Truk Alami Rem Blong di Jalan Raya Antap, Enam Kendaraan Diseruduk

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com – Sabtu pagi di Banjar Dinas Payan, Desa Antap, biasanya lengang. Angin dari perbukitan barat membawa aroma tanah basah sisa hujan malam. Tapi pagi itu, 24 Mei 2025, sekitar pukul 07.30, ketenangan itu pecah bukan oleh deru motor warga atau gonggongan anjing penjaga, melainkan oleh suara benturan keras beruntun, seperti besi dilempar ke besi, disusul teriakan dan deru mesin kehilangan kendali.

Sebuah truk Hino berwarna hijau tua, bermuatan penuh keramik dari arah Gilimanuk, melaju dengan kecepatan konstan. Di balik kemudinya, Moh Suban (35), sopir asal Pengambengan, Jembrana, barangkali hanya berharap bisa segera tiba di Denpasar. Namun di tengah turunan dan tikungan di jalur nasional itu, rem truknya mengkhianati harapan.

Rem blong, dua kata yang membuat jalanan berubah jadi ladang kepanikan. Truk itu menghantam bagian belakang truk tronton pengangkut sepeda motor yang dikemudikan Zul Arif (30), warga Medan. Getaran dari benturan pertama menyebar seperti riak air yang menghantam batu besar. Namun itu baru awalnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Denpasar, Perempuan Muda Terlindas Truk Fuso

Setelah tabrakan pertama, truk pembawa keramik tak lagi bisa dikendalikan. Moh Suban membanting setir ke kanan, tetapi apa daya: kendaraan lain sudah terlalu dekat. Kia Travelo yang dikemudikan Ivan Susanto (28) menjadi korban berikutnya, lalu menyusul Toyota Rush milik I Putu Armaya (55), dan dua sepeda motor dari arah berlawanan: Yamaha Mio yang ditunggangi I Gede KT Aswatama (55) serta Honda Vario yang dikendarai Afifaturahmi (25).

“Suasana mencekam. Orang-orang berlari ke jalan, mencoba membantu. Beberapa kendaraan ringsek, keramik pecah berserakan,” cerita seorang warga yang enggan disebut namanya, saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Hendak Dimintai Keterangan Polisi, Korban Begal di Kampial Malah Menghilang

Beruntung, meski kerusakan terlihat parah, tak ada nyawa melayang pagi itu. Hanya luka-luka ringan, memar dan goresan. I Gede KT Aswatama mengalami luka pada kaki dan dirawat di Puskesmas Selemadeg. Afifaturahmi, yang sedang melaju di atas Honda Vario, mengalami memar serupa. Sementara Ivan dan I Putu Armaya dinyatakan selamat tanpa cedera serius.

Petugas dari Polsek Selemadeg dan unit Laka Lantas Polres Tabanan tiba tak lama kemudian. Mereka mengamankan lokasi, mengevakuasi kendaraan yang bertumpuk di jalan, dan mengurai kemacetan yang mengular.

“Total kerugian ditaksir sekitar Rp30 juta. Ini jadi pengingat lagi tentang pentingnya pengecekan kendaraan, terutama di jalur rawan seperti ini,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Made Berata.

Baca Juga:  Dugaan Kekerasan Terhadap Bocah di Ungasan, Polisi Telusuri Pelaku yang Diduga Orang Dekat

Kecelakaan beruntun memang bukan hal baru di jalur Denpasar–Gilimanuk. Jalan sempit, tikungan tajam, dan kendaraan berat yang mendominasi jadi kombinasi yang rentan. Tapi setiap kali bunyi benturan itu terdengar, nyaris selalu ada kisah baru tentang ketergesaan, kelalaian, dan keajaiban karena tak ada nyawa yang hilang.

Pagi itu, di Banjar Dinas Payan, warga kembali melanjutkan hari mereka. Jalan dibersihkan, kendaraan dibawa ke pinggir. Tapi pecahan keramik yang tersisa dan guratan di aspal akan menyimpan ingatan bahwa pada suatu pagi yang biasa, nyaris terjadi tragedi besar. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR