Penolakan Masyarakat Mereda, PMI Diminta Tertib Jalani Karantina

0
Penolakan Masyarakat Mereda, PMI Diminta Tertib Jalani Karantina

Denpasar, baliwakenews.com
Ketua harian Gugus Tugas Percepatan penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan saat ini tidak ada lagi laporan penolakan terhadap tempat karantina di Kabupaten/Kota. Menurutnya, ini menjadi tanda bahwa masyarakat semakin memahami protokol penanganan pasien Covid-19. “Gugus tugas tidak menerima lagi laporan tentang penolakan atau pengucilan oleh masyarakat terhadap saudara PMI kita yang baru tiba di Bali,” ujarnya Senin (27/4) petang.

Sebagai kompensasi terhadap keterbukaan masyarakat Bali, ia mengingatkan agar Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikarantina tetap disiplin menjaga kebersihan dan kesehatan selama masa karantina, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan berolah raga. “Dimana pun berada baik di tempat karantina maupun di rumah, PMI harus disipli,” tegasnya. Kepada seluruh PMI, baik yang tiba sebelum tanggal 22 maret atau setelahnya agar memeriksakan diri.

Bagi yang belum menjalani rapid tes, kata Dewa Indra, dapat segera menghubungi puskesmas terdekat untk menjalani tes. Jika rapid tes kit tidak tersedia di puskesmas terdekat, agar menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dewa Indra memastikan jumlah rapid tes mencukupi. Jika hasilnya positif, maka akan dilanjutkan dengan tes PCR dan SWAB. “Jangan tidak melakukan rapid tets selama masa karantina belum berakhir, karena itu bisa membahayakan masyarakat,” imbuhnya.

Setelah itu, pejabat asal Kabupaten Buleleng ini juga menghimbau masyarakat Bali untuk jangan mudik terlebih dahulu. Baik bagi masyarakat Bali yang asalnya daro luar Bali atau pun masyarakat Bali yang tinggal di luar pulau untyk tahan dulu keinginan mudik demi kepentingan bersama. Jika memaksa untuk mudik, dipastikan hal tersebut akan menyulitkan masyarakat sendiri. Karena akan banyak terdapat cek point oleh gugus tugas yang tersebar di kabupaten/kota.

“Setiap melintas aka nada pemeriksaan, jadi jika ada indikasi mudik, maka akan disuruh putar balik. Untuk itu, daripada menyulitkan diri sendiri, lebih baik tidak usah mudik. Ini salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” pungkasnya. BW-06

Hasil Rapid Test Negatif, 16 PMI di Rumah Singgah Diperbolehkan Pulang

0
Rapid test di Wantilan Gedung DPRD Badung, Senin (27/4).

Mangupura, baliwakenews.com

Kabar gembira datang dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung selaku bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung. Dimana setelah melakukan rapid test terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di salah satu hotel di kawasan Kuta yang dilaksanakan pada Senin (27/4), dari 55 PMI yang di rapid test hasilnya semuanya negatif. Bahkan dari 55 PMI tersebut, 16 orang diantaranya sudah diperbolehkan pulang karena sudah sesuai dengan protokol kesehatan dengan telah menjalani masa karantina selama 14 hari. Hal tersebut disampaikan oleh Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta selaku Koordinator Satuan Tugas Operasi di Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid -19 Kabupaten Badung.

Lebih lanjut dr. Gunarta mengatakan pada hari yang sama juga dilaksanakan rapid test yang bertempat di Wantilan Gedung DPRD Badung dimana kegiatan ini adalah screening awal terhadap adanya  kasus-kasus yang tersebar di Kabupaten Badung sehingga menjadi tugas dari Diskes untuk  melakukan mitigasi dan surveilance terhadap kasus Covid-19. Rapid tes ini membutuhkan waktu sekitar 15 – 20 menit per orang setiap tesnya dan untuk mengetahui hasilnya dengan melibatkan rata-rata sebanyak 7-9 orang tenaga medis maupun paramedis.

Dikatakan, ketika hasilnya negatif, akan ada pengulangan kembali untuk diperiksa lagi (negatif false) minimal setelah 7-10 hari atau sekitar tanggal 5 Mei mendatang dengan maksud menunggu terbentuknya anti body dari subjek test muncul untuk mendapatkan hasil yang lebih valid lagi. Sedangkan kalau ada yang hasilnya positif, langsung diadakan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan swab/swab test dengan  metode PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dilaksanakan di rumah sakit. Namun karena adanya Surat Edaran (SE) dari Gubernur, bila hasil pemeriksaan di kab/kota ada rapid positif maka pemeriksaan dialihkan ke rumah singgah di kawasan Kuta dimana pemeriksaannya di tindaklanjuti oleh Gugus Tugas Provinsi.

Sementara itu Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Diskes Badung I Gusti Agung Alit Naya yang juga Koordinator Bidang Pencegahan di Satgas mengatakan yang menjadi sasaran pada rapid test hari Senin ini di Wantilan Gedung DPRD adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pelaku Perjalanan Non PMI (PP Non PMI), yang menjalani isolasi mandiri di rumah (bukan yang karantina di hotel) dengan jumlah keseluruhan adalah 57 orang.

Dikatakan dari 57 orang yang di rapid test, 1 orang menunjukkan hasil reaktif (positif), dimana yang positif ini sudah dilakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Provinsi, pihak dari Gugus Kabupaten mengantar yang bersangkutan ke rumah singgah yang di Kuta guna dilakukan tindak lanjut oleh Gugus Tugas Provinsi dengan melakukan swab test.

Lebih lanjut Alit Naya kembali mengingatkan untuk jadwal rapid test, hari Senin sampai Rabu ini dilaksanakan di Wantilan DPRD Badung, untuk hari Kamis hingga Sabtu dilaksanakan di BKIA Abianbase Kuta. Dilanjutkan untuk pemeriksaan pada hari Selasa (28/4) akan diambil dari wilayah Puskesmas Mengwi I dan Puskesmas Mengwi II serta ditambahkan rapid test bagi masyarakat yang belum dites Senin ini. Dan pada hari Selasa (28/4) juga dilaksanakan rapid test bagi PMI lainnya yang dikarantina di rumah singgah. (HB)

Pencuri Obok-obok SMP PGRI 7 Panjer, 17 Laptop Raib

0
DIBOBOL-SMP PGRI 7 Panjer, Denpasar Selatan, dibobol garong, Minggu (26/4/2020).

Denpasar, baliwakenews.com

SMP PGRI 7 Panjer, Denpasar Selatan, dibobol garong, Minggu (26/4). Dalam peristiwa tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian Rp 59.500.000 setelah 17 laptop digondol pelaku.

Informasi dihimpun, kasus tersebut pertama kali diketahui oleh seorang waker, I Made Wija (55). “Pada Senin (27/4/2020) sekitar pukul 06.00, saksi datang ke sekolah untuk bersih-bersih. Dan ternyata pintu ruangan komputer rusak dicongkel. Setelah dicek, belasan unit laptop hilang,” bebernya.

Peristiwa pencurian itu lantas dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan oleh guru komputer I Nyoman Budi Suartika (52). Polisi yang melakukan penyelidikan ke TKP menduga jika pelakunya berjumlah lebih dari satu orang. Modus pelaku, mendatangi sekolah saat situasi sekitar sepi. “Dari 17 unit laptop yang hilang, kerugian diperkirakan mencapai Rp 59.500 juta,” beber sumber.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika yang dikonfirmasi membenarkan kejadian. Dia mengatakan pihaknya masih menyelidiki dan mengejar pelakunya. “Masih kami selidiki, sabar doakan mudah-mudahan cepat terungkap,” terang mantan Kanitreskrim Polsek Ubud Gianyar ini. BW-03

Gelap Mata, Pria Asal Petang Hajar Temannya dengan Pedang

0
LUKA-Liyono (31) mengalami luka robek ringan di kepala usai diserang oleh temannya.
Pedang dipakai menyerang korban

Mangupura, baliwakenews.com-Hanya gara-gara emosi, Fahrun (42) menyerang temannya yakni Liyono (31), dengan sebilah pedang, pada Senin (27/4/2020) sekitar pukul 11.00. Untungnya, pelaku belum sempat membuka sarung pedang, dan korban hanya mengalami luka robek ringan di kepala. Kasus penganiayaan di salah satu bengkel las di Banjar Angantiga, Petang, Badung itu telah ditangani Polsek Petang.

Informasi dihimpun, korban dan pelaku tinggal sama-sama di Banjar Angantiga, Petang. Keduanya diduga sempat terlibat selisih paham hingga membuat Fahrun emosi. “Pelaku masih diperiksa. Untuk motif masih didalami. Yang jelas diawali salah paham,” ujar sumber petugas.

Dilanjutkannya, awalnya korban sedang duduk di bengkel las sambil minum kopi. Tiba-tiba pelaku datang dan menyerang korban tanpa basa-basi. “Pelaku memukul kepala korban dengan pedang yang masih ada sarungnya. Akibatnya korban mengalami luka terbuka di kepala bagian dengan 2 jaritan,” tegasnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa yang dikonfirmasi membenarkan kasus penganiayaan itu. “Telah ditangani Polsek Petang untuk proses hukum lebih lanjut,” tegasnya. BW-03

Pelaku Fahrun (42)

Gempa Bumi Guncang Sumbawa

0
Lokasi Gempa: Lokasi Gempa yang dirasakan di Sumbawa menurut BMKG.

Tuban, Baliwakenews.com
Kota Sumbawa, NTB diguncang gempabumi tektonik Senin, (27/04) 2 pukul 14.58.01 WITA.
Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=3,7. Episenter terletak pada koordinat 8,29 LS dan 117,51 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 24 km TimurLaut SUMBAWA-NTB, pada kedalaman 10 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas sesar naik busur belakang Flores ( Flores Back Arc Trust),” ujar Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Drs.M. Taufik Gunawan, Dipl SEIS dalam rilisnya.
Untuk dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan ( Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Sumbawa dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda yang digantung bergoyang ).
“Hingga pukul 15:30 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ),” ujarnya sembari mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BW-04

Sanksi Adat Menanti Jika Tak Gunakan Masker

0
WAJIB MASKER - Desa Adat Intaran Sanur, saat melakukan sosialisasi pengunaan wajib masker kepada warga yang masuk wilayahnya, Senin (27/4/2020).

Denpasar, baliwakenews.com

Desa Adat Intaran Sanur, melakukan sosialisasi pengunaan wajib masker kepada warga yang masuk wilayahnya, Senin (27/4/2020). Sosialisasi yang berlangsung selama tiga hari ini, nantinya akan disiapkan dengan penerapan sanksi denda bagi warga yang tak menggunakan masker pada, 1 Mei mendatang.

Sebanyak 20 titik akses masuk ke wilayah Desa Adat Intaran dijaga ketat pecalang dan seka teruna. Setiap pengendara yang lewat wilayah tersebut, baik warga asli Desa Adat Intaran maupun dari luar dipantau. Jika ada yang tak memakai masker, langsung diberhentikan dan diberikan pemahaman. Bahkan beberapa warga yang bandel dan tidak menggunakan masker diminta untuk melakukan push up sebagai bentuk teguran. Setelah itu, mereka diberikan masker oleh seka teruna dan langsung diminta untuk memakainya.

Bendesa Adat Intaran, I Gusi Agung Alit Kencana, mengatakan yang jadi masalah terkait penggunaan masker diwilayahnya, yakni warga luar desa adat termasuk wisatawan asing. “Kami wajibkan penggunaan masker karena kasus positif Covid-19 di Sanur mengalami peningkatan tajam,” kata Alit Kencana.

Dalam sosialisasi yang berlangsung selama tiga hari ini juga dibagikan sebanyak 2.000 masker kepada masyarakat yang belum menggunakan masker. “Pada 1 Mei, sanksi akan mulai diberlakukan, baik untuk krama desa, maupun krama tamiu (duktang) jika masuk ke wilayah kami tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Untuk masyarakat luar yang melintas tanpa menggunakan masker tidak diberikan masuk wilayahnya. Jika yang melanggar merupakan krama Desa Adat Intaran, maka akan dikenakan sanksi berupa denda 5 kg beras, serta sanksi bekerja sosial dengan membersihkan palemahan Desa Adat Intaran, seperti Setra Medura, Setra Pantai Karang, serta pasar tradisional selama tiga hari. “Pelanggar juga akan disidang dengan menghadirkan kelihan banjar dan seka teruna. Kita berharap banjar juga mengetahuinya,” ucapnya.

Penerapan sanksi ini juga berlaku untuk pedagang dan pembeli, baik di pasar, warung maupun toko. “Untuk pedagang yang melanggar, akan diberikan sanksi berupa penutupan warung, toko maupun tempat berjualan,” tegasnya.

Untuk melakukan pemantauan, pihaknya akan menerjunkan semua pecalang di Desa Adat Intaran termasuk pecalang dari 20 banjar. Penjagaan dilakukan selama 24 jam dengan pembagian petugas tiga shift. “Kami harus tegas sekarang, kalau tidak tegas akan sulit mengatur. Kami juga koordinasi dengan pemerintah untuk pengaturan warga luar, seperti wisatawan karena pararem yang ada di Desa Adat Intaran hanya berlaku bagi krama saja, sementara orang luar tidak bisa,” tandasnya. BW-02

Gandeng Hiswana, Pertamina Salurkan Logistik ke Pemprov Bali

0
Gandeng Hiswana, Pertamina Salurkan Logistik ke Pemprov Bali

Denpasar, baliwakenews.com
Pertamina dan Hiswana Migas DPC Bali menyalurkan logistik kepada Pemerintah Provinsi Bali pada Senin (27/4). Penyerahan logistik itu diterima secara simbolis oleh Wakil Gubernur, Cokorda Artha Ardana Sukawati didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, Made Rentin, di Gedung Jaya Sabha, Kantor Gubernur Bali, Sumerta Klod, Denpasar. Logistik ini berupa bahan bakar gas, sembilan bahan pokok dan sarana kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Wagub yang akrab disapa Cok Ace mengucap terimakasih atas bantuan dari Pertamina dan Hiswana Migas. Bantuan semacam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat situasi sekarang ini. Tentunya, penyaluran bantuan ini diupayakan tetap sasaran. Untuk itu, Pemprov Bali melalui Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Bali terus memperbaharui data warga yang layak menerima bantuan.

“Jadi kami menginginkan bantuan tersebut adil dan merata sehingga tidak ada kesan pilih kasih di masyarakat, untuk itu Bapak Gubernur Bali juga telah mengeluarkan instruksi kepada Bendesa Adat se-Bali untuk melakukan pendataan, sehingga kedepannya bantuan-bantuan yang dikucurkan berbasis data yang riil dilapangan,” ujarnya. Sales Area Manager Pertamina Retail Bali Deni Suhendar, mengapresiasi langkah Pemprov Bali dalam update data penerima bantuan.

Menurutnya, disaat seperti ini memang data riil dilapangan harus dibutuhkan sehingga masyarakat mendapat bantuan adil dan merata. Ia mengatakan, sembako yang disumbangkan tersebut merupakan produk hasil pertanian petani di Bali, yang saat ini memasuki panen raya sebagai untuk menggerakkan perekonomian para petani. Donasi yang setara dengan Rp.125 juta rupiah akan diserahkan kepada Pemprov Bali, selanjutnya dikelola oleh Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19. BW-06

Gerindra Badung Kembali Sumbang 5 Ton Sembako di Abiansemal

0
SEMBAKO-DPC Partai Gerindra saat membagikan sembako di Desa Abiansemal, Senin (27/4).

Abiansemal,baliwakenews.com
Partai Gerindra Kabupaten Badung, terus bergerak dalam memberikan bantuan ke pada masyarakat terdampak wabah virus corona di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Badung. Pada Senin (27/4) pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Badung melanjutkan kegiatan sosial pembagian sembako di Kecamatan Abiansemal. Tak tanggung-tanggung pembagian sembako tersebut dibagikan untuk masyarakat yang belum menerima bantuan dari pemerintah Kabupaten Badung.

Sekertaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Badung, Ketut Sugiana mengatakan, pembagian sembako saat ini sebanyak 5 ton sembako berupa mie instan dan beras premium. “Total pembagian sembako ini sebanyak 22 ton di seluruh Badung dan kemarin sudah dibagikan sebanyak 17 ton,”ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk di Desa Abiansemal dibagikan untuk 200 KK dan bantuan ini diutamakan bagi mereka yang membutuhkan dan belum mendapat bantuan sembako dari pemerintah.”Kita gotong royong bersama pengurus Gerindra yang duduk di kursi legislatif Propinsi dan Kabupaten Badung dalam pemberian sembako ini. Kita melakukan koordinasi dengan teman-teman dimasing-masih wilayah untuk melakukan pendataan untuk masyarakat yang membutuhkan,”ujarnya.

Sugiana juga mengatakan, pihaknya berhadap masyarakat tetap untuk mematuhi imbauan pemerintah. “Kita ketahui bersama kondisi ekonomi saat ini sedang resesi dan kita khawatir dengan meningkatnya kasus kriminalitas dengan kondisi seperti ini. Untuk itu kita berbuat membagikan sembako ini dalam mengurangi beban masyarakat utamanya dari segi perekonomian mereka,”terangnya.

Sementara salah satu penerima bantuan di Banjar Juwet, Desa Abiansemal, Made Patri mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Partai Gerindra.”Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami dan memang saya belum mendapat bantuan dari pemerintah,”ujarnya. BW-05

Hari Ini, Terjadi 15 Kasus Transmisi Lokal Positif Covid-19 di Denpasar

0
I Dewa Gede Rai

Denpasar, baliwakenews.com

Pandemi virus corona di Kota Denpasar mengalami peningkatan. Hingga Senin (27/4/2020), terjadi 48 kasus positif Covid-19, di mana 15 kasus merupakan kasus transmisi lokal atau penularan antarwarga dalam satu wilayah.

Jubir Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Hingga kini untuk kasus transmisi lokal di Kota Denpasar sudah mencapai 15 kasus,” kata Dewa Rai.

Dikatakan Dewa Rai, kasus transmisi lokal ini baru yang tercatat, dikarenakan sangat sulit untuk melakukan pelacakan apalagi untuk mereka dengan kasus Orang Tanpa Gejala (OTG). “Memang sulit untuk melakukan pelacakan, apalagi yang berstatus OTG kan tidak menunjukkan gejala. Bisa saja terlihat sehat, tapi sebenarnya positif,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kasus transmisi lokal ini, pihaknya meminta masyarakat selalu waspada dan lebih disiplin lagi dalam mengantisipasi penularan virus corona. “Mari  tingkatkan kewaspadaan dan lebih disiplin mengikuti arahan pemerintah. Saya minta masyarakat agar tetap tenang, tidak usah panik dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah dan protokol kesehatan yang ada,” ujarnya.

Berdasarkan data terakhir, secara kumulatif jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar mencapai 48 kasus. Dari 48 kasus ini, 16 orang sudah sembuh, 30 orang masih dirawat di rumah sakit maupun dirawat di rumah masing-masing dan 2 orang meninggal dunia. Untuk jumlah OTG sebanyak 97 orang, Orang Dengan Pengawasan (ODP) sebanyak 241 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 23 orang. BW-02

“Jogging Track” Subak Kerdung Ditutup Sementara

0
TUTUP SEMENTARA - Suasana penutupan sementara areal jogging track Subak Kerdung, Kelurahan Pedungan yang dilakukan Desa Adat Pedungan, LPM dan kelurahan setempat, Minggu (26/4/2020).

Denpasar, baliwakenews.com

Areal jogging track Subak Kerdung, Pedungan ditutup sementara untuk membatasi warga yang melintasi wilayah ini, Minggu (26/4/2020). Penutupan sementara yang dilakukan Desa Adat Pedungan, bersama LPM dan kelurahan setempat ini hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Lurah Pedungan, AA Gede Oka, yang dikonfirmasi via telepon, Senin (27/4/2020), membenarkan adanya penutupan sementara areal jogging track Subak Kerdung. “Penutupan areal jogging track Sebuk Kerdung ini hanya bersifat sementara demi keselamatan kita bersama,” kata AA Oka.

Ditambahkan AA Oka, areal jogging track Subak Kerdung ini saban hari dipakai sebagai ajang olahraga, refresing dan jalan alternatif bagi warga. “Karena situasi inilah ditambah adanya pandemi virus corona, maka kami melakukan langkah penutupan sementara untuk memotong mata rantai virus corona. Penutupan ini bukan untuk selamanya tapi jika situasi sudah membaik dan stabil pasti akses jogging track ini dibuka lagi,” ujarnya.

Areal joggingtrack Subak Kerdung ini, lanjut AA Oka, merupakan akses jalan usaha tani dari program TNI Masuk Desa (TMD) untuk memperlancar para petani dalam mendistribusikan hasil taninya. Selain itu, akses jogging track ini juga bisa dilalui sepeda motor menuju Lingkungan Banjar Mekar di wilayah Kelurahan Pedungan. “Penutupan sementara ini berdasarkan kesepakatan Desa Adat Pedungan, LPM dan Kelurahan Pedungan. Selama penutupan sementara ini, akan dijaga pecalang dan Linmas Kelurahan Pedungan,” ucapnya.

Saat penutupan sementara berlangsung, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan membubarkan anak-anak yang bermain layangan dan berkumpul di sana. “Wilayah Kelurahan Pedungan mewajibkan bagi warga untuk menggunakan masker. Jika ada warga yang tidak menggunakan masker, kami berikan pemahaman terlebih dahulu supaya memggunakan masker. Ini sifatnya sosialisasi dan pembinaan, jika tetap bengkung nantinya kami tidak segan-segan akan memberikan sanksi,” tandasnya. BW-02

Gempa Bumi Tektonik Dirasakan di Lombok Utara

0
Lokasi Gempa: Titik lokasi gempa yang dirasakan di lombok utara

Tuban, Baliwaknews.com
Hari Senin, 27 April 2020 pukul 03.19.10 WITA, wilayah Lombok Utara, NTB diguncang gempabumi tektonik.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Drs.M. Taufik Gunawan, Dipl SEIS dalam siaran persnya mengungkapkan hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,1. Episenter terletak pada koordinat 8,26 LS dan 116,13 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 11 km BaratLaut Lombok Utara-NTB, pada kedalaman 10 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas sesar aktif busur belakang (Back Arc Thrust)
Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Lombok Utara dan Lombok Barat dengan Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu)
Hingga pukul 03:54 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BW-04

Pengakuan Samuel, Pasien Sembuh Covid-19 : Jangan Panik dan Berpikir Positif

0
Pengakuan Samuel, Pasien Sembuh Covid-19 : Jangan Panik dan Berpikir Positif

Denpasar, baliwakenews.com

Satu pasien positif covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar, berhasil melalui perawatan dan telah dinyatakan negatif alias sembuh. Pasien yang sembuh ini, yakni Samuel dan berprofesi sebagai pendeta yang dikontak via telepon Minggu (26/4/2020), menyatakan ketersediaannya berbagi pengalaman kepada khalayak umum saat dia menjalani perawatan dalam berjuang melawan virus corona.

“Intinya kita jangan panik dan tetap berpikir positif, maka akan terhindar dari stres yang dapat menyebabkan turunnya imun tubuh. Hal inilah yang menyebabkan kita rentan terserang virus corona,” kata Samuel, yang asli Bandung.

Diceritakan Samuel, awalnya dia datang ke Bali dari Bandung bersama ibunya pada, 14 Maret 2020 lalu. Tiba di Bali, dia langsung menuju kediaman saudaranya yang berada di wilayah Gatot Subroto (Gatsu). Selanjutnya mereka menginap di salah satu hotel di kawasan Seminyak Kuta, pada 25 sampai 26 Maret tahun 2020. “Kami menginap di Seminyak. Pas keluar dari hotel, saya, mama dan dua adik saya demam, badan juga lemas dan tidak nafsu makan. Kami pulang ke rumah lagi untuk istirahat dulu. Sekitar semingguan, saya udah lebih baik. Tapi mama saya masih lemas. Akhirnya pada, 1 April tahun 2020, mama saya bawa ke Rumah Sakit Bhakti Rahayu untuk diperiksa,” ujarnya.

Karena tak kunjung sembuh dari demam, masih dituturkan Samuel kembali membawa ibunya berobat ke RS Bhakti Rahayu pada, 4 April. Namun pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung melakukan pemeriksaan ke RSUP Sanglah. “Pihak rumah sakit bilang langsung aja ke Sanglah. Takutnya ini corona biar langsung dapat penanganan. Dari oengecekan di RS Sanglah, hasilnya mama saya positif dan dirawat di sana. Tahu informasi itu, Dinas Kesehatan langsung swab orang rumah termasuk saya dan dua adik saya dites pada, 11 April. Dan hasilnya pada, 14 April, saya positif Covid-19,” ujarnya.

