Mangupura, baliwakenews.com
Kecamatan Kuta Selatan terus melalukan berbagai inovasi dan terobosan guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kali ini Kecamatam di ujung selatan Kabupate. Badung ini mulai mengimplementasikan sistem pendataan dan pelaporan secara update melalui google form.
Hal ini dilakukan untuk memperkuat profiling (pemetaan wilayah) dalam upaya menjaga keamanan dan kenyamanan. Selain itu penerapan sistem ini sekaligus menindaklanjuti kebijakan Pemkab Badung dalam pendataan akomodasi wisata. Hal itu diungkapkan Camat Kuta Selatan (Kutsel), Ketut Gede Arta, Rabu (16/4/2025).
“Penerapan google form dalam profiling wilayah telah kami konsolidasikan dengan kepala lingkungan, lurah, perbel dan kelian banjar dinas pada Minggu lalu,” ujar Gede Arta sembari mengungkapkan Google form dalam bentuk isian nantinya akan terkoneksi ke email dan diinput oleh operator di kecamatan, kelurahan maupun desa.
Ditegaskanbya, dengan penerapan sistem baru ini, nantinya data profiling wilayah di Kecamatan Kutsel akan lebih akurat, kompartebel dan dapat dipertanggungjawabkan. “Sebenarnya ini sudah lama kami lakukan, cuma basisnya masih laporan. Ini kami terus kembangkan bertahap. Sekarang kami lebih rinci dan detailkan melalui pendekatan tekhnologi yang lebih praktis,” ucap Mantan Sekcam Kuta tersebut.
Google form ini, kata dia merupakan bentuk dari laporan kinerja terukur kepala wilayah yang dapat dilakukan validasi. Seperti menyangkut pendataan tempat akomodasi wisata, kondisi lampu penerangan yang padam di jalan lingkungan, pendataan kondisi jalan lingkungan yang rusak, tempat pembuangan sampah ilegal, rumah tidak layak huni dan pengendalian penduudk nonpermanen.
“Selain berupa data isian, dokumen penunjang juga wajib dilampirkan. Seperti dokumentasi kondisi di lapangan, titik koordinat dan alamat lengkap. Hal itu menjadi data informasi dan profiling wilayah, dengan harapan agar desa, kelurahan dan kecamatan dapat maju bertumbuh dan berkembang bersama,” bebernya.
Selain itu, melalui google form ini, kinerja perangkat wilayah akan dapat diukur kinerjanya, baik sebelum maupun sesudahnya. Langkah ini akan dapat memudahkan OPD tekhnis dalam melakukan penanganan permasalahan di lapangan. Karena keluhannya jelas, lokasinya akurat dan progresnya terpantau.
“Apa yang menjadi keluhan masyarakat akan tertabulasi dengan jelas dan dapat segers ditindaklanjuti. Jangan sampai hal itu berdampak langsung kepada masyarakat dan kondusifitas wilayah. Ini sangat mudah diaplikasikan, output jelas dan disajikan riil dan bisa dimanfaatkan OPD tekhnis. Ini akan terus diupdte sehingga akan akurat,” pungkas Gede Arta. BWN-04

































