Mangupura, baliwakenews.com
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pembangunan pendidikan di Kabupaten Badung tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Di tengah pesatnya industri pariwisata dan investasi global, generasi muda dituntut memiliki karakter dan integritas kuat agar mampu menjadi aktor utama pembangunan daerah, bukan sekadar penonton. Hal tersebut disampaikan Bupati Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-40 SMP Negeri 4 Abiansemal bertajuk “40 Years of Excellence: Inspiring the Future” di sekolah setempat, Jumat (25/9).
Bupati mengapresiasi inovasi SMPN 4 Abiansemal yang menyeimbangkan aspek kognitif dengan pembentukan moral siswa melalui program Kantin Kejujuran. Langkah ini dinilai efektif membangun integritas peserta didik sejak dini. “Kita tidak akan bisa menjadi bangsa yang kuat jika hanya mengandalkan kemampuan akademis, tanpa dibarengi semangat, karakter, dan integritas tinggi,” ujar Adi Arnawa.
Ia mengingatkan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sangat mendesak karena struktur ekonomi Badung bertumpu pada pariwisata. Tantangan ke depan semakin berat seiring derasnya modal yang masuk ke wilayah tersebut. “Bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri ketika investasi deras masuk ke Badung, tetapi kita tidak memiliki kualifikasi pendidikan? Kita akan jadi penonton,” tegasnya.
Untuk itu, Pemkab Badung mendorong penguasaan bahasa Inggris sejak tingkat dasar lewat program bimbingan belajar berbasis banjar. Namun, Adi Arnawa mengingatkan agar penguasaan bahasa internasional ini tidak mengikis identitas lokal. “Bahasa Inggris wajib dipahami untuk interaksi global. Namun, itu harus berjalan seimbang dengan pelestarian bahasa dan budaya Bali,” imbuhnya.
Guna memperluas akses perguruan tinggi, Pemkab Badung menggulirkan program beasiswa kuliah hingga delapan semester untuk anak keluarga kurang mampu dan petani. Program ini dirancang mendongkrak partisipasi pendidikan tinggi S1 di Badung yang saat ini baru menyentuh angka 30 persen.
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Abiansemal, I Made Antara memaparkan sekolah yang berdiri sejak 1984 tersebut kini mengampu 717 siswa, didukung 60 guru dan pegawai, serta mencetak lebih dari 10.500 alumni. Perayaan empat dekade diisi Festival SPEN4AB yang melibatkan siswa SD melalui ajang akademik, seni, olahraga, budaya, dan lingkungan.
“Kami konsisten mengembangkan pembiasaan karakter dan penguatan bahasa. Program bahasa Inggris diterapkan dalam komunikasi harian serta kelompok belajar internasional bersama siswa dari Jepang dan Malaysia,” jelas Made Antara.
Acara turut dihadiri anggota DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Disdikpora, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta, jajaran Tripika, Perbekel Bongkasa, Bendesa Adat, pengurus PGRI, komite, dan siswa setempat.BWN-HB
