Setelah dinyatakan positif, lanjut dia, Samuel mengaku dijemput ambulan, serta petugas dengan APD lengkap. “Ketika itu saya dijemput langsung pakai ambulan. Saya sempat merasa khawatir dan perasaan saya cemas bercampur aduk. Cuma saya tetap harus mengikuti prosedur demi keselamatan saya dan keluarga. Saat itu juga saya mulai isolasi. Sedangkan mama saya sembuh pada, 15 April,” ucapnya.

Samuel mengaku kurang tahu kenanya di mana. Dia merasa curiga terpapar di hotel karena waktu itu, suasana sempat ramai. Tidak ada kontak dengan orang lain kecuali mama dan adik-adiknya. “Kemungkinan saat kami pakai fasilitas hotel yang juga dipakai banyak orang, seperti waktu sarapan di meja dan kursinya kan dipakai bersama. Setelah orang lain duduk di sana, kami pakai. Kan tidak mungkin setiap tamu disediakan meja makan khusus sendiri-sendiri,” katanya.

Setelah Samuel dirawat, akhirnya dua adiknya menyusul dengan status positif pada, 16 April. “Awalnya saya tidak percaya jika kena virus corona. Sebab saya tidak melakukan aktivitas yang berlebihan dan telah membatasi diri bertemu dengan orang lain. Saat terjadi gejala seperti demam, lemas dan tidak nafsu makan saya kira hanya hal yang wajar saya memilih untuk beristirahat di rumah saja sampai lebih baik. Walau terasa lebih baik, namun gejala masih muncul,” paparnya.

Samuel sempat merasa kaget dan tidk menyangka ketika dokter menyatakan ada virus corona bersarang ditubuhnya. “Sempat syok juga saya waktu dibilang positif. Tapi mau bagaimana lagi, memang begitu adanya. Jadi saya harus terima. Berusaha menjalaninya dengan iklas. Saya masuk rumah sakit ini yang pertama kali seumur hidup. Jadi ada rasa gimana gitu dalam hati saya. Kaget banget saya. Tapi ya udahlah, penyakit ini harus disabarin, jadi jalani saja,” lanjutnya.

Selama menjalani perawatan dan diisolasi di rumah sakit, Samuel menyampaikan untuk tetap semangat dan tenang. Selain itu, sebisa mungkin menjaga pikiran supaya tidak terfokus pada berita-berita buruk tentang corona. Bersikap tenang dan tidak panik berlebihan dapat menjaga imun tubuh tetap seimbang. BW-02

Ketua DPC Gerindra Badung Harapkan Penyaluran Bantuan Pemerintah Libatkan Seluruh Fraksi di DPRD

0
DISEL ASTAWA-Ketua DPC Partai Gerindra Badung, Wayan Disel Astawa.

Mangupura, baliwakenews.com
Penyaluran Bantuan Sembako bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdiri atas Rumah Tangga Sasaran (RTS), Penyandang Disabilitas dan Warga terdampak virus corona, Yang dilaksanakan Pemkab Badung, Minggu (27/4) mendapat masukan dari Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Badung, Wayan Disel Astwa. Penyerahan Batuan secara serentak di masing-masing wilayah di “gumi keris’’ itu tanpa dihadiri anggota DPRD Badung diluar Fraksi PDIP. Ia juga mengingatkan bantuan tersebut merupakan program pemerintah sesuai Instruksi Presiden, bukan program perorangan apalagi partai tertentu.
Menurut Bendesa Adat Ungasan tersebut, pihaknya mengapresiasi Pemkab Badung yang telah tanggap terhadap kondisi yang menimpa masyarakat akibat pandemi Covid-19. Tapi, Ia menyarankan dalam penyaluran bantuan ini melibatkan semua unsur termasuk legislatif dari semua partai politik.” Ini program pemerintah, uangnya dari Pemerintah, apa hanya Fraksi PDIP yang ada Di DPRD Badung,” ujarnya.

Lebih lanjut Disel Astawa, politisi yang dikenal santun dan rajin turun ke tengah masyarakat ini menjelaskan, pemerintah terdiri dari eksekutif dan legislatif dan di DPRD Badung terdiri dari beberapa Parpol.”Apakah Bupati Sudah menyampaikan Ke Dewan, ini kan uang pemerintah yang harus mendapatkan pengawasan dari berbagai pihak, sesuai instruksi presiden,” uangkap Disel yang juga anggota DPRD bali tersebut.

Untuk diketahu Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan bahan pangan atau sembako tahap I yang didistribusikan secara serentak di 10 titik pendistribusian, Minggu (26/4). Bantuan diberikan kepada 3.819 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdiri dari rumah tangga sasaran (RTS), penyandang disabilitas dan warga terdampak langsung wabah virus corona atau Covid-19.Sebanyak 3.819 paket sembako disiapkan oleh Dinas Sosial bersinergi dengan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung untuk pendistribusian ke enam kecamatan. Adapun perinciannya sebagai berikut, yakni Kecamatan Abiansemal sebanyak 1.097 paket, Kecamatan Kuta sebanyak 103 paket, Kecamatan Kuta Selatan sebanyak 343 paket, Kecamatan Kuta Utara sebanyak 279 paket, Kecamatan Mengwi sebanyak 1.430 paket, dan Kecamatan Petang sebanyak 567 paket. BW-05

Polisi Bubarkan Judi Tajen, Bebotoh Kocar-kacir Tinggalkan Sepeda Motor

0
Polisi Bubarkan Judi Tajen, Bebotoh Kocar-kacir Tinggalkan Sepeda Motor

Denpasar, baliwakenews.com

Nekat gelar judi tajen saat pandemi virus corona, puluhan bebotoh tunggang langgang ketuka digerebek polisi. Judi sambung ayam tersebut digelar sebelah gudang rongsokan Jalan Pemelisan, Sesetan, Densel, Minggu (26/4) sekitar pukul.14.30.

Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Made Sukadi mengatakan, semua bebotoh melarikan diri saat digerebek polisi. Mereka meninggalkan belasan ekor ayam aduan dan sepeda motor.

“Sebanyak 27 motor milik para pejudi ditinggalkan di lokasi. Motor tersebut kini diamankan di Polsek Densel. Polisi masih selidiki penyelenggara judi itu,” tegasnya. BW-03

Tinjau Pasar, Dandim Temukan Pedagang Tak Gunakan Masker

0
Tinjau Pasar, Dandim Temukan Pedagang Tak Gunakan Masker

Singaraja, baliwakenews.com
Komandan Komando Distrik Militer (Dandim)1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, meninjau Pasar Banyuasri, Singaraja, Minggu (26/04/2020). Peninjauan ini dalam rangka penyuluhan berkaitan dengan penerapan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Hasilnya, Dandim masih menemukan pedagang dan pembeli tak menggunakan masker. “Masyarakat yang tidak menggunakan masker, kami berikan pemahaman dan himbauan,” katanya usai meninjau pasar.

Proses penyuluhan ini didukung oleh Pejabat Sementara Danramil 1609-02/Kubutambahan bersama Babinsa Bontihing, Pelda I Gede Pawata. Penyuluhan ini telah didahului dengan melakukan koordinasi bersama pejabat tingkat Pemerintahan Desa dan tokoh masyarakat terkait di Desa Bontihing di Aula Serba Guna Kantor Desa Bontihing. Antara lain Pejabat Sementara Kepala Desa, Ketut Manis dan Kelian Adat Bontihing, I Gede Ginarka bertempat .

Dandim menjelaskan, penyuluhan serupa mulai gencar dilakukan kepada masyarakat. Sesuai arahan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali, terdapat protokol kesehatan yang harus diterapkan di tengah pandemi Covid-19. Selain tertib menggunakan masker, masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan, serta menghindari kerumunan. Kata dia, penyuluhan serupa akan dilakukan secara berkala, sehingga penerapan protokol semakin tertib.

“Sesuai rencana kegiatan sosialisasi juga akan dilakukan di Desa Bontihing Kecamatan Kubutambahan pada Senin (27/4) besok,” ujarnya. BW-06