Giri Prasta Dukung Ketog Semprong, Siap Masuk Kalender Resmi Bali

Iklan Home Page

Tabanan, Baliwakenews.com

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengajak nyama selam Candikuning untuk bersama-sama merawat Bali melalui semangat toleransi dan kebersamaan. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Ketog Semprong Festival di Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Sabtu (11/4/2026).

Dalam sambutannya, Giri Prasta menegaskan bahwa menjaga Bali bukan hanya tanggung jawab satu kelompok, melainkan seluruh masyarakat, termasuk nyama selam yang telah hidup berdampingan secara turun-temurun di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan.

Ia juga menyinggung salah satu versi sejarah nama “Bedugul” yang berasal dari gabungan kata bedug dan kulkul. Menurutnya, kisah tersebut menjadi simbol harmoni yang telah lama terjalin di kawasan wisata favorit tersebut.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Puji Kekompakan Krama Dajan Peken Dalam Membangun Yadnya

“Bali dibangun oleh orang-orang suci. Karena itu, menjaga keutuhan Bali menjadi tanggung jawab bersama,” tegas mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta menilai Ketog Semprong Festival selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, karena mengandung nilai Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, hingga Jagat Kerthi. Bahkan, ia menyatakan komitmennya untuk memasukkan festival ini ke dalam kalender resmi Pemerintah Provinsi Bali.

“Ke depan cukup bentuk panitia, pendanaan akan kami fasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan langsung, Giri Prasta juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta dari dana pribadi.

Baca Juga:  Menteri PKP Respons Positif, Gubernur Koster Optimis 32 Ribu Rumah Layak Huni di Bali Rampung dalam Lima Tahun

Festival tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama dan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga. Adi Wiryatama menilai Ketog Semprong yang bertepatan dengan Lebaran Ketupat merupakan tradisi unik yang hanya ada di Bali dan perlu terus dikembangkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menyebut Ketog Semprong sebagai simbol kebersamaan. Dalam bahasa Bali, Ketog Semprong berarti tumpah ruah, menggambarkan masyarakat Muslim yang berkumpul untuk bersilaturahmi dan makan bersama.

“Candikuning menjadi simbol kerukunan dan toleransi karena masyarakatnya mampu hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.

Perwakilan Kampung Islam Candikuning, Ariel Dimitri Azkacetta, menjelaskan bahwa Ketog Semprong merupakan kearifan lokal yang bertujuan memperkuat kerukunan melalui silaturahmi akbar.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Dukung Program Bersih Sehat Sentra Mahatmiya Tabanan

“Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan pemimpin untuk bersama-sama mewujudkan janji menjadi realisasi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa festival tersebut merupakan kolaborasi lintas generasi dan lintas komunitas yang mencerminkan semangat menyama braya antara nyama selam dan nyama Bali.

Mengakhiri acara, masyarakat berharap dukungan pemerintah terus berlanjut agar Ketog Semprong Festival dapat menjadi agenda budaya sekaligus memperkuat posisi Candikuning sebagai jantung pariwisata kawasan Bedugul. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR