Bongkasa Pertiwi, baliwakenews.com
Meski sudah mulai dibuka pariwisata di Bali, dalam tatanan era baru atau sering disebut new normal, ternyata pariwisata di Bali belum bisa berjalan normal. Bahkan wisatwan domestik yang sempat digadang-gadang akan ramai datang, ternyata belum signifikan. Begitu juga wisatawan yang mau datang ke Desa Wisata (dewi) yang ada di Badung masih minim wisatwana.
Pantauan di Dewi Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (15/8) kondisinya sangat sepi bahkan masih ada yang tutup atau belum mau membuka objek wisatanya. Bahkan yang paling miris adalah para pengelola objek wisata ini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pemeliharaan alat-alat serta sumber daya manusia yang mereka miliki meski masih tutup dimasa pandemi Covid-19 ini.
Pengelola Bali Pertiwi Adventure di Desa Bongkasa Pertiwi, Ni Ketut Suci mengatakan, meski sudah diberikan buka objek wisatanya tamu yang datang masih sepi. “Rata rata dulu tamu perhari bisa puluhan yang datang di bulan ini. Tapi sekarang sangat minim. Saat baru dibuka ada tamu satu dan dua orang wisatwan asing yang menetap di Bali, setelah itu bisa seminggu tak ada tamu. Biaya mantanace juga cukup busar sehingga kami cukup berat juga dalam kondisi saat ini,”ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk biaya pemeliharaan dan gaji karyawan bisa sampai 30 juta habis. Apalagi sekarang tamu belum normal, ini juga cukup membuat kelabaan para pengusaha wisata di Desa Bongkasa. “Kita berharap sih semua normal kembali sehingga ekonomi masyarat di desa kami bisa berjalan dengan baik lagi. Karena banyak sektor yang terdampak tidak hanya pengusaha wisata seperti kami-kami ini,”tegasnya. BWN-05

































