Mangupura, baliwakenews.com
Anggota DPRD Kabupaten Badung dari Dapil Kuta, Nyoman Sudana, kembali menyuarakan aspirasi masyarakat pesisir Kedonganan terkait pengembangan transportasi laut sebagai solusi alternatif mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Badung Selatan.
Sebagai tokoh masyarakat Kedonganan, Nyoman Sudana menilai keberadaan Dermaga Kedonganan merupakan potensi besar yang perlu dimanfaatkan lebih maksimal. Dengan dukungan peningkatan fasilitas, dermaga tersebut diyakini dapat menjadi titik penghubung transportasi laut menuju kawasan wisata di Badung Selatan seperti Pecatu dan wilayah pesisir lainnya.
“Kami sebagai masyarakat Kedonganan berharap pemerintah dapat memperhatikan potensi yang kami miliki. Dermaga sudah ada dan siap dimanfaatkan, tinggal bagaimana fasilitasnya ditingkatkan agar mampu melayani transportasi laut yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujar Sudana.
Menurutnya, jalur laut bisa menjadi pilihan efektif bagi wisatawan yang ingin menuju kawasan selatan tanpa harus terjebak kemacetan di jalur darat. Selain mengurangi beban lalu lintas, keberadaan transportasi laut juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Kalau transportasi laut ini bisa berjalan, tentu sangat menguntungkan masyarakat Kedonganan dan Jimbaran. Aktivitas ekonomi baru akan tumbuh dan masyarakat bisa ikut merasakan manfaat dari berkembangnya sektor transportasi dan pariwisata,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Sudana mendorong Pemerintah Kabupaten Badung melakukan peningkatan fasilitas Dermaga Kedonganan, termasuk pembangunan breakwater atau pemecah gelombang untuk menjaga keamanan kapal, terutama saat musim ombak besar.
Ia mengungkapkan kebutuhan pembangunan breakwater sebenarnya telah lama diperjuangkan masyarakat. Bahkan usulan tersebut sudah diajukan sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun hingga kini baru sebagian yang terealisasi.
“Yang paling mendesak saat ini adalah pembangunan breakwater karena kondisi gelombang di musim tertentu cukup besar. Dengan adanya pemecah gelombang, keamanan dan kenyamanan kapal maupun wisatawan yang datang ke dermaga akan jauh lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Badung, I Gusti Ngurah Saskara, memberikan dukungan terhadap gagasan tersebut. Menurutnya, transportasi laut dapat menjadi salah satu inovasi untuk mengatasi persoalan kemacetan di Badung Selatan.
Ia mencontohkan konsep konektivitas laut seperti yang diterapkan di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, Pemenang, dan Bangsal di Lombok, yang memungkinkan mobilitas wisatawan lebih cepat tanpa bergantung pada jalur darat.
Saskara menyebutkan, gagasan transportasi laut ini sejalan dengan upaya mencari berbagai alternatif penanganan kemacetan yang sebelumnya juga telah menjadi perhatian DPRD Badung.
Dengan dukungan pemerintah dan peningkatan infrastruktur yang memadai, Dermaga Kedonganan diharapkan dapat berkembang menjadi pintu gerbang transportasi laut baru yang tidak hanya membantu mengurai kemacetan Badung Selatan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. BWN-05

































