Mangupura, baliwakenews.com
Kawasan wisata The Nusa Dua mulai menghadapi persoalan sampah kiriman berupa gelondongan batang pohon. Material kayu berukuran cukup besar terlihat terdampar di sejumlah titik pantai, bahkan menumpuk di sekitar kawasan Pulau Peninsula yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan.
Kemunculan sampah gelondongan tersebut menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, selama ini persoalan sampah kiriman lebih identik dengan kawasan pantai barat Bali, seperti Kuta, Legian, dan Seminyak, terutama saat memasuki musim angin barat menjelang akhir tahun.
Berdasarkan pantauan pada Rabu (4/11/2026), sejumlah batang pohon bercampur ranting terlihat terdampar di bibir pantai The Nusa Dua. Tumpukan paling mencolok berada di sisi kanan pintu masuk kawasan Pulau Peninsula.
Di sekitar lokasi, dua unit alat berat bertuliskan DLHK juga terlihat terparkir dalam posisi siaga. Namun, saat pemantauan berlangsung, tidak terlihat aktivitas pengumpulan maupun pengangkutan sampah. Diduga, kegiatan pembersihan telah dilakukan sebelumnya.
Meski demikian, sisa ranting dan material kayu berukuran lebih kecil masih terlihat di sejumlah bagian pantai. Kondisi ini cukup kontras dengan aktivitas wisatawan yang tetap berlangsung di kawasan tersebut.
Kemunculan gelondongan kayu juga mengundang pertanyaan wisatawan mengenai asal-usul material yang terdampar di pesisir. Indra Wibowo, salah seorang wisatawan asal Jakarta, mengaku sempat mempertanyakan keberadaan tumpukan batang pohon tersebut.
Setelah mendapat penjelasan bahwa material itu kemungkinan berasal dari luar Bali dan terbawa arus laut, ia mengaku bisa memahami fenomena tersebut. Hujan di wilayah lain diduga membawa material kayu dan ranting melalui aliran sungai hingga akhirnya hanyut ke laut dan terdampar di pesisir Bali.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan sampah kiriman tidak hanya menjadi ancaman bagi pantai-pantai di kawasan barat Bali. Kawasan wisata Nusa Dua pun berpotensi terdampak material yang terbawa arus laut.
Terlebih, menjelang musim angin barat, kemunculan sampah kiriman biasanya mulai menjadi perhatian di sejumlah kawasan pesisir Bali. Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak selama ini menjadi kawasan yang kerap menghadapi persoalan tersebut.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti sejak kapan gelondongan kayu mulai terdampar di kawasan The Nusa Dua maupun asal material tersebut. Pihak manajemen ITDC The Nusa Dua juga belum memberikan keterangan resmi.
GM The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (5/11/2026) sore, belum memberikan tanggapan. BWN-04































