Sampah Masih Dibuang Sembarangan, Bupati Sutjidra: Jangan Tunggu Diangkut, Kelola dari Rumah!

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Persoalan sampah di Buleleng belum selesai. Di tengah gencarnya gerakan kebersihan, masih ditemukan masyarakat yang belum disiplin mengelola sampah dan membuangnya secara sembarangan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat turun langsung dalam aksi Jumat Bersih yang digelar serentak di enam lokasi, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap World Cleanup Day (WCD) 2026 dan Gerakan Buleleng Bersih Sampah 2026.

Enam lokasi yang menjadi sasaran aksi bersih-bersih meliputi lingkungan Desa Baktiseraga, Kelurahan Banjar Tegal, Kelurahan Beratan, Kelurahan Banjar Bali, Kelurahan Banyuasri, dan Kelurahan Banjar Jawa.

Bupati Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, serta Ketua Pengadilan Negeri Singaraja I Made Bagiarta turun langsung membersihkan lingkungan di Desa Baktiseraga dan Kelurahan Banjar Tegal.

Baca Juga:  Kapolres Buleleng Terima Lima Pleton Siswa Latja Dari SPN Polda Bali

Bagi Sutjidra, Jumat Bersih tidak boleh sekadar menjadi kegiatan bersih-bersih sesaat. Lebih jauh, kegiatan tersebut harus menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.

“Kegiatan hari ini seperti biasa kita melaksanakan Jumat Bersih. Ada enam lokasi yang kita sebar, melibatkan OPD dan Sekretariat Daerah untuk mengawasi serta berpartisipasi aktif melakukan pembersihan. Bersamaan dengan itu, kita memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam mengolah sampah berbasis sumber,” ujar Sutjidra.

Ia menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama rumah tangga. Sampah yang dihasilkan masyarakat harus ditangani dengan benar sehingga tidak berakhir di saluran air, lahan kosong maupun ruang publik.

Baca Juga:  Siapkan Pelatihan, Basarnas Audensi ke PJ Bupati Klungkung

Dalam aksi lapangan tersebut, Pemkab Buleleng juga menemukan persoalan lain yang perlu segera ditangani, yakni keberadaan bambu-bambu kering di lingkungan masyarakat.

Selain mengganggu kerapian dan kebersihan lingkungan, tumpukan bambu kering dinilai berpotensi membahayakan warga, terutama ketika memasuki kondisi yang rawan kebakaran.

“Masih banyak masyarakat yang belum disiplin dalam pengelolaan sampah. Ini harus kita selesaikan bersama. Termasuk bambu-bambu kering yang ada di lingkungan masyarakat, segera kita rapikan dan angkut karena selain mengganggu kebersihan juga berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegas Sutjidra.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan maupun pemerintah daerah. Dibutuhkan perubahan perilaku masyarakat agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat ditekan.

Baca Juga:  Badung Raih Penghargaan Produktivitas Padi Tertinggi Tingkat Nasional

Melalui momentum World Cleanup Day 2026, Sutjidra berharap gerakan kebersihan di Buleleng tidak berhenti setelah kegiatan gotong royong selesai.

Ia ingin kesadaran menjaga lingkungan berkembang menjadi budaya yang dilakukan masyarakat setiap hari.

“Kegiatan kebersihan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan gotong royong, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya masyarakat. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab harus dimulai dari sumbernya, sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman,” pungkas Sutjidra. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR