PU Fraksi Golkar Soroti Pencapaian Target Pajak Daerah di Tahun 2021

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung kembali menggelar rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum (PU) Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Badung tentang pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Badung tahun anggaran 2021, Senin (11/7) di ruang Sidang Utama DPRD Badung. Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I Wayan Suyasa dan Wakil Ketua II Made Sunarta serta dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Pada PU Fraksi Golkar yang dibacakan oleh Ni Ketut Suweni memberikan sejumlah catatan strategis. Salah satunya yakni, ketidak tercapaian target pendapatan pajak daerah yang hanya sebesar 88,76 persen dan pajak hotel yang hanya mencapai 34,99 persen. Padahal, menurut Fraksi Golkar, berbagai upaya melalui program-program yang selaras dengan RPJMD sudah dilakukan. Seperti mengoptimalkan pajak dan retribusi, pengelolaan PAD dengan intensifikasi pajak dan retribusi daerah dan memberdayakan aset daerah yang potensial. “Serta telah membangun sarana prasarana yang mendukung peningkatan pendapatan daerah dan profesionalisme, transparansi, dan objektivitas dalam pelaksanaan tugas sesuai RPJMD Kabupaten Badung,” ujarnya.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Webinar Harmonisasi Pengadaan Barang/Jasa

Catatan kedua dari Fraksi Golkar, jumlah piutang yang tidak tertagih di tahun 2021 yang mencapai Rp. 323 M lebih. Maka, Fraksi Golkar meminta agar dilakukan upaya-upaya penagihan. Kemudian terkait penyertaan modal pemerintah pada BPD Bali, PDAM dan PD Pasar yang cukup besar, sebagai sumber pendapatan yang dipisahkan harapannya minimal sama antara target dan realisasi.

Baca Juga:  Tim SAR Temukan Korban Terjatuh di Air Terjun Nungnung Meninggal Dunia

Selain itu, Fraksi Golkar juga menyarankan beberapa hal yakni, belanja daerah yang sifatnya mandatory spending yang tujuannya untuk mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi daerah agar tetap terjaga dengan baik. Pada bidang pendidikan, masih adanya SMP yang satu atap dengan SD agar kedepan adanya penyelesaian pembangunan gedung SMP. “Ini problematika dibidang pendidikan yang masih terjadi,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Jambret di Pecatu Viral, DPRD Badung Soroti Lampu Jalan dan Patroli Kawasan Wisata

Tenaga guru kontrak APBD Badung dan kontrak BOS yang berjumlah ribuan menjadi permasalahan baru ketika adanya aturan meniadakan guru kontrak. “Bagaimana kebijakan terhadap pegawai P3K ini di Badung khsusunga mengenai tenaga guru,” papar Suweni.BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR