MF Unwar Kembangkan Usaha Kopi Bumdes Berbasis “Green Production”

Iklan Home Page

Singaraja, baliwakenews.com

Universitas Warmadewa melalui Program Matching Fund (MF) Tahun 2022 dari Kemendikbud Ristek RI melakukan pengabdian “Pengembangan Usaha Kopi Bumdes Terintegrasi Berbasis Green Production”. Dengan menyelenggarakan Hilirisasi Pengbadian di Rumah Produksi Kopi Bumdes Eka Karya Utama Desa Wanagiri, Kabupaten Buleleng, pada Kamis 3 November 2022.

Ketua Program, Dr. Ir. I Gede Pasek Mangku, M.P., menyampaikan bahwa kegiatan MF ini merupakan hasil hilirisasi dari berbagai riset-riset yang dilakukan oleh dosen Unwar. Program MF ini berkolaborasi dengan Bumdes dan melibatkan kelompok tani yang ada di Desa Wanagiri.

Kegiatan dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Perwakilan DLKH Kabupaten Buleleng, Ka. LPM yang diwakili Sekretaris LPM, Narasumber kegiatan, Perbekel Desa Wanagiri, Ketua Bumdes beserta Anggota, Tim PPL Desa Wanagiri, Kelompok Tani dilingkungan Desa Wanagiri, dan Kepala Perusda Swatantra Kabupaten Buleleng serta Kelompok Wisata Desa Wanagiri.

Dalam kegiatan tersebut dipaparkan berbagai hasil riset yang dilakukan oleh dosen Unwar meliputi :

1. Praktek Budidaya Kopi Arabika dengan Sistem GAP dan Pembuatan Pupuk Hayati oleh Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si., dan Dr. Desa Ketut Tristiana Sukma Dewi, S.Si., M.Si.
2. Praktek Pengolahan Kopi Arabika dengan Sistem GHP dan GMP, serta Pembuatan Edible Film oleh Dr. Ir. I Gede Pasek Mangku, M.P., dan Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si.
3. Praktek Pengolahan Pakan Ternak dari Kulit Kopi oleh Ir. Ni Ketut Mardewi, M.P., dan Dr. Ir. I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya, S. Pt., MM.
4. Hak Pengelolaan Hutan Desa untuk Pwmberdayaan Petani Kopi dan Pelestarian Hutan Desa di Wanagiri oleh Prof. Dr. I Made Suwitra, SH., MH.

Baca Juga:  Lima Fraksi DPRD Buleleng Sepakati Tiga Ranperda Strategis ‎

Lebih lanjut Ketua Program, Pasek Mangku, menyampaikan harapan dari tim MF agar kegiatan ini dapat bermanfaat untuk Bumdes dan masyarakat desa. ” Kami juga berharap kegiatan dapat terus dilanjutkan kedepannya walaupun program MF ini telah selesai. Proses program lainnya yang bertujuan dalam kemajuan masyarkat agar tetap dibimbing melalui kerjasama yang telah berlangsung ini, ” ucap Pasek Mangku.

Saat ini dari hasil survei yang dilakukan, kelompok tani kopi di desa Wanagiri masih rendah dalam praktek budidaya, sehingga kopi yang dihasilkan belum maksimal. Dengan inilah sangat perlu adanya bimbingan khusus bagi kelompok tani untuk mejadikan budidaya kopi yang lebih produktif.

Baca Juga:  Tidak Masuk PSN, PT. BIBU Optimis Bandara Bali Utara Tetap Jalan

Perbekel Desa Wanagiri yang diwakili oleh Sekdes, Wayan Pasek Bagiarta, menyampaikan ucapan terima kasih kepada akademisi Unwar yang telah berkolaborasi dengan bumdes dan kelompok tani Desa Wanagiri.

“Program ini kami harapkan dapat berdampak dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Budidaya kopi di daerah ini banyak, namun belum sesuai standar dan budidaya yang masih belum efektif,” ungkapnya.

Kegiatan pendampingan ini diharapkan terus berlanjut melalui Program terintegrasi dari pengolahan hasil hingga limbah akan sangat bermanfaat bagi petani kopi. Dengan keberhasilan budidaya ini, petani kopi di Desa Wanagiri bisa menjadikan kopi sebagai pekerjaan utama. “Kami berharap kegiatan mampu menjadikan kopi Wanagiri memiliki ciri khas khusus yang banyak diminati oleh masyarakat, ” tandasnya.

Ka. LPM yang diwakili oleh Sek. LPM Unwar, I Ketut Selamet, SE., M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta atas pelaksanana kegiatan ini dalam pengaplikasi hasil riset akademisi Unwar di masyarakat. Segala ilmu yang dimiliki oleh akademisi Unwar mampu dibagikan kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca Juga:  Kajari Buleleng Tetapkan Delapan Tersangka Terkait Panyalahgunaan Dana PEN

“Melalui pengabdian yang terintegrasi bersama pemerintah akan menjadi dorongan bagi universitas dalam mengembangkan dirinya untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Keterlibatan beberapa bidang ilmu dalam MF ini mampu mengembangkan berbagai program di masyarakat. Kedepannya agar ada kesinambungan dari program ini untuk kedepannya khusunya pada dalam sektor wisata. Mari optimalkan potensi desa dan masyarakat untuk menjadi mata pencaharian pokok masyarakat desa, ” ucap Ketut Selamet.

Acara diawali dengan pemaparan arahan tentang profil wilayah Desa Wanagiri dan Kabupaten Buleleng khusunya pada sektor Pertanian dan Lingkungan oleh Perwakilan Dinas Pertanian dan Dinas LKH Kabupaten Buleleng. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh masing-masing narasumber dan dilanjutkan dengan praktek.*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR