Sistem Baru Sampah Jimbaran akan Terus Dievaluasi, Pola Kuari Siap Disesuaikan Sesuai Kondisi Lapangan

Iklan Home Page

Kutsel, baliwakenews.com

Penerapan pola baru pengumpulan sampah di Kuari Jimbaran mulai 15 April 2026 masih terbuka untuk penyesuaian. Pemerintah Kecamatan Kuta Selatan menegaskan skema ini akan terus dipantau dan dievaluasi sesuai perkembangan di lapangan.

Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, mengapresiasi langkah Kelurahan Jimbaran bersama Desa Adat dan LPM dalam menjalankan sistem tersebut. Namun ia menegaskan, pola ini bukan solusi final, melainkan bagian dari proses transisi menuju pengelolaan sampah yang lebih ideal.

“Ini langkah awal yang baik, tetapi akan terus kita evaluasi agar benar-benar efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, arah utama penanganan sampah di Kuta Selatan tetap berbasis sumber, yakni mendorong setiap rumah tangga mengelola sampahnya sendiri, terutama sampah organik melalui komposter.

Berdasarkan data, setiap orang menghasilkan sekitar 0,9 hingga 1 kilogram sampah per hari, dengan 60–70 persen di antaranya berupa sampah organik. Jika pengolahan di tingkat rumah tangga berjalan optimal, sebagian besar persoalan sampah dapat diselesaikan dari sumbernya.

Baca Juga:  Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Badung

“Kalau organik bisa selesai di rumah, maka sekitar 70 persen sampah sudah tertangani. Sisanya tinggal residu dan anorganik yang dibawa ke TPA,” jelasnya.

Untuk sampah plastik, masyarakat juga diarahkan memanfaatkan fasilitas Plastic Exchange yang telah tersedia di wilayah Kuta Selatan.

Upaya penguatan pengelolaan berbasis sumber ini sudah mulai berjalan dalam dua pekan terakhir. Sejumlah desa bahkan telah lebih dulu bergerak, seperti Ungasan dengan pembangunan 145 Teba Modern untuk menangani sampah organik, termasuk limbah upacara. Langkah serupa juga dilakukan di Bualu, Kutuh, dan Pecatu melalui pemilahan sampah dan pengembangan TPS3R.

Sementara di Jimbaran, sistem pengumpulan di Kuari menjadi solusi sementara menggantikan layanan angkut keliling DLHK, khususnya di sepanjang Jalan Uluwatu. Namun, dalam pelaksanaannya muncul tantangan di lapangan, salah satunya masih adanya oknum yang membuang sampah sembarangan sehingga mencampur sampah yang sudah dipilah warga.

Baca Juga:  Usai Beberkan Perselingkuhan Suaminya, Istri Oknum TNI Terjerat UU ITE

“Ini yang harus kita jaga. Jangan sampai upaya pemilahan dari rumah menjadi sia-sia,” tegasnya.

Karena itu, pengawasan akan diperketat dengan melibatkan petugas di lokasi serta Satgas Kecamatan yang secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan menjajaki pemanfaatan lahan negara di kawasan Cengiling seluas sekitar 5 hektare untuk pengembangan pengelolaan sampah terpadu. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap proses dan membutuhkan pemenuhan regulasi.

Senada dengan itu, Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa, menegaskan bahwa pola pengumpulan di Kuari akan dilihat terlebih dahulu efektivitasnya. Jika terjadi lonjakan volume sampah, tidak menutup kemungkinan sistem akan diatur ulang, termasuk pembagian wilayah atau jadwal.

Baca Juga:  Fasilitasi Tenaga Migran, Ketua DPRD Badung Terima LPK CIS

“Kalau nanti banyak yang datang, bisa saja kita atur bergiliran per wilayah agar lebih tertib,” jelasnya.

Ia juga memastikan pengawasan akan dilakukan secara ketat, termasuk pada malam hari untuk mencegah praktik pembuangan liar. Penambahan penerangan serta penugasan petugas di lokasi juga menjadi bagian dari langkah pengendalian.

“Nanti kami tambah lampu dan petugas, termasuk pengawasan malam hari agar tidak ada yang buang sampah sembarangan,” pungkasnya.

Dengan skema yang masih terus diuji dan disempurnakan, pengumpulan sampah di Kuari diharapkan menjadi pijakan awal menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, terukur, dan berkelanjutan di Jimbaran. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR