Tabanan, baliwakenews.com
Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan memanfaatkan Ruang Bimbingan Kerja (Bimker) untuk mengasah keterampilan sekaligus menghasilkan berbagai kerajinan tangan, salah satunya dengan memanfaatkan koran bekas, Senin (5/10/2026). Bahan sederhana tersebut diolah menjadi karya yang memiliki nilai guna, seni, dan nilai jual.
Salah satu kerajinan yang dihasilkan adalah keben, wadah tradisional khas Bali yang umumnya digunakan untuk membawa sarana persembahan atau banten pada upacara persembahyangan. Melalui keterampilan yang dipelajari, koran bekas yang sebelumnya tidak lagi digunakan dapat diolah menjadi keben dengan bentuk dan fungsi yang tetap sesuai kegunaannya.
Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, menyampaikan bahwa keberadaan Warga Binaan di dalam Lapas tidak menghalangi mereka untuk tetap produktif dan mengembangkan kreativitas.
“Keberadaan Warga Binaan di dalam Lapas tidak menghalangi mereka untuk tetap produktif. Kami memberikan ruang untuk berkreasi karena salah satu tujuan utama pembinaan adalah membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bisa mereka pergunakan ketika nanti kembali ke masyarakat,” ujar Basuki.
Salah seorang Warga Binaan, Heri S., mengaku mulai membuat berbagai kerajinan berbahan dasar koran setelah mengikuti pelatihan.
“Setelah mendapatkan pelatihan, saya mulai membuat berbagai macam kerajinan berbahan dasar koran. Ada kepuasan tersendiri ketika apa yang saya kerjakan menghasilkan karya seni dan juga memiliki nilai jual,” ungkapnya.
Kegiatan pembuatan kerajinan di Ruang Bimker menjadi salah satu bagian dari pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan Lapas Tabanan. Melalui kegiatan tersebut, keterampilan yang diperoleh dapat terus diasah selama menjalani masa pembinaan dan menjadi pengalaman yang dapat dikembangkan lebih lanjut. BWN-06
































