Mangupura, baliwakenews.com
Memasuki musim kemarau, aktivitas wisata bahari di Bali masih berlangsung ramai. Namun di balik cuaca cerah yang mendominasi Pulau Dewata, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan selatan Bali yang dapat membahayakan aktivitas di laut.
Peringatan ini menjadi perhatian khusus bagi wisatawan, nelayan, operator kapal wisata, hingga pelaku usaha wisata bahari yang beraktivitas di kawasan perairan selatan Bali, termasuk wilayah Nusa Dua, Uluwatu, Jimbaran, Sanur, dan sekitarnya.
Prakirawan BBMKG Wilayah III, I Wayan Gita Giriharta, menjelaskan bahwa penguatan angin timur hingga tenggara berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut dalam beberapa hari ke depan.
“Yang perlu diwaspadai adalah peningkatan kecepatan angin di wilayah pesisir selatan dan timur Bali serta tinggi gelombang yang dapat mencapai dua meter atau lebih di sejumlah perairan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang di Perairan Selatan Bali pada 6 Juni berpotensi mencapai 3 meter, bahkan dalam prospek cuaca hingga 7 Juni dapat meningkat hingga 3,5 meter. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, dan Selat Lombok bagian selatan.
Meski cuaca secara umum diperkirakan cerah berawan, BMKG menegaskan kondisi laut tidak selalu sejalan dengan cuaca di daratan. Angin yang bertiup cukup kencang dapat memicu terbentuknya gelombang tinggi meskipun langit terlihat cerah.
Karena itu, wisatawan yang berencana melakukan aktivitas laut seperti snorkeling, diving, memancing, selancar, maupun perjalanan menggunakan kapal wisata diminta selalu memperhatikan kondisi cuaca dan arahan petugas di lapangan.
“Nelayan, operator transportasi laut, dan pelaku wisata bahari perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Bali,” tegasnya.
Peringatan tersebut juga penting bagi sektor pariwisata yang saat ini mulai memasuki periode kunjungan wisatawan. Kawasan pesisir selatan Bali dikenal sebagai pusat aktivitas wisata bahari dengan ribuan wisatawan yang setiap hari menikmati berbagai atraksi laut.
Selain kewaspadaan di laut, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan karena cuaca panas diperkirakan masih mendominasi pada siang hari. Suhu udara di Bali berkisar antara 18 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 90 persen.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung diri seperti topi, kacamata, serta tabir surya guna mengurangi dampak paparan sinar ultraviolet yang cukup tinggi selama musim kemarau.
Sementara itu, sektor pertanian juga diminta mulai mengantisipasi berkurangnya curah hujan dengan menyiapkan cadangan air dan sistem penampungan untuk mendukung kebutuhan irigasi.
BMKG memastikan hingga saat ini tidak terdapat indikasi fenomena La Nina yang berpengaruh terhadap cuaca di Indonesia. Kondisi iklim global masih berada pada fase netral hingga El Nino lemah sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan awan hujan di Bali.
Dengan tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan pesisir, BMKG mengimbau seluruh pihak untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang diperbarui secara berkala guna menghindari risiko kecelakaan laut. BWN-04





























