Denpasar, baliwakenews.com
Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Rabu 19 Januari 2021, mengikuti telekonfrens dengan Kapolri beserta kapolda se-Indonesia, terkait vaksinasi serentak untuk anak usia 6 hingga 11 tahun di SD Saraswati 1 Denpasar. Kapolda Bali memaparkan masyarakat Bali sangat antusias dalam penanggulangan virus Covid-19.
Kapolda Bali melaporkan pelaksanan vaksinasi serentak untuk anak usia 6 hingga 11 tahun dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19, di Bali berjalan kondusif, baik dari pelaksanaan vaksin pertama hingga vaksin ke dua. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme pelajar tingkat dasar untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Kapolda Bali Putu Jayan Danu Putra, menilai pelaksanan vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun ini mencapai target, sedangkan untuk vaksinasi tahap dua pelaksanaan hingga pagi ini sudah mencapai 30%, diperkirakan angka ini akan terus mengalami kenaikan hingga siang nanti antara 20% hingga 25%. “Kegiatan ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga nanti bisa dilanjutkan untuk pemberian vaksinasi tahap III boster, ” ucapnya.
Menanggapi laporan Kapolda Bali, Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo, mengatakan Bali sebagai barometer kegiatan utamanya di bidang pariwisata tentunya harus disiplin dalam menerapkan dan melaksanakan kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Apalagi di tahun 2022 ini Bali dipercaya untuk menjadi tuan rumah berbagai perhelatan, baik yang bersekala nasional maupun internasional.
Meskipun diatas kertas Bali sambung Kapolri, terlihat pencapaiannya sangat bagus, namun kapolda beserta jajarannya dan juga satgas yang bertugas diharapkan tetap turun untuk mengecek langsung kondisi di lapangan. “Mengingat tahun ini Bali mendapat banyak agenda baik yang bersekala nasional dan internasional,” jelas Kapolri.
Sementara itu Menkes RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam laporan yang diterimanya, pelaksanaan vaksinasi di Bali sangat bagus, meski beberapa waktu lalu masih ada penambahan namun jumlahnya sangat kecil. Meski capaian di Bali bagus, ia minta Kapolda beserta petugas yang ditunjuk dalam penanggulangan Covid ini tetap waspada, apalagi untuk anak-anak sekolah tentunya kemungkinan munculnya klaster anak sekolah random bisa saja terjadi, sehingga pemberian vaksin ini harus dipercepat.
“Apalagi sebagian besar sekolah di Bali telah melaksanakan pembelajaran tatap muka, sehingga terjadinya kerumunan sangat besar kemungkinannya. Pelaksanaan pembelajaran harus terus dikontrol secara periodik sehingga kemungkinan adanya penyebaran akan sangat kecil,” jelas Menkes RI.
Kepala SD Saraswati I Denpasar Ni Made Kuaci Sukerti S.Pd., mengatakan pembagian pertemuan siswa sudah diatur sedemikian rupa dengan melibatkan dinas pendidikan dan juga pihak sekolah sehingga protokol kesehatan tetap bisa dilakukan. “Kami membagi jumlah anak sehingga ada batasan jumlah dalam kelas, dan jam pembelajaran yang singkat dan padat. Selain itu pihak sekolah juga selalu mengingatkan anak-anak untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Untuk mencegah masuknya Covid variant baru, serta mencegah adanya penyebaran virus Covid-19, Kapolda sudah melarang adanya penambatan kapal serta penurunan muatan orang maupun barang yang melakukan perjalanan dari luar negeri. Upaya ini diharapkan bisa mengantisipasi penyebaran virus hingga berbagai ivent skala nasional dan internasional yang dilaksanakan di Bali tetap aman.*BWN-03































