Tawur Agung Kesanga Badung Dipusatkan di Catus Pata Patung Somali Puspem

Iklan Home Page

Mangupura, Baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan upacara Tawur Agung Kesanga sebagai rangkaian penyambutan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Upacara sakral yang digelar pada Rabu (18/3) tersebut dipusatkan di kawasan Catus Pata Patung Somali, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Mangupura.

Pelaksanaan tawur agung menjadi bagian penting dalam tradisi Hindu Bali sebagai upaya penyucian bhuana agung (alam semesta) sekaligus menyeimbangkan hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual menjelang pergantian Tahun Saka.

Yajamana Karya, Ida Pedanda Gede Buruan dari Griya Pasraman Manuaba menjelaskan bahwa upacara dilaksanakan secara lengkap sesuai dengan sastra agama dan dipuput oleh lima sulinggih lintas kawisesan, yakni Sulinggih Siwa, Buddha, Sri Empu, Rsi Agung, dan Begawan.

“Upacara Tawur Agung ini dilaksanakan secara utuh dengan rangkaian banten luur akasa serta upakara tawur yang dilengkapi wewaran, Yama Raja berupa kambing, serta sarana pecaruan utama menggunakan kerbau. Setelah prosesi selesai, tirta yang telah diupacarai akan didistribusikan ke seluruh desa adat se-Kabupaten Badung untuk digunakan dalam rangkaian upacara di desa hingga pekarangan rumah umat Hindu,” ujarnya.

Baca Juga:  Ny. Seniasih Giri Prasta Serahkan Bantuan Sembako di Abiansemal

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Made Widiana yang didampingi Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan, Ida Bagus Agung Munika, menyampaikan bahwa pelaksanaan Tawur Agung Kesanga memiliki makna filosofis sebagai proses penyucian wilayah sebelum memasuki Tahun Baru Saka.

Menurutnya, ritual ini merupakan simbol pembersihan dan harmonisasi energi alam agar masyarakat memasuki tahun baru dalam keadaan suci lahir dan batin.

Baca Juga:  Bocah Empat Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Sedap Malam

“Melalui upacara ini, pemerintah bersama masyarakat melaksanakan penyucian jagat Badung. Harapannya, saat memasuki Tahun Baru Saka, kehidupan dimulai dengan keseimbangan, kedamaian, dan semangat baru bagi kemajuan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemusatan lokasi upacara di Catus Pata Puspem Badung bukan tanpa alasan. Secara filosofis, catus pata melambangkan titik keseimbangan empat penjuru mata angin yang menjadi pusat harmonisasi energi.

Di kawasan tersebut terdapat representasi unsur ruang kehidupan masyarakat, yakni arah timur menuju kawasan pasar Sempidi, arah utara menuju Pura Lingga Buana, arah selatan menuju Balai Budaya (wantilan), serta arah barat menuju Puri atau rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Badung.

“Konsep catus pata ini mencerminkan keseimbangan ruang spiritual, sosial, budaya, dan pemerintahan. Karena itu lokasi ini dinilai paling tepat sebagai pusat pelaksanaan Tawur Agung Kesanga,” tambahnya.

Baca Juga:  Jenasah Buruh Bangunan Ditemukan di Dalam Sumur

Rangkaian upacara turut dilengkapi berbagai sarana upakara sesuai pakem tradisi, termasuk penggunaan hewan caru pada masing-masing arah mata angin serta simbolisasi Bhuta Yadnya sebagai upaya menetralisir unsur bhuta kala agar tercipta keharmonisan alam semesta.

Melalui pelaksanaan Tawur Agung Kesanga ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap nilai-nilai adat, agama, dan budaya Bali tetap lestari sekaligus memperkuat spiritualitas masyarakat dalam menyambut Hari Raya Nyepi sebagai momentum introspeksi diri dan penyucian semesta. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR