ASITA Bali Ubah Arah Pariwisata, Tak Cukup Kejar Jumlah Wisatawan: Regenerative Tourism Jadi Kunci

0
Sumber: (Purnama) MUSDA - Gubernur Bali, Wayan Koster membuka Musda XV ASITA Bali 2026 di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, Jumat (16/10/2026).

Jimbaran, Baliwakenews.com

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali mendorong perubahan arah pembangunan pariwisata Bali. Keberhasilan industri pariwisata tidak boleh lagi hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, kelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan kualitas Bali yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Pesan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) XV ASITA Bali 2026 yang dibuka Gubernur Bali, Wayan Koster di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, Jumat (16/10/2026). Mengusung tema “Repositioning The Future of Tourism”, forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi peran ASITA di tengah perubahan industri perjalanan wisata dan tantangan keberlanjutan pariwisata Bali.

Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, menegaskan bahwa industri pariwisata perlu berani mengubah cara pandang terhadap keberhasilan sebuah destinasi. Tingginya angka kunjungan tidak otomatis menjamin masyarakat lokal sejahtera, budaya tetap terjaga, dan lingkungan semakin baik.

“Kita harus mulai bertanya: apakah kunjungan mereka memberikan manfaat bagi masyarakat? Apakah ekonomi lokal ikut tumbuh? Apakah budaya kita semakin dihargai dan dilestarikan? Apakah lingkungan kita menjadi lebih baik?” tegas Winastra.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati Bali dengan keindahan alam dan nilai budaya yang sama seperti saat ini.

ASITA Bali Dorong Regenerative Tourism

Salah satu gagasan utama yang didorong ASITA Bali adalah regenerative tourism atau pariwisata regeneratif. Konsep ini melampaui pariwisata berkelanjutan yang berfokus pada pengurangan dampak negatif. Pariwisata regeneratif berupaya memberikan kontribusi positif agar kondisi destinasi menjadi lebih baik.

Bagi Bali, pendekatan tersebut dinilai relevan karena pariwisata tidak dapat dipisahkan dari hubungan antara manusia, alam, budaya, dan spiritualitas.

Menurut Winastra, ASITA memiliki posisi strategis untuk mendorong perubahan tersebut. Sebagai organisasi yang menaungi pelaku usaha perjalanan wisata, ASITA tidak hanya berperan mempertemukan wisatawan dengan destinasi, tetapi juga ikut menentukan pola perjalanan, produk wisata yang dipilih, serta interaksi wisatawan dengan masyarakat setempat.

“ASITA bukan hanya dapat menjadi distributor wisatawan, tetapi juga dapat menjadi pengarah perjalanan menuju pariwisata yang lebih bertanggung jawab, lebih bermakna, dan lebih memberikan manfaat bagi destinasi,” ujarnya.

Langkah konkret yang dapat didorong antara lain memperluas kunjungan ke desa wisata, meningkatkan pembelian produk lokal, mendorong wisatawan menghargai adat dan budaya Bali, menjaga lingkungan, serta memperpanjang lama tinggal wisatawan agar manfaat ekonomi tersebar lebih luas.

Dengan pendekatan tersebut, wisatawan diharapkan tidak sekadar datang, berlibur, lalu pulang. Mereka juga diharapkan memahami karakter Bali, menghormati masyarakatnya, dan memberikan kontribusi positif bagi destinasi yang dikunjungi.

Bukan Sekadar Menjual Bali, tetapi Menjaga Kualitas Destinasi

Perubahan perilaku wisatawan, perkembangan teknologi digital, dan meningkatnya tuntutan terhadap kualitas pengalaman membuat industri perjalanan wisata harus terus beradaptasi.

ASITA Bali memandang repositioning bukan sebagai upaya meninggalkan fondasi organisasi yang telah dibangun para pendahulu, melainkan memperkuatnya agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Orientasi organisasi pun perlu bergerak dari sekadar transaksi bisnis menuju penguatan ekosistem pariwisata. Artinya, pelaku perjalanan wisata tidak cukup hanya menjual paket dan destinasi, tetapi juga ikut menjaga kualitas produk wisata yang ditawarkan kepada pasar internasional.

Tantangan ini menjadi penting bagi Bali, yang citra pariwisatanya bertumpu pada keindahan alam, kekayaan budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat lokal.

Jika kualitas lingkungan menurun, budaya kehilangan ruang, dan masyarakat tidak merasakan manfaat yang sepadan, daya tarik Bali dalam jangka panjang juga berisiko melemah.

Karena itu, keberhasilan bisnis perjalanan wisata perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga keberlanjutan destinasi.

ASITA Bali Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Masyarakat

Dalam arah baru tersebut, ASITA Bali juga menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah. Organisasi ini diharapkan tidak hanya menyampaikan aspirasi anggota, tetapi turut menghadirkan pengalaman industri dan solusi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, kementerian, lembaga, asosiasi, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas menjadi bagian penting dalam membangun pariwisata yang lebih berkualitas.

Sebab, tantangan pariwisata Bali tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Pemerintah berperan melalui kebijakan, industri memahami kebutuhan pasar, masyarakat menjadi bagian utama kehidupan destinasi, akademisi menghadirkan kajian, dan media membangun pemahaman publik.

ASITA memiliki posisi strategis untuk menjembatani berbagai kepentingan tersebut agar pertumbuhan pariwisata tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat Bali.

BBTF Jadi Modal Jejaring Pariwisata Internasional

Komitmen ASITA Bali juga tercermin melalui berbagai program dan jejaring yang telah dikembangkan, termasuk Bali & Beyond Travel Fair (BBTF).

Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata dengan pembeli internasional dari 44 negara dan melibatkan lebih dari 1.000 peserta.

Selain BBTF, kolaborasi dengan destinasi seperti Monkey Forest Ubud, Jatiluwih, dan Pura Besakih, serta kegiatan BALI Tourism Run dan SAKIRA, menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring industri sekaligus memperkuat hubungan organisasi dengan destinasi dan masyarakat.

Di sisi lain, semangat ASITA Care menempatkan kepedulian terhadap masyarakat, lingkungan, dan sesama sebagai bagian dari perjalanan organisasi.

Dengan demikian, keberhasilan ASITA tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis anggotanya, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap masyarakat dan kualitas pariwisata Bali.

Kontribusi 63 Persen Kunjungan Offline, Tanggung Jawab ASITA Makin Besar

Salah satu angka yang disampaikan dalam Musda XV ASITA Bali 2026 adalah sekitar 63 persen kunjungan wisatawan secara offline disebut turut didorong melalui jaringan dan aktivitas anggota ASITA Bali.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya peran biro perjalanan wisata dalam menghubungkan pasar dengan destinasi Bali. Namun, besarnya kontribusi itu juga membawa tanggung jawab yang tidak kecil.

Semakin besar kemampuan industri perjalanan wisata mendatangkan wisatawan, semakin penting memastikan aktivitas pariwisata memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak menggerus kualitas lingkungan, dan tetap menghormati budaya lokal.

Dengan kata lain, tantangan ASITA bukan hanya mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya, melainkan turut memastikan bahwa pertumbuhan kunjungan sejalan dengan kualitas pariwisata yang dihasilkan.

Musda XV ASITA Bali Jadi Momentum Menentukan Masa Depan

Musda XV ASITA Bali 2026 tidak hanya menjadi forum organisasi untuk menentukan kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk mempertegas arah dan tanggung jawab organisasi dalam menghadapi masa depan pariwisata.

Winastra menekankan bahwa siapa pun yang menerima amanah memimpin ASITA Bali harus mampu melanjutkan capaian sebelumnya, memperbaiki kekurangan, memperkuat organisasi, dan memperbesar manfaat bagi anggota maupun industri pariwisata Bali.

“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi pengabdian tidak pernah memiliki batas,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan regenerasi kepemimpinan sebagai bagian dari kesinambungan pengabdian, bukan sekadar pergantian jabatan.

Pada akhirnya, masa depan pariwisata Bali tidak cukup ditentukan oleh angka kedatangan wisatawan atau besarnya transaksi industri. Ukuran yang lebih mendasar adalah sejauh mana pariwisata mampu menyejahterakan masyarakat, menjaga identitas budaya, melindungi alam, dan mempertahankan kualitas Bali bagi generasi berikutnya.

Melalui semangat “Repositioning The Future of Tourism”, ASITA Bali mendorong perubahan dari pariwisata yang hanya berorientasi pada kedatangan menjadi pariwisata yang memberikan kontribusi positif.

Sebab, tantangan terbesar pariwisata Bali bukan sekadar mempertahankan status sebagai destinasi unggulan dunia, melainkan memastikan Bali tetap menjadi tempat yang layak dihuni, dihormati, dan diwariskan kepada generasi mendatang. BWN-03

Bupati Badung Cup II 2026 Resmi Dibuka, 117 Petenis Berebut Hadiah Rp110 Juta

0
Sumber: (Kominfo Badung) PEMBUKAAN - Kejuaraan Tenis Bupati Badung Cup II Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Tenis Dharma Praja Lumintang, Jumat (16/10/2026).

Mangupura, Baliwakenews.com

Kejuaraan Tenis Bupati Badung Cup II Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Tenis Dharma Praja Lumintang, Jumat (16/10/2026). Ajang yang digelar Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Badung ini diikuti 117 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Bali dan luar Bali, dengan total hadiah mencapai Rp110 juta.

Kejuaraan ini mempertandingkan kelompok umur (KU) junior 10, 12, 14, dan 16 tahun, serta kategori senior terbuka. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet tenis secara berkelanjutan sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi petenis muda maupun senior.

Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Putu Oka Adnyana, yang mewakili Bupati Badung.

Dalam sambutan Bupati Badung yang dibacakan Oka Adnyana, Pemerintah Kabupaten Badung mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut sebagai upaya memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi olahraga tenis lapangan, khususnya di Kabupaten Badung dan Bali.

Pemkab Badung berharap kejuaraan ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda tertarik menekuni olahraga, menerapkan pola hidup sehat, dan mengembangkan bakat untuk meraih prestasi.

“Pemkab Badung senantiasa mendukung upaya pembinaan olahraga dan peningkatan prestasi atlet. Diharapkan kegiatan ini berkesinambungan sehingga semakin banyak generasi muda yang tertarik berolahraga dan mampu meraih prestasi melalui bakat serta kemampuan yang dimiliki,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Tekankan Sportivitas dan Mental Juara

Selain mengejar kemenangan, para atlet diminta menjadikan Bupati Badung Cup II sebagai ajang mengasah kemampuan, membangun mental juara, dan meningkatkan kualitas permainan.

Bupati Badung juga berpesan agar seluruh peserta bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta saling menghormati.

“Kemenangan memang menjadi tujuan, namun sikap sportif dan semangat untuk terus berkembang merupakan nilai yang jauh lebih penting,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi penting, terutama bagi atlet junior yang tengah membangun fondasi teknik, mental, dan karakter untuk menghadapi kompetisi tenis pada level yang lebih tinggi.

117 Peserta Bertanding di Lima Kelompok

Ketua Panitia, I Nyoman Adi Wiratma, menjelaskan bahwa Bupati Badung Cup II 2026 berlangsung selama 10 hari, dengan jadwal pertandingan junior pada 16–20 Oktober dan kategori senior pada 21–25 Oktober 2026.

Pertandingan digelar di dua lokasi utama, yakni Lapangan Tenis Dharma Praja Lumintang dan Lapangan Tenis KONI Bali.

Dari total 117 peserta, komposisinya terdiri atas 32 peserta KU 10 tahun, 18 peserta KU 12 tahun, 26 peserta KU 14 tahun, 26 peserta KU 16 tahun, serta 15 peserta kategori senior terbuka. Seluruh kelompok mempertandingkan nomor putra dan putri sesuai kategori yang diikuti.

Kejuaraan ini juga dihadiri perwakilan Pengurus Pelti Provinsi Bali, pengurus Pelti kabupaten/kota se-Bali, KONI Badung, perangkat pertandingan, serta para sponsor.

Target Lahirkan Petenis Berprestasi

Penyelenggaraan Bupati Badung Cup II 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara dan hadiah, tetapi juga menjadi sarana evaluasi hasil pembinaan atlet tenis di daerah.

Dengan mempertemukan petenis dari berbagai wilayah, kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan jam terbang, memperluas pengalaman bertanding, serta memetakan potensi atlet yang dapat dikembangkan menuju kejuaraan tingkat regional dan nasional.

Panitia berharap ajang ini melahirkan generasi petenis baru yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Badung, Bali, serta Indonesia di masa mendatang. BWN-03/Kominfo

DPRD Badung Dalami Kendala Pendaftaran Pura dan Akses Bantuan

0
PERMOHONAN-Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., di Ruang Kerja Ketua DPRD Badung saat membahas mengenai banyak permohonan tanda daftar pura di Kabupaten Badung masih belum diproses.

Mangupura, Baliwakenews.com


Sekitar 400 permohonan tanda daftar pura di Kabupaten Badung masih belum diproses. Persoalan administrasi ini menjadi perhatian dalam pertemuan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dengan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., di Ruang Kerja Ketua DPRD Badung, Kamis (15/10).

Tanda daftar pura tidak sekadar menjadi dokumen pendataan rumah ibadah di tingkat pusat. Kelengkapan administrasi tersebut juga menjadi salah satu persyaratan penting dalam pengajuan bantuan pemerintah. Karena itu, percepatan proses pendaftaran diperlukan agar pengempon pura memiliki kepastian administrasi ketika mengakses program bantuan sesuai ketentuan.

Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija, menjelaskan, proses pendaftaran pura sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga terjadi penumpukan permohonan yang jumlahnya mencapai hampir 20.000. Pihaknya terus berupaya mempercepat penyelesaian permohonan agar pengempon pura dapat memperoleh tanda daftar.

“Pada prinsipnya kita sama-sama ingin mempermudah dan mencoba mempercepat akses para pengempon pura yang mendaftarkan puranya untuk mendapatkan tanda daftar. Pentingnya pendaftaran ini bukan hanya untuk mendapatkan bantuan,” ungkap Duija.

Menurut dia, kelengkapan administrasi dapat menentukan kelancaran pengajuan bantuan. Ia mencontohkan pengalaman penanganan bencana di Medan, ketika pengajuan bantuan hampir Rp11 miliar telah disetujui Presiden, tetapi terkendala karena tidak tersedianya penerima yang memiliki tanda daftar. Akibatnya, pengajuan tersebut harus direvisi menjadi Rp700 juta.

Duija menyebutkan, hingga 12 Oktober 2026, pihaknya telah menyelesaikan lebih dari 20.000 permohonan. Sementara itu, di Kabupaten Badung, sekitar 400 permohonan masih belum diproses. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya percepatan pelayanan sekaligus ketertiban pendataan agar proses administrasi pura tidak menjadi kendala dalam mengakses bantuan pemerintah.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti yang dihubungi, Jumat (16/10) membenarkan adanya pertemuan tersebut. Pihaknya menyambut baik penjelasan Ditjen Bimas Hindu. Saat itu pihaknya didampingi Ketua Komisi III DPRD Badung I Made Ponda Wirawan, anggota Komisi III I Nyoman Satria, Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba, dan Sekretaris DPRD Badung I Gde Surya Kurniawan,

“Kami membahas sejumlah kewenangan Ditjen Bimas Hindu yang berkaitan dengan urusan keagamaan di daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pertemuan saat itu turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Made Subawa.

“Pembahasan terkait tanda daftar pura menjadi bagian dari upaya kami di DPRD Badung memperdalam pemahaman terhadap kebijakan dan mekanisme pelayanan Ditjen Bimas Hindu. Informasi tersebut akan menjadi bekal dalam rencana konsultasi pimpinan dan anggota DPRD Badung terkait kewenangan pemerintah pusat dalam pembinaan umat Hindu, ” tegasnya.

Politisi asal Kuta ini juga mengatakan, percepatan penyelesaian permohonan yang masih tertunda menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. “Dengan administrasi yang tertib dan proses pelayanan yang lebih cepat, pengempon pura diharapkan memperoleh kepastian pendaftaran serta kemudahan dalam memenuhi persyaratan program bantuan pemerintah,” paparnya. BWN-05

I Gusti Lanang Umbara: Distribusi BBM Tersendat, Ekonomi dan Citra Pariwisata Bali Terancam

0
LANANG UMBARA-Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, S.Sos.

Mangupura, Baliwakenews.com


Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali menuai sorotan DPRD Badung. Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi merugikan perekonomian daerah dan mencoreng citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, S.Sos., mendesak pemerintah pusat dan PT Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan pasokan dan distribusi BBM. Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah memastikan kecukupan armada pengangkut BBM, mulai dari kapal pemasok hingga kendaraan distribusi ke SPBU.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi di Bali. Menurutnya, gangguan pasokan BBM tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut, terlebih Bali merupakan salah satu destinasi wisata internasional yang membutuhkan dukungan transportasi dan mobilitas yang lancar.

“Yang pertama, jelas kami prihatin, sangat prihatin dan sangat menyesalkan kok bisa seperti ini. Sedangkan Bali itu adalah tujuan pariwisata internasional,” ujar Lanang Umbara, Jumat (16/10).

Menurut politisi asal Petang ini, dampak krisis BBM dirasakan berbagai lapisan masyarakat. Pekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pengusaha pariwisata berpotensi mengalami kerugian akibat waktu produktif yang tersita untuk mengantre bahan bakar.

Antrean kendaraan juga dapat menghambat distribusi barang, mengganggu operasional usaha, serta memperlambat mobilitas pekerja dan pelayanan kepada wisatawan.

“Ini sangat merugikan masyarakat secara umum. Baik masyarakat kecil, seperti para pekerja dan UMKM, maupun pengusaha-pengusaha kita yang ada di Bali sebagai kawasan industri pariwisata,” tegasnya.

Lanang Umbara mempertanyakan tata kelola penyediaan dan distribusi BBM hingga terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU. Ia meminta pemerintah pusat mengevaluasi persoalan tersebut bersama Pertamina agar hambatan dalam rantai pasokan dapat segera diidentifikasi dan ditangani.

“Bagaimana regulasi dari pemerintah pusat? Berarti kan ada kesalahan dari pemerintah pusat,” katanya.

Lanang Umbara secara khusus meminta Direktur Utama Pertamina tidak berhenti pada pernyataan bahwa pasokan BBM akan segera normal. Ia menginginkan langkah operasional yang jelas, terutama terkait penambahan dan kesiapan armada pengangkut BBM menuju Bali maupun dari titik pasokan ke SPBU.

“Dirut Pertamina jangan umum-umum saja. Segera realisasikan bagaimana caranya penambahan armada. Armada itu dari kapalnya yang menyuplai BBM ke Bali. Setelah dari kapal, armada terkait dengan pengangkutan ke SPBU-SPBU,” tegasnya.

Menurutnya, pemulihan distribusi harus dilakukan secara menyeluruh. Ketersediaan BBM di titik pemasok perlu diimbangi dengan kapasitas angkut dan kelancaran penyaluran hingga ke SPBU. Tanpa dukungan distribusi yang memadai, penambahan pasokan belum tentu langsung menjawab persoalan antrean di lapangan.

Ia juga meminta Pertamina memberikan kepastian mengenai target waktu pemulihan pasokan. Informasi yang jelas dinilai penting untuk meredam kekhawatiran masyarakat yang berbondong-bondong mengisi BBM karena takut kehabisan.

“Bisa memberikan jaminan kepada masyarakat kita bahwa satu hari, dua hari akan normal. Sehingga masyarakat kita juga, karena takut mereka tidak dapat BBM, ikut berbondong-bondong ke SPBU-SPBU. Tapi wajar saja, karena masyarakat kita membutuhkan BBM untuk bekerja dan melaksanakan aktivitas lainnya,” ungkapnya.

Menurut Lanang Umbara, imbauan agar masyarakat tidak panik perlu disertai jaminan ketersediaan BBM yang nyata. Pemerintah dan Pertamina juga diharapkan menyampaikan informasi secara akurat dan konsisten agar masyarakat memiliki kepastian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Lebih lanjut, Lanang Umbara mengingatkan bahwa persoalan BBM di Bali tidak bisa dipandang semata-mata sebagai gangguan pelayanan di SPBU. Sebagai daerah yang perekonomiannya sangat bergantung pada pariwisata, kelancaran pasokan energi menjadi salah satu faktor penunjang aktivitas ekonomi dan pelayanan wisatawan.

Antrean panjang berpotensi menghambat operasional kendaraan wisata, mobilitas tenaga kerja, serta distribusi kebutuhan usaha. Apabila berlangsung berkepanjangan, kondisi tersebut dikhawatirkan turut memengaruhi kenyamanan masyarakat dan persepsi wisatawan terhadap kesiapan Bali sebagai destinasi internasional.

“Ini tidak hanya merugikan dan menyusahkan rakyat, tetapi juga mencoreng wajah negara dan Bali khususnya,” tegasnya.

Terkait penanganan di daerah, Lanang Umbara menilai pemerintah provinsi perlu terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pertamina. Pengawasan kondisi di lapangan juga diperlukan agar persoalan distribusi dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Ia berharap koordinasi tersebut menghasilkan langkah terukur, mulai dari identifikasi hambatan pasokan, pemenuhan kebutuhan armada pengangkut, hingga percepatan penyaluran BBM ke SPBU yang mengalami kekurangan.

Lanang Umbara menegaskan, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar janji bahwa kondisi akan kembali normal. Kepastian pasokan menjadi kebutuhan mendesak agar pekerja dapat kembali beraktivitas, pelaku usaha menjalankan kegiatan ekonomi, dan pelayanan pariwisata tidak terus terganggu. BWN-05

Gangguan BBM Ungkap Kerentanan Layanan Dasar Bali, Akademisi Soroti Distribusi, Transparansi Pasokan, dan Dampak terhadap UMKM

0
I Wayan Suwendra, tokoh Kuta Selatan sekaligus akademisi yang menyoroti kerentanan distribusi BBM di Bali.

Mangupura, baliwakenews.com

Gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali selama sepekan terakhir menjadi pengingat pentingnya membangun sistem distribusi energi yang tangguh di daerah tujuan wisata. Antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak hanya menyangkut ketersediaan BBM, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, keberlangsungan usaha kecil, dan layanan pariwisata.

Tokoh Kuta Selatan yang juga akademisi, Wayan Suwendra, menilai kondisi tersebut perlu menjadi momentum untuk membenahi tata kelola distribusi BBM, memperkuat koordinasi antarlembaga, serta membangun sistem informasi pasokan yang transparan dan mudah diakses masyarakat.

Menurut dosen salah satu perguruan tinggi di Bali tersebut, reputasi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia harus ditopang layanan dasar yang andal. Keindahan alam dan kekayaan budaya tidak akan cukup apabila mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta kebutuhan operasional usaha mengalami gangguan.

“Pariwisata Bali sangat bergantung pada mobilitas. Ketika pasokan BBM terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan pengemudi atau pelaku transportasi, tetapi berpotensi menjalar ke seluruh rantai usaha pariwisata,” demikian pandangannya.

Gangguan pasokan BBM berpotensi menimbulkan efek berantai, mulai dari keterlambatan penjemputan wisatawan dan terganggunya perjalanan menuju objek wisata hingga meningkatnya biaya operasional kendaraan. Distribusi bahan pangan serta kebutuhan hotel dan restoran juga dapat terdampak apabila transportasi barang tidak berjalan lancar.

Suwendra mengingatkan, ketidakpastian transportasi yang terjadi berulang kali dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan selama berada di Bali. Pengalaman perjalanan merupakan bagian penting dari penilaian terhadap destinasi, terlebih pada era digital ketika keluhan maupun pengalaman wisatawan dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial dan platform ulasan.

Karena itu, penanganan gangguan pasokan perlu dilakukan secara cepat dan terukur, disertai komunikasi publik yang jelas. Meski demikian, dampak langsung kelangkaan BBM terhadap jumlah kunjungan wisatawan perlu dibuktikan melalui data yang akurat, termasuk pemantauan aktivitas transportasi dan operasional usaha pariwisata.

UMKM Ikut Menanggung Dampak

Selain sektor pariwisata, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan gangguan pasokan BBM.

Pengemudi wisata, pedagang, pemasok bahan makanan, usaha laundry, hingga berbagai usaha pendukung pariwisata bergantung pada kelancaran transportasi. Bagi pelaku usaha dengan modal dan arus kas terbatas, waktu tunggu yang lebih panjang serta tambahan biaya operasional dapat langsung mengurangi pendapatan bersih.

Apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, pelaku usaha berpotensi menyesuaikan harga barang maupun jasa untuk menutup kenaikan biaya. Tekanan itu pada akhirnya dapat dirasakan masyarakat dan berpengaruh terhadap daya saing layanan wisata Bali.

Menurut Suwendra, penanganan persoalan BBM perlu mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah, terutama kawasan wisata dan simpul transportasi dengan mobilitas tinggi. Penanganan tidak semestinya hanya dilakukan ketika antrean sudah mengular, tetapi harus ditopang perencanaan distribusi dan mekanisme antisipasi yang terukur.

Tiga Langkah Pembenahan

Untuk memperkuat ketahanan pasokan BBM di Bali, Suwendra mendorong tiga langkah pembenahan kebijakan.

Pertama, melakukan audit cepat terhadap pola distribusi dan kebutuhan BBM di setiap wilayah, termasuk kawasan pariwisata dan simpul transportasi. Pemetaan tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian khusus sekaligus menjadi dasar penyesuaian distribusi. Hasil evaluasi juga perlu dipublikasikan secara berkala agar masyarakat dan pelaku usaha memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi pasokan.

Kedua, menetapkan protokol penanganan krisis yang terukur. Protokol ini perlu memuat pembagian tanggung jawab, pola koordinasi antarlembaga, standar komunikasi kepada masyarakat, serta mekanisme penentuan prioritas bagi layanan esensial secara transparan.

Ketiga, membangun dashboard informasi pasokan BBM dan kondisi SPBU berbasis data terverifikasi. Sistem ini diharapkan memungkinkan masyarakat mengetahui kondisi pasokan di lapangan sehingga dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan tidak bergantung pada informasi yang belum terkonfirmasi.

Keberadaan sistem informasi yang mudah diakses juga penting untuk mendukung komunikasi antara pemerintah, penyedia BBM, pelaku transportasi, dan masyarakat. Dengan informasi yang jelas, penanganan gangguan diharapkan lebih terkoordinasi dan risiko kepanikan akibat simpang siur informasi dapat ditekan.

Suwendra menilai, ketiga langkah tersebut harus diarahkan untuk membangun sistem distribusi yang lebih siap menghadapi gangguan, bukan sekadar menyelesaikan antrean yang muncul di SPBU.

Bagi Bali, keandalan pasokan BBM merupakan bagian penting dari ketahanan ekonomi daerah. Kelancaran distribusi energi menopang aktivitas masyarakat, operasional usaha kecil, transportasi wisata, serta rantai pasok kebutuhan hotel dan restoran.

Karena itu, gangguan yang terjadi perlu menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat sistem distribusi, meningkatkan transparansi informasi, dan memastikan layanan dasar tetap berjalan ketika terjadi tekanan pasokan.

Upaya tersebut penting agar Bali tidak hanya dikenal karena daya tarik wisatanya, tetapi juga memiliki sistem pendukung yang andal bagi masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan.BWN-04

Tradisi dan Tubuh Perempuan Bali Jadi Sorotan di Museum Pasifika

0
Seniman: Sebanyak 47 karya dari 30 seniman perempuan asal 12 negara dipamerkan dalam Women Artists of Asia-Pacific: Nostalgia = Transendensi di Museum Pasifika, Nusa Dua.

Mangupura, baliwakenews.com

Representasi perempuan Bali dalam industri pariwisata menjadi salah satu isu yang diangkat dalam pameran internasional Women Artists of Asia-Pacific: Nostalgia = Transendensi di Museum Pasifika, kawasan Nusa Dua, Badung. Melalui karya seninya, Luh De Gita mempertanyakan cara perempuan dan tradisi Bali kerap ditampilkan sebagai daya tarik visual tanpa sepenuhnya memperhatikan nilai sejarah, budaya, dan spiritualitas yang melekat di dalamnya.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari beragam perspektif yang dihadirkan dalam pameran yang dibuka pada Jumat (9/10/2026) malam. Sebanyak 47 karya dari 30 seniman perempuan asal 12 negara dipamerkan melalui berbagai medium, mulai dari lukisan, patung, tekstil, bordir, tenun, instalasi, suara, hingga tubuh sebagai medium artistik.

Pameran ini menjadi ruang bagi seniman perempuan lintas generasi untuk menyampaikan pandangan mengenai ingatan, identitas, kebudayaan, serta hubungan manusia dengan lingkungan. Karya-karya yang ditampilkan juga merekam perjalanan seni perempuan selama lebih dari satu abad, dari pengaruh tradisi hingga perkembangan seni kontemporer.

Pembukaan pameran dilakukan Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, H. Giring Ganesha Djumaryo, bersama Prof. Ir. Wiendu Nuryanti. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya ruang bagi perempuan untuk menampilkan pengalaman dan gagasan artistik dalam perkembangan seni di kawasan Asia-Pasifik.

Wamen Kebudayaan Giring Ganesha menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendukung ruang-ruang seni yang memberikan kesempatan lebih luas bagi karya perempuan agar dikenal masyarakat, termasuk seniman dari Bali dan kawasan Asia-Pasifik.

“Sebagai seorang seniman sendiri, saya sangat memahami kekuatan seni. Sebuah lagu, sebuah lukisan, keduanya dapat membuat kita jatuh cinta. Mereka dapat membuat kita merasa menang atau bahkan benar-benar hancur. Kebangkitan kita, emosi kita, dan mengingatkan kita dengan sesama,” ujarnya.

Director of Operations Museum Pasifika, Laksmi Sugiri, menjelaskan bahwa tema Nostalgia = Transendensi menggambarkan bagaimana pengalaman masa lalu, tradisi, dan pengetahuan budaya dapat diolah kembali menjadi ekspresi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pameran dibagi menjadi tiga bagian, yakni The Beginning, Memory & Identity, dan Transformation. Ketiganya menggambarkan perjalanan serta pendekatan berbeda dalam perkembangan seni perempuan.

Bagian The Beginning menampilkan karya-karya modern yang merekam kehidupan, lanskap, dan kebudayaan. Sementara itu, Memory & Identity mengangkat ingatan personal, keluarga, serta identitas. Adapun Transformation memperlihatkan bagaimana warisan budaya dapat ditafsirkan kembali menjadi bentuk artistik yang lebih beragam.

“Selain lukisan dan patung, pengunjung dapat menjumpai eksplorasi tekstil, bordir, tenun, instalasi, suara, dan tubuh sebagai medium ekspresi,” jelas Laksmi.

Perspektif kebudayaan Bali juga hadir melalui karya Mangku Muriati. Seniman asal Bali tersebut menampilkan lukisan bercorak Kamasan yang mengangkat flora dan fauna. Karyanya menggambarkan keterkaitan manusia dengan alam sekaligus nilai keseimbangan kehidupan yang menjadi bagian penting dalam kebudayaan Bali.

Mangku Muriati mengaku bangga dapat menampilkan karya bersama seniman perempuan dari berbagai negara. Keikutsertaannya dalam pameran internasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karya dan pemikiran perempuan kepada khalayak yang lebih luas.

Berbeda dengan Mangku Muriati yang menyoroti hubungan manusia dengan alam melalui tradisi seni lukis Kamasan, Luh De Gita mengangkat persoalan representasi perempuan Bali dalam industri pariwisata.

Melalui karyanya, Luh De Gita mengkritisi cara perempuan, khususnya penari yang berkaitan dengan tradisi sakral, kerap ditampilkan sebagai simbol eksotisme. Ia mempertanyakan pandangan yang menempatkan tubuh perempuan dan tradisi sebatas daya tarik visual, padahal keduanya memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritualitas yang tidak dapat dilepaskan dari konteksnya.

Persoalan tersebut membuka ruang refleksi mengenai bagaimana tradisi dan identitas perempuan ditampilkan kepada publik, terutama dalam konteks pariwisata yang kerap menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari daya tarik destinasi.

Founder Museum Pasifika, Philippe Augier, turut menyoroti peran seniman perempuan dalam perjalanan sejarah seni. Pameran ini menghadirkan karya dari sejumlah generasi seniman yang berkarya ketika perempuan belum memperoleh pengakuan setara di dunia seni.

Jejak karya sejumlah seniman yang ditampilkan juga tercatat dalam koleksi berbagai institusi seni internasional, di antaranya The Metropolitan Museum of Art, British Museum, National Gallery Singapore, National Gallery of Australia, dan Art Institute of Chicago.

Pembukaan pameran turut dirangkaikan dengan kegiatan Artists Talk. Forum ini menjadi ruang bagi para seniman untuk berbagi pengalaman, proses kreatif, serta gagasan yang melatarbelakangi karya-karya mereka.

Melalui pertemuan beragam perspektif tersebut, pameran Women Artists of Asia-Pacific: Nostalgia = Transendensi tidak sekadar menampilkan perjalanan seni perempuan, tetapi juga membuka ruang refleksi mengenai identitas, pelestarian tradisi, dan cara kebudayaan dimaknai di tengah perubahan zaman.BWN-04

Get Set for a Korean Pop Christmas! Lights, Music and Festive Magic Await at Resorts World Sentosa

0
Resorts World Sentosa’s Season of Joy brings K-pop beats, dazzling Christmas attractions and immersive festive experiences to Singapore from November 27, 2026, to January 3, 2027.
Resorts World Sentosa’s Season of Joy brings K-pop beats, dazzling Christmas attractions and immersive festive experiences to Singapore from November 27, 2026, to January 3, 2027.

Baliwakenews.com – Christmas is getting a K-wave makeover at Resorts World Sentosa (RWS), where festive traditions meet Korean pop culture, immersive attractions and spectacular entertainment in a resort-wide celebration running from November 27, 2026, to January 3, 2027.

Dubbed Season of Joy, the celebration brings a fresh blend of music, colour and festive experiences to Singapore, inviting families, friends and travellers to enjoy everything from glowing underwater wonders and Christmas-themed adventures to K-pop beats, seasonal dining and exclusive holiday stays.

The festivities will span Singapore Oceanarium, Universal Studios Singapore, Adventure Cove Waterpark and WEAVE, with more entertainment and surprises set to be announced as the season unfolds.

“Season of Joy brings the whole resort together for Christmas, with different experiences unfolding from day into night,” said Lena Lee, Executive Vice President of Attractions & Destination Experience at Resorts World Sentosa.

She added that Korean influences would introduce contemporary energy through music, entertainment and culture while preserving the warmth and traditions of Christmas.

Seven Colours, Thousands of Wishes

At the heart of this year’s celebration is Colours of our Wishes, an interactive festive installation inviting guests to share their hopes for the season.

Visitors can select one of seven coloured ribbons representing Love, Joy, Hope, Resilience, Dreams, Togetherness or New Beginnings, write a personal wish and add it to the installation. As more visitors participate, their individual wishes will combine to create a colourful collective Christmas display.

An eight-metre Christmas tree will anchor the celebrations, while festive installations across the resort offer colourful backdrops for holiday photos. At WEAVE, visitors can enjoy pop performances, weekend jazz, Christmas carols, balloon sculpting and family entertainment. Santa Claus will also welcome guests at the Holiday Audio Lounge in a playful, festive living-room setting ahead of Christmas.

Guests spending at least S$88 across up to two same-day receipts at WEAVE will receive a Gori-knot keychain in one of the seven festive colours, while stocks last and subject to applicable terms.

Dive Into a Glowing Underwater Christmas

At Singapore Oceanarium, Glowcean Wonderland brings Christmas to life through the mesmerising glow of marine life. Inspired by bioluminescent and fluorescent sea animals, the experience transforms festive lights, ornaments and Christmas trees into an underwater-inspired spectacle.

Families can join Manja the Manta Ray on The Glowcean Journey, following clues and collecting stamps as they discover sea jellies, corals, sea stars and other marine life. The adventure concludes at the Heart of the Glowcean, where a glowing Christmas tree features the marine animals encountered along the trail.

After dark, the celebration takes a musical turn with a K-pop-themed Silent Disco, where guests can dance to curated playlists surrounded by marine-inspired festive scenery. Korean-inspired bites add to the experience, alongside seasonal activities such as an underwater Santa dive, festive-themed dive feeds and interactive photo opportunities. The Silent Disco requires a separate ticket and will run on selected nights.

Universal Studios Singapore Turns Up the Christmas Magic

Over at Universal Studios Singapore, A Universal Christmas returns with oversized sweet-themed decorations, character encounters and a new high-energy musical spectacular.

Hollywood Boulevard will become Dazzling Dessert Studios, a candy-inspired wonderland featuring larger-than-life desserts and a towering 10-metre Confectionery Christmas tree. Guests can meet Santa Claus, Mrs Claus and other festive characters, while Hello Kitty and Kuromi from Sanrio will make special appearances at Superstar Boutique.

In New York, The North Pole Jingle Jam brings music to the centre of the festivities with immersive concert-inspired sets and an all-new musical show. The Universal Jingle Jam will feature Poppy from DreamWorks Animation’s Trolls, Sesame Street characters and Illumination’s Minions, alongside festive performers.

With sing-alongs, dancing, snowfall moments and character meet-and-greets, the experience invites visitors to become part of the Christmas spectacle rather than simply watch from the sidelines.

K-pop Beats Meet Waterpark Fun

Adventure Cove Waterpark will bring a different rhythm to the holidays with K-Wave Christmas, combining Korean pop music with seasonal activities.

At BluWater Bay, the waterpark’s resident DJ will spin K-pop favourites alongside Christmas hits, creating a lively soundtrack for selected themed activities by the pool. Korean-inspired refreshments and festive menu offerings will complete the experience for families and friends looking for a more unconventional way to celebrate the year-end holidays.

Festive Feasts and Sweet Gifts

Beyond the attractions, Season of Joy will feature an extensive selection of seasonal menus, festive treats and gourmet gifts across the resort, offering options for family gatherings, celebrations with friends and year-end gifting.

One of the highlights is the 2026 Christmas collection from Pierre Hermé Paris at Resorts World Sentosa. Inspired by the colourful world of the circus, the Circus Collection is created in collaboration with French illustrator Dimitri Rybaltchenko and features macarons, chocolates, cakes, Advent calendars and festive gift selections.

Seasonal creations include Panettone Ispahan, Panettone Infiniment Noisette and traditional buttery Stollen. The Ispahan Log Cake combines rose petal cream, raspberry compote, fresh lychee and macaron biscuit, while Anthea pairs Belize dark chocolate mousse with pistachio praline and pistachio sponge. Envie offers another indulgent option, bringing together violet mascarpone cream, blackcurrant compote and vanilla sable.

Festive afternoon tea, seasonal desserts and celebratory dining menus across the resort will provide even more opportunities for guests to reconnect over the holiday season.

Turn Christmas Into a Holiday Escape

For travellers looking to extend the celebrations, The Laurus, a Luxury Collection Resort at Resorts World Sentosa, will offer a specially curated three-day, two-night Season of Joy hotel bundle.

Available for booking from October 13, the offer applies to stays of at least two nights between November 27, 2026, and January 3, 2027.

Benefits include complimentary breakfast, admission and same-day re-entry to Universal Studios Singapore and Singapore Oceanarium for two guests, as well as Universal Express Passes during their visit. Terms and conditions apply.

The package combines accommodation, attractions and festive experiences, giving visitors more time to explore the resort throughout their holiday.

Additional concerts, entertainment and seasonal programmes will also take place across November and December, adding to the celebrations.

From underwater discoveries and theme park adventures to K-pop-inspired entertainment, festive dining and luxury stays, Season of Joy brings a diverse range of Christmas experiences together at Resorts World Sentosa.

Further details about additional festive experiences planned for December will be announced in the coming weeks. BWN-07

Pemkab. Badung Distribusikan Logistik di 38 SPBU

0
Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana saat pengerahan ASN OPD Kabupaten Badung ke 38 titik SPBU di enam kecamatan dj wilayah Badung, Kamis (15/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pimpinan daerah, mendampingi serta membantu masyarakat yang tertahan dalam antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menginstruksikan pengerahan pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Badung ke 38 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di enam kecamatan dj wilayah Badung pada Kamis (15/10).

Di bawah arahan langsung Bupati dan Wakil Bupati Badung, para petugas disiagakan di area SPBU untuk memantau situasi kelancaran lalu lintas serta menjaga kondisi fisik masyarakat selama menunggu giliran pengisian BBM.

Pimpinan Kabupaten Badung menyadari bahwa keterlambatan pasokan BBM berdampak langsung pada aktivitas harian warga, mulai dari pekerja, pelaku usaha kecil, hingga penyedia jasa transportasi. Oleh karena itu, perhatian dan uluran tangan sederhana dengan mendistribusikan air mineral dan snack yang diharapkan dapat sedikit meredakan kelelahan warga di tengah situasi sulit tersebut.

Aksi pendampingan ini dilaksanakan secara serentak di wilayah Kecamatan Abiansemal, Kuta, Kuta Selatan, Kuta Utara, Mengwi, hingga Petang. Pantauan langsung di SPBU Kapal misalnya, pengerahan personil dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana bersama Kadis Komunikasi dan Informatika, Kadis Kesehatan, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Camat Mengwi dan Lurah Kapal.

Selain memberikan bantuan logistik ringan, pimpinan daerah mengarahkan seluruh jajaran untuk memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan ketertiban lalu lintas di sekitar SPBU. Pemkab Badung melalui Dinas Perhubungan, Satpol PP, bersinergi dengan unsur TNI dan Polri guna memastikan situasi di lapangan tetap kondusif.

Ditemui di SPBU Kapal, Mengwi, Asisten Wayan Wijana menerangkan, sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati agar seluruh jajaran mengedepankan pendekatan yang ramah, santun, dan humanis selama menjalankan tugas pelayanan. Pimpinan Badung turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tertib mengantri, dan saling menghormati antar pengguna jalan hingga situasi kembali kondusif.

Sementara pembagian logistik berupa nasi bungkus dan air mineral, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi antrian BBM. “Bantuan kecil dari Pemkab Badung ini kami harapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sudah cukup lama mengantri. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian, terutama dalam hal kesehatan, keamanan, dan kenyamanan selama menunggu,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemkab Badung telah mensiagakan petugas dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan DLHK untuk mendukung kelancaran situasi di lapangan. Ambulance beserta petugas kesehatan juga disiapkan guna memberikan pertolongan apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. “Kami telah mensiagakan ambulance dan petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan jika ada gangguan kesehatan dari masyarakat,” tambahnya.BWN-HB

Bunda Anti Narkoba Badung Gencarkan Sosialisasi Berbasis Budaya

0
Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat sosialisasi P4GN di SMP Negeri 5 Abiansemal, Badung, Kamis (15/10).

Mangupura, baliwakenews.com

Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda terus digencarkan secara masif oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui pendekatan kreatif berbasis kearifan lokal. Komitmen ini diwujudkan melalui sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dikemas dalam bentuk Pagelaran Seni Budaya di SMP Negeri 5 Abiansemal, Badung, Kamis (15/10).

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BNN Kabupaten Badung, Kepala Kesbangpol Badung beserta jajaran, Kepala SMPN 5 Abiansemal, para guru, serta ratusan siswa yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias.

Acara yang mengangkat tema “Informasi dan Edukasi Melalui Pagelaran Seni Budaya P4G, Bersama Wujudkan Generasi Sehat, Bebas Narkoba, Berbudaya dan Berdaya Saing” ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional. Melalui pementasan tarian adat, tabuh gamelan, dan teater kreatif, para siswa diajak memahami dampak buruk narkoba secara interaktif.

Dalam sambutannya, Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak sekolah, pendidik, dan siswa yang telah berkolaborasi aktif menyelenggarakan kegiatan edukatif ini. Menurutnya, pelestarian seni dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun imunitas sosial remaja.

“Seni dan budaya adalah warisan paling berharga yang kita miliki di Bali. Ketika kita mencintai budaya, kita sedang membangun fondasi karakter yang kuat. Karakter yang kokoh inilah yang akan melindungi anak-anak kita dari godaan narkoba. Masa depan yang cerah dimulai dari diri yang sehat, bebas narkoba, dan berbudaya luhur,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa lembaga pendidikan formal harus menjadi benteng pertahanan utama dalam memitigasi potensi ancaman narkotika. Sinergi yang kuat antara pihak sekolah, lingkungan keluarga, dan peranan masyarakat sangat diperlukan agar pesan-pesan pencegahan dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Melalui pagelaran seni ini, pesan edukasi mengenai bahaya laten narkoba diharapkan dapat melekat erat dalam sanubari generasi muda di Badung demi mewujudkan lingkungan sekolah yang cerdas secara intelektual, tangguh secara moral, serta sehat secara fisik.BWN-HB

UMKM Hijau Binaan BI Bali Tampil di ISEF 2026, DINZ Handmade Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

0
Sumber: (Humas) PAMERAN - BI Provinsi Bali dorong UMKM binaan dalam ajang ISEF 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di JCC, Jakarta.

Denpasar, Baliwakenews.com

Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui partisipasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali saat ini adalah Achris Sarwani mengatakan partisipasi UMKM Bali dalam ajang nasional tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperluas pasar, tetapi juga memperkenalkan praktik usaha berkelanjutan yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Salah satu yang menjadi sorotan adalah DINZ Handmade. UMKM binaan/mitra BI Bali ini terpilih untuk menampilkan produknya di booth khusus UMKM hijau pada ISEF 2026,” ungkapnya.

DINZ Handmade dinilai memiliki praktik bisnis yang sejalan dengan prinsip ekonomi hijau, terutama melalui keberhasilannya mengolah limbah produksi menjadi produk baru yang memiliki nilai komersial.

“Inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah tidak selalu berakhir sebagai bahan yang terbuang. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, sisa produksi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru, ” ujar Achris.

BI Bali Raih Apresiasi atas Pengembangan UMKM Hijau

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali mendapatkan apresiasi dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) atas keberhasilan mengimplementasikan praktik bisnis hijau bagi UMKM dan Pelaku Usaha Syariah (PUS) binaan maupun mitra melalui Program Inovasi UMKM Hijau Bali Tahun 2026.

Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian satu booth khusus UMKM hijau di ISEF 2026. Booth ini menjadi ruang bagi UMKM terpilih untuk memperkenalkan inovasi produk sekaligus menjadi contoh pengembangan usaha berkelanjutan bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) lainnya.

Program ini sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan, inklusif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pengembangan UMKM hijau menjadi penting karena pelaku usaha tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang kompetitif, tetapi juga perlu memperhatikan efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, dan dampak aktivitas produksi terhadap lingkungan.

DINZ Handmade Berdayakan Kelompok Perempuan

Keunggulan DINZ Handmade tidak hanya terletak pada inovasi pengolahan limbah produksi. Dalam menjalankan usahanya, UMKM ini juga berhasil memberdayakan kelompok perempuan di wilayahnya untuk terlibat dalam proses produksi.

Keterlibatan tersebut membuka ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitar.

Model usaha seperti ini memperlihatkan bahwa penerapan prinsip bisnis hijau dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Nilai ekonomi yang dihasilkan tidak hanya berasal dari produk yang dipasarkan, tetapi juga dari peluang kerja dan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat yang terlibat.

Melalui keikutsertaan DINZ Handmade dalam ISEF 2026, praktik pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual serta pemberdayaan perempuan dari Bali mendapat kesempatan untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

Perkuat Daya Saing UMKM Bali

Partisipasi UMKM binaan dan mitra BI Bali dalam ISEF 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal sekaligus memperluas penerapan praktik usaha berkelanjutan.

Selain DINZ Handmade yang mengisi booth khusus UMKM hijau, sejumlah UMKM dan PUS binaan/mitra KPwBI Bali lainnya juga terpilih mengikuti rangkaian kegiatan ISEF 2026.

Keterlibatan pelaku usaha Bali dalam festival tersebut diharapkan dapat memperluas akses promosi, memperkuat jejaring bisnis, serta membuka peluang pengembangan pasar bagi produk lokal.

Melalui inovasi, penerapan prinsip ekonomi hijau, dan pemberdayaan masyarakat, UMKM Bali memiliki peluang untuk tumbuh tidak hanya dari sisi penjualan, tetapi juga dari kualitas proses produksi dan manfaat sosial yang dihasilkan.

Langkah ini sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif serta berkelanjutan. BWN-03

Antrean BBM Denpasar Mengular, Pemkot dan Perumda Turun ke SPBU Bagikan 300 Nasi Bungkus

0
Sumber: (Humas) BAGI NASI - Pemkot Denpasar bagikan lebih dari 300 nasi bungkus dan air minum kepada warga yang masih bertahan mengantre BBM, Kamis (15/10/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Denpasar memantik aksi solidaritas dari Pemerintah Kota Denpasar. Sebanyak lebih dari 300 nasi bungkus dan air minum dibagikan kepada warga yang masih bertahan mengantre, Kamis (15/10/2026) siang.

Aksi kemanusiaan yang melibatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan tiga perusahaan umum daerah (Perumda) Kota Denpasar ini menyasar masyarakat yang berpotensi mengalami kelelahan akibat panjangnya waktu tunggu untuk mendapatkan BBM.

Di tengah gangguan distribusi BBM yang berdampak pada aktivitas warga di Bali, pembagian makanan dan minuman tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak langsung.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, I Wayan Suadi Putra, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Wali Kota Denpasar sebagai upaya membantu warga menghadapi situasi sulit.

“Atas arahan Bapak Wali Kota Denpasar, di tengah situasi yang menyulitkan, jajaran Perumda Kota Denpasar hari ini serentak bergerak untuk membagikan nasi dan air minum sebagai bentuk kepedulian dan semangat saling membantu di tengah kondisi ini,” ungkap Wayan Suadi.

Delapan Titik SPBU Jadi Sasaran Pembagian

Pembagian nasi bungkus dan air minum dilakukan di sejumlah titik SPBU yang mengalami kepadatan antrean di Denpasar.

Lokasi yang menjadi sasaran kegiatan meliputi SPBU kawasan Gatot Subroto, Jalan Raya Puputan, Jalan Setiabudi, Jalan Pulau Buton, Jalan Kamboja, Jalan Imam Bonjol, Jalan Hayam Wuruk, serta SPBU di sekitar Pasar Anyar Sari.

Kegiatan tersebut melibatkan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS), dan Perumda Pasar Sewakadarma.

Dukungan juga datang dari sejumlah OPD Pemkot Denpasar, antara lain Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perhubungan, jajaran camat, perbekel, lurah, dan perangkat daerah lainnya.

Keterlibatan lintas instansi ini diharapkan memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang masih menunggu pengisian BBM di berbagai kawasan kota.

Bukan Hanya Berbagi Makanan, Petugas Bantu Urai Kepadatan

Selain membagikan makanan dan minuman, jajaran Perumda Kota Denpasar turut membantu mengatur kepadatan arus kendaraan di sekitar SPBU.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi kemacetan yang muncul akibat antrean kendaraan, sekaligus menjaga situasi tetap tertib di sekitar lokasi pengisian BBM.

Menurut Wayan Suadi, aksi berbagi ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang harus menunggu lama di tengah belum pulihnya distribusi BBM.

Pihaknya juga mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan selama situasi tersebut berlangsung.

“Vasudhaiva Kutumbakam” atau semangat bahwa seluruh umat manusia merupakan satu keluarga menjadi nilai yang ingin terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Kota Denpasar.

Di tengah upaya pemulihan distribusi BBM di Bali, aksi solidaritas ini menjadi pengingat bahwa penanganan dampak krisis tidak hanya membutuhkan percepatan pasokan, tetapi juga kepedulian terhadap warga yang menghadapi kesulitan secara langsung. BWN-03

Antrean BBM Bali Belum Terurai, Koster Sidak Depo Pesanggaran, 40 Truk Tangki Dikerahkan

0
Sumber: (Humas) SIDAK - Gubernur Bali, Wayan Koster kembali turun langsung ke Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kamis (15/10/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah dan Pertamina. Gubernur Bali, Wayan Koster kembali turun langsung ke Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kamis (15/10/2026), untuk memastikan percepatan distribusi berjalan dan pasokan segera menjangkau SPBU yang mengalami kekosongan.

Dalam peninjauan tersebut, Koster bertemu Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, guna mengevaluasi ketersediaan stok, penambahan armada pengangkut, serta langkah konkret mengurai antrean kendaraan.

Pertamina mengerahkan 40 mobil tangki untuk melayani 92 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung. Selain itu, tambahan pasokan BBM dijadwalkan masuk secara bertahap hingga akhir pekan.

Meski demikian, pemerintah dan Pertamina masih harus memastikan pasokan tersebut benar-benar tersalurkan secara merata. Sebab, ketersediaan BBM di depo tidak otomatis membuat antrean di SPBU langsung berakhir jika distribusi ke titik pelayanan belum optimal.

Koster Minta Distribusi BBM Dipercepat ke Seluruh Bali

Koster menegaskan, persoalan BBM di Bali tidak cukup diselesaikan dengan memastikan ketersediaan stok. Kecepatan pengiriman dan pemerataan distribusi hingga ke SPBU juga harus menjadi prioritas.

Ia meminta Pertamina mengoptimalkan penyaluran BBM ke wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, dan daerah lainnya agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang.

Untuk mempercepat pergerakan armada, Koster juga berkoordinasi dengan Polda Bali agar truk tangki BBM mendapat pengawalan dari depo menuju SPBU.

“Saya juga minta bantuan Polda Bali untuk mengawal pergerakan truk tangki agar lebih cepat,” ujar Koster.

Menurutnya, langkah percepatan harus berorientasi pada pemulihan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah juga akan mengevaluasi efektivitas berbagai skema penanganan apabila antrean belum berkurang secara signifikan.

“Proses distribusi dan penguraian antrean menjadi fokus kita karena stok relatif aman,” tegasnya.

Tambahan BBM 4 Juta Liter Tiba, Pertalite 48 Juta Liter Menyusul

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa kendala proses sandar kapal pada 11 Oktober 2026 sempat memengaruhi kelancaran pasokan BBM di Bali.

Pertamina kini terus mengoptimalkan pengiriman dan menambah pasokan untuk memulihkan kondisi di SPBU. Menurut Mars Ega, stok di sejumlah SPBU mulai meningkat secara bertahap, meskipun masih terdapat lokasi yang mengalami kekosongan.

“Kami optimistis mendekati situasi normal,” ujarnya.

Dari sisi pasokan, sekitar 4 juta liter BBM dijadwalkan tiba di Depo Pesanggaran pada Kamis sore hingga malam. Sementara itu, stok BBM di Depo Manggis dilaporkan mencapai sekitar 6,3 juta liter.

Pertamina juga mempercepat pemindahan pasokan dari Depo Manggis ke Pesanggaran untuk menopang kebutuhan distribusi, terutama di Bali bagian selatan. Dengan tambahan tersebut, stok di Pesanggaran diproyeksikan mencapai sekitar 5 juta liter.

Pasokan berikutnya berupa 16 juta liter Pertalite dijadwalkan tiba pada Jumat (16/10/2026), disusul 32 juta liter Pertalite pada Sabtu (17/10/2026). Berdasarkan keterangan Pertamina, kapal pengangkut pasokan pertama masih berada di perairan Madura.

Kedatangan pasokan tersebut diharapkan memperkuat stok dan mendukung percepatan pengiriman ke SPBU. Namun, realisasi kedatangan kapal dan distribusi lanjutan tetap menjadi faktor penentu pemulihan pelayanan di lapangan.

40 Mobil Tangki Dikerahkan untuk 92 SPBU

Untuk meningkatkan kecepatan pengiriman, Pertamina menambah delapan mobil tangki sehingga total armada yang dikerahkan mencapai 40 unit untuk melayani 92 SPBU di Denpasar dan Badung.

Penambahan armada tersebut diharapkan meningkatkan frekuensi pengiriman dari depo sehingga SPBU dapat lebih cepat mengisi kembali stok yang menipis.

Pertamina juga menguji coba skema pelayanan BBM menggunakan wadah berkapasitas tertentu di tiga SPBU. Dalam uji coba tersebut, disiapkan wadah berkapasitas empat liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil.

Skema ini ditujukan sebagai alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU. Namun, efektivitas dan aspek keselamatannya masih akan dievaluasi sebelum penerapan dipertimbangkan di lokasi lain.

Penerapan skema tersebut juga perlu memperhatikan prosedur keselamatan penanganan BBM agar upaya mempercepat pelayanan tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat maupun petugas.

Koster Pantau Antrean di SPBU Sesetan

Setelah meninjau Depo Pesanggaran, Koster bersama jajaran Pertamina Patra Niaga melanjutkan pemantauan ke SPBU di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan.

Di lokasi tersebut, Koster melihat langsung kondisi antrean dan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menyapa warga yang telah mengantre sejak pagi serta memantau uji coba pelayanan menggunakan wadah berkapasitas tertentu.

Koster meminta masyarakat tetap bersabar sembari pemerintah dan Pertamina mempercepat distribusi BBM.

“Sabar ya, sabar. Stok kita sudah makin banyak,” ujar Koster kepada salah seorang warga.

Peninjauan berulang ke depo dan SPBU menunjukkan bahwa percepatan distribusi masih menjadi fokus utama penanganan antrean BBM di Bali.

Tantangan berikutnya adalah memastikan tambahan pasokan, armada tangki, dan pengawalan distribusi benar-benar berdampak pada berkurangnya waktu tunggu masyarakat.

Pemerintah Provinsi Bali berharap pelayanan SPBU segera kembali normal sehingga mobilitas warga, kegiatan usaha, dan aktivitas pariwisata tidak terus terganggu akibat antrean BBM. BWN-03

Antrean BBM Bali Belum Normal, Koster Gandeng Kapolda Kawal Truk Tangki hingga SPBU

0
Sumber: (Humas) KOORDINASI - Gubernur Bali, Wayan Koster saat pertemuan dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce di Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026).

Denpasar, Baliwakenews.com

Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Gubernur Bali, Wayan Koster kini memperkuat koordinasi dengan Polda Bali untuk mempercepat distribusi BBM sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

Dalam pertemuan dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce di Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026), kepolisian menyatakan kesiapan mengawal truk tangki Pertamina dari Depot Manggis menuju wilayah distribusi serta menyiagakan personel untuk mengamankan SPBU.

Langkah ini diharapkan memperlancar mobilitas kendaraan pengangkut BBM, menjaga ketertiban antrean, dan mempercepat pemulihan pasokan di tengah tingginya kebutuhan bahan bakar di Pulau Dewata.

Namun, percepatan distribusi masih menjadi pekerjaan mendesak. Koster mengungkapkan, berdasarkan pemantauannya di sejumlah SPBU, masih ada lokasi yang belum mampu memberikan pelayanan secara optimal.

Kebutuhan BBM Denpasar-Badung Capai 1 Juta Liter per Hari

Koster mengungkapkan kebutuhan BBM di wilayah Denpasar dan Badung mencapai sekitar satu juta liter per hari. Tingginya kebutuhan tersebut turut dipengaruhi masyarakat yang kembali mengisi bahan bakar setelah sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan pasokan.

“Kondisi ini membuat percepatan pengiriman dan pengisian ulang stok di SPBU menjadi faktor penting untuk mengurai antrean, ” ujarnya.

Sebelumnya, Koster telah meminta Pertamina mempercepat pasokan BBM ke SPBU, termasuk mengupayakan pengiriman sedikitnya empat truk tangki ke setiap SPBU agar ketersediaan stok dapat segera dipulihkan.

Dengan pengiriman yang lebih cepat dan teratur, waktu tunggu pengisian ulang diharapkan semakin singkat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih lama.

Koster berharap antrean mulai berkurang pada Kamis (15/10/2026). Akan tetapi, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa pemulihan pelayanan belum merata.

Polda Bali Siapkan Pengawalan Truk Tangki dan Pengamanan SPBU

Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat distribusi BBM.

Selain mengawal truk tangki Pertamina dari Depot Manggis, personel kepolisian disiagakan untuk membantu menjaga ketertiban di SPBU. Pengamanan ini juga ditujukan untuk mendukung kelancaran kendaraan pengangkut BBM agar tidak terkendala selama proses distribusi.

Polda Bali turut menawarkan alternatif penanganan antrean, termasuk kemungkinan penerapan sistem ganjil-genap. Namun, opsi tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum dapat diterapkan.

“Sinergi pemerintah daerah, Pertamina, dan kepolisian kami harapkan tidak hanya mengurai antrean kendaraan, tetapi juga memastikan distribusi BBM berlangsung tertib dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, ” tandasnya.

Lima Orang Diamankan Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM

Di tengah upaya pemulihan pasokan, Polda Bali juga menyoroti dugaan penyalahgunaan BBM yang berpotensi mengganggu distribusi.

Pasma Royce mengungkapkan, kepolisian telah mengamankan lima orang yang diduga melakukan penimbunan BBM untuk kemudian dijual kembali secara eceran menggunakan botol.

Penindakan tersebut menjadi bagian dari pengawasan distribusi BBM agar penyaluran bahan bakar berlangsung sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan masyarakat.

Meski demikian, penanganan antrean tidak cukup hanya melalui pengamanan dan penindakan. Kelancaran pasokan serta kepastian jadwal distribusi tetap menjadi kunci agar masyarakat tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Koster: Keamanan Bali Juga Jadi Prioritas

Pertemuan di Jayasabha tersebut merupakan kunjungan perdana Pasma Royce kepada Koster sejak menjabat sebagai Kapolda Bali.

Dalam kesempatan itu, Pasma meminta dukungan Gubernur Bali dalam menjalankan tugas kepolisian sekaligus menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

Koster menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia membutuhkan dukungan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain persoalan distribusi BBM, sejumlah isu yang turut menjadi perhatian adalah pelanggaran lalu lintas oleh wisatawan dan peredaran narkotika.

Bagi Bali, pemulihan distribusi BBM memiliki arti penting karena kelancaran transportasi turut menopang aktivitas ekonomi, mobilitas warga, serta operasional sektor pariwisata.

Karena itu, koordinasi antara Pemprov Bali, Polda Bali, dan Pertamina diharapkan mampu mempercepat normalisasi pelayanan BBM sekaligus menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. BWN-03

Tekan Mobilitas, Made Wijaya Dukung Sekolah Daring

0
DPRD-Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya

Mangupura, Baliwakenews.com


Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya, mendukung penerapan pembelajaran daring sebagai langkah sementara untuk mengurangi mobilitas kendaraan di tengah antrean bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di Bali.

Menurut Wijaya, kebijakan tersebut dapat membantu mengurai kemacetan sekaligus meringankan beban orang tua siswa yang harus mengantar dan menjemput anak di tengah kesulitan mendapatkan BBM.

“Seperti saat pandemi, kita bisa daring. Itu salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan,” ujar Wijaya saat dihubungi di Badung, Kamis (15/10).

Ia menilai, aktivitas antar-jemput siswa turut menambah kepadatan kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah. Karena itu, ia mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan kabupaten/kota berkoordinasi agar penyesuaian kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

“Kebijakan daring untuk membantu mengatasi kesemrawutan ini. Jangan sampai menambah beban orang tua siswa yang juga membutuhkan BBM,” tegasnya.

Selain mengurangi mobilitas, Wijaya mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap antrean di SPBU. Ia meminta pihak terkait mengantisipasi potensi penimbunan BBM yang dapat memperburuk situasi hingga memicu kericuhan.

Ia juga menyoroti keterbatasan tenaga operasional SPBU yang membuat pelayanan selama 24 jam tidak selalu memungkinkan. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan koordinasi antarpihak dan langkah konkret untuk menjaga kelancaran distribusi BBM.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung menerapkan pembelajaran daring pada 15–17 Oktober 2026. Penyesuaian sistem kerja melalui work from home (WFH) juga diberlakukan pada periode yang sama untuk menekan mobilitas masyarakat.

Pemerintah bersama Pertamina, TNI-Polri, dan pemangku kepentingan terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Bali. BWN-05

157.875 Penonton Padati MotoGP Mandalika 2026, Naik 12,5 Persen

0
NTB: Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa NTB, berhasil mencatatkan rekor jumlah penonton sebanyak 157.875 orang.

Mandalika, baliwakenews.com


Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil mencatatkan rekor jumlah penonton sebanyak 157.875 orang. Jumlah tersebut meningkat 12,5 persen dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang mencapai 140.324 penonton.


Peningkatan ini memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap MotoGP Mandalika sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi wisata olahraga (sport tourism) Indonesia yang menarik perhatian dunia. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan rekor jumlah penonton menjadi bukti meningkatnya daya tarik Mandalika sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.


“Rekor jumlah penonton ini bukan sekadar tentang angka. Ini adalah kebanggaan Indonesia. Kita membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga kelas dunia sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. MotoGP Mandalika harus terus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal dunia,” ujar Maya.


Pada balapan utama MotoGP 2026, Marco Bezzecchi berhasil keluar sebagai juara. Sementara itu, Izan Guevara memenangi kelas Moto2, sedangkan Maximo Quiles menjadi pemenang Moto3 sekaligus mengunci gelar Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika. Ajang ini juga menjadi panggung bagi pembalap Indonesia untuk menunjukkan kemampuan di hadapan publik sendiri. Veda Ega Pratama berhasil finis di posisi keenam kelas Moto3, sedangkan Mario Suryo Aji menyelesaikan balapan Moto2 di posisi ke-20.


Kehadiran kedua pembalap nasional tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem motorsport Indonesia. Selain memberikan kesempatan bagi pembalap lokal tampil di ajang internasional, MotoGP Mandalika diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk berkompetisi di tingkat dunia.


Sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, InJourney bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) terus memperkuat ekosistem pariwisata Mandalika. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan destinasi, peningkatan konektivitas, serta pelibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.


Dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP juga menjadi perhatian. Pada 2025, ajang tersebut melibatkan lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dan lebih dari 600 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penyelenggaraan tahun lalu diperkirakan memberikan dampak ekonomi nasional mencapai Rp4,96 triliun.


Capaian tersebut menjadi acuan dalam pengembangan penyelenggaraan tahun ini, seiring meningkatnya jumlah penonton dan aktivitas ekonomi selama rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Maya menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak hanya diukur dari kelancaran balapan dan jumlah penonton, tetapi juga dari manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta perkembangan sektor pariwisata.


“Bagi kami, keberhasilan MotoGP tidak berhenti ketika bendera finish dikibarkan. Legacy yang ingin dibangun adalah ketika semakin banyak wisatawan datang ke Mandalika, semakin banyak UMKM tumbuh, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan semakin kuat posisi Indonesia di peta pariwisata dunia. Inilah bagaimana MotoGP menjadi bagian dari perjalanan Indonesia Mendunia,” katanya.


Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kesuksesan penyelenggaraan tahun ini. Dukungan tersebut datang dari pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, aparat keamanan, mitra sponsor, komunitas, pelaku UMKM, relawan, serta masyarakat Nusa Tenggara Barat.


Menurut Troy, penyelenggaraan ajang internasional berskala besar membutuhkan koordinasi dan kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MotoGP di The Mandalika pada masa mendatang. Selain memastikan kelancaran balapan, penyelenggaraan MotoGP juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan, memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Pengalaman dari penyelenggaraan 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan koordinasi antarpihak, kesiapan operasional, dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan event berikutnya.


“Kami ingin setiap penyelenggaraan MotoGP di Mandalika memberikan nilai tambah yang semakin besar, tidak hanya bagi kawasan dan industri pariwisata, tetapi juga bagi masyarakat NTB. Karena itu, sinergi yang telah terbangun perlu terus dijaga agar manfaat penyelenggaraan event internasional dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tutup Troy. BWN-04