kondisi laut, banyaknya pengunjung di kawasan tersebut turut menjadi perhatian petugas.


Pengetatan pengamanan juga dilakukan di masing-masing pos penjagaan dengan meningkatkan pemantauan aktivitas pengunjung, khususnya mereka yang hendak berenang atau bermain di air.


Petugas Pos 1 Lifeguard Kuta, I Wayan Mogik Byantara Putra, mengatakan frekuensi patroli keliling kini ditingkatkan menjadi setiap 30 menit.


“Untuk antisipasi gelombang besar, patroli keliling lebih dijalankan setiap 30 menit. Kami terus mengimbau pengunjung agar tidak berenang di area terlarang. Jika ada bendera merah, tidak boleh berenang, dan akan kami arahkan ke area yang terpasang bendera merah-kuning yang lebih aman,” kata Mogik.

Baca Juga:  Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa Hadiri Acara Road To MOFEST 2022


Sebagian besar pengunjung, menurut dia, telah mengikuti arahan petugas. Namun, masih ditemukan sejumlah wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara (WNA), yang tetap mencoba berenang di zona berbahaya karena merasa memiliki kemampuan berenang.


“Kadang yang membandel itu WNA karena merasa dirinya bisa berenang. Namun biarpun mereka bilang bisa berenang, kami tetap melayani dengan sepenuh hati dan terus mengarahkan mereka. Kita tidak ingin suasana liburan justru ternoda oleh insiden kecelakaan di laut,” jelasnya.


Mogik mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir selatan Bali agar tidak mengabaikan rambu maupun arahan petugas. Wisatawan yang ingin berenang juga diminta memastikan terlebih dahulu lokasi yang aman dan tidak segan bertanya kepada lifeguard mengenai kondisi pantai. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR