Denpasar, baliwakenews.com
Sunyi pagi di Pura Desa Adat Renon, Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan, mendadak berubah menjadi kecamuk kekhawatiran. Saat hendak membersihkan pura pada Minggu (7/12) sekitar pukul 06.00 WITA, MS—warga yang sehari-hari membantu merawat pura—mendapati pintu gedong dalam keadaan terbuka. Perasaannya langsung tak enak.
Begitu dicek, isi gedong telah kosong. Sekitar 850 biji uang kepeng dan satu set petapakan Rambut Sedana berbahan uang kepeng lenyap tanpa jejak. Dua benda sakral yang menjadi simbol penting dalam prosesi adat itu digasak dalam sekejap.
Aksi pencurian yang menyasar tempat suci ini bukan yang pertama. Namun setiap kejadian selalu menyisakan luka yang sama—bukan semata kerugian material, tetapi penghinaan terhadap marwah tempat ibadah.
“Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Pelaku masih dalam penyelidikan,” ujar seorang petugas, Senin (8/12).
Dari informasi yang dihimpun, pelaku diduga masuk dengan merusak pintu gedong sebelum mengangkut benda sakral itu dalam gelap dini hari. Aparat Polsek Denpasar Selatan kini memburu pelaku dan menelusuri kemungkinan keterlibatan orang yang mengetahui tata letak penyimpanan barang pura.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol Ketut Sukadi, mengaku belum mendapat laporan lengkap terkait kasus tersebut. “Belum dapat informasi, saya cek dulu laporannya ke Polsek Densel,” katanya singkat.
Warga berharap pelaku segera ditangkap, dan benda sakral itu kembali ke tempat semestinya. Pagi yang seharusnya hening kini meninggalkan pertanyaan: siapa yang berani mencuri di rumah para leluhur. BWN-01

































