PKM Unwar Beri Pelatihan BIPA Untuk Pemandu Wisata di Ho Chi Minh, Vietnam

Iklan Home Page

Vietnam, baliwakenews.com

Dalam sebuah upaya yang menarik, Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Universitas Warmadewa (Unwar) telah melangkah ke kancah Internasional dengan melaksanakan pengabdian terhadap pemandu wisata di Ho Chi Minh, Vietnam. Tujuan utama mereka adalah memberikan pelatihan Bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) kepada pemandu wisata yang beroperasi di kota tersebut.

Ketua tim PKM Unwar, Dr. Agus Darma Yoga Pratama. S.S., M.Hum., memaparkan bahwa keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia yang baik akan membantu pemandu wisata untuk menjelaskan sejarah, budaya, dan keunikan daerah mereka dengan lebih efektif.

Baca Juga:  Update, Kasus Sembuh Bertambah 31 Orang, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 25 Orang

“Banyaknya wisatawan Indonesia yang tertarik untuk berkunjung ke Vietnam terutama di kota Ho Chi Minh tersebut menyebabkan tuntutan kepada pemandu pariwisata khususnya yang bekerja di perusahaan travel agent untuk fasih berbahasa Indonesia,” ucap Agus Darma.

Lebih lanjut dikatakan, dalam pengamatan tim PKM, permasalahan yang terjadi pada pemandu wisata yakni bagaimana penyampaian informasi yang dijelaskan oleh mereka belum sepenuhnya menerapkan penggunaan variasi Bahasa Indonesia pariwisata yang meliputi penggunaan bahasa formal dan informal, bahasa baku dan tidak baku, penggunaan slang, dan bahasa-bahasa gaul yang sering digunakan. Begitu pula sebaliknya, ketika wisatawan yang berasal dari Indonesia menggunakan bahasa yang lebih bervariatif, penutur asing (pemandu wisata, red) kurang paham atau kurang familiar terhadap bahasa yang disampaikan oleh wisatawan.

Baca Juga:  Ketua Umum PWI Periode 2008 -2018 Margiono Tutup Usia  

Melihat hal tersebut, tim PKM Universitas Warmadewa terdorong untuk melakukan pelatihan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pemandu wisata.

“Melalui program ini, pemandu wisata akan kami berikan pelatihan intensif dalam berbagai aspek Bahasa Indonesia yang mencakup penggunaan bahasa formal dan informal, bahasa baku dan tidak baku, pemahaman slang, serta bahasa gaul yang sering digunakan dalam interaksi dengan wisatawan Indonesia, ” ungkapnya.

Baca Juga:  Aturan Perpajakan Wajib Tahu, Penghasilan 5 Juta Baru Kena Pajak

Agus Darma, juga menekankan bahwa kefasihan berbahasa Indonesia akan memberikan keunggulan kompetitif bagi pemandu wisata dalam memberikan informasi yang lebih akurat dan memikat kepada para wisatawan Indonesia yang datang.

“Berdasarkan program pelatihan Bahasa Indonesia yang diberikan oleh tim PKM diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman Bahasa Indonesia yang lebih bervariatif bagi pemandu wisata dalam menjelaskan tempat-tempat wisata serta memperkaya pengalaman wisata di Ho Chi Minh, Vietnam,” pungkasnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR