Mangupura,Baliwakenews.com – Pengurangan jatah pasokan bahan bakar minyak (BBM) sekitar 30–40 persen ke sejumlah SPBU disebut menjadi salah satu biang kerok kelangkaan BBM yang mulai terasa di berbagai wilayah Bali. Di Kuta Selatan, Badung, kondisi itu memicu stok sejumlah jenis BBM kosong, SPBU tidak beroperasi, hingga antrean kendaraan mengular dan menimbulkan kemacetan, Rabu (7/10/2026).
Kapolsek Kuta Selatan Kompol Muhammad Said Husen, S.I.K., M.H. mengatakan, hasil monitoring di sejumlah SPBU menunjukkan pasokan BBM tidak lagi normal. Sejumlah SPBU masih memiliki stok jenis BBM tertentu, tetapi beberapa lainnya sudah mengalami kekosongan. Bahkan, satu SPBU di kawasan Jimbaran tercatat nihil beroperasi karena tidak memiliki stok. “Kami melakukan monitoring untuk mengetahui kondisi stok BBM sekaligus mengantisipasi kelangkaan dan antrean panjang,” ujarnya.
Menurut Said, informasi dari pengelola SPBU menyebutkan pasokan dari Depo Pertamina Sanggaran dan Manggis mengalami pengurangan jatah sekitar 30–40 persen untuk setiap SPBU. Kondisi ini membuat stok lebih cepat menipis, terutama ketika kebutuhan masyarakat tetap tinggi.
“Informasi yang kami terima, ada pengurangan jatah pasokan sekitar 30 sampai 40 persen untuk masing-masing SPBU. Ini tentu berdampak terhadap ketersediaan BBM di lapangan,” kata Said.
Kondisi pasokan yang tersendat tersebut tidak hanya membuat sejumlah SPBU kehabisan jenis BBM tertentu. Di lokasi yang masih memiliki stok, kendaraan justru menumpuk dan antrean mengular. Kepadatan kendaraan bahkan berdampak terhadap arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Said mengatakan, persoalan distribusi juga dipengaruhi belum sandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran. Selain itu, kendaraan tangki yang membawa pasokan menuju SPBU dapat mengalami keterlambatan akibat kepadatan lalu lintas maupun perbaikan infrastruktur pada jalur distribusi.
“Kalau pasokan berkurang dan distribusi terlambat, otomatis stok di SPBU menjadi cepat menipis. Karena itu kami terus melakukan pemantauan,” ungkapnya.
Fenomena antrean dan kekosongan stok BBM sendiri tidak hanya menjadi perhatian di Kuta Selatan. Kelangkaan BBM dilaporkan mulai menjadi persoalan di berbagai wilayah Bali. Kondisi di Kuta Selatan menjadi salah satu gambaran bagaimana pengurangan pasokan di tingkat distribusi dapat berujung pada antrean panjang di tingkat konsumen.
Said mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, pembelian dalam jumlah tidak wajar justru berpotensi mempercepat habisnya stok dan membuat antrean semakin panjang.
“Kami mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. Jangan sampai karena khawatir kehabisan justru terjadi penumpukan pembelian yang memperparah antrean,” tegas Said.
Polsek Kuta Selatan akan terus memonitor SPBU yang mengalami kekosongan maupun penurunan stok. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan distribusi sehingga antrean kendaraan tidak semakin meluas dan mengganggu lalu lintas.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan pihak terkait. Kami berharap distribusi segera kembali normal sehingga tidak terjadi antrean panjang dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat,” pungkas Said. BWN-01






























