Di Titik Nol Batur Kuno, Koster Tegaskan Gunung dan Danau Harus Disucikan dari Aktivitas Merusak

Iklan Home Page

Bangli, Baliwakenews.com

Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan komitmennya menghentikan berbagai bentuk komersialisasi yang berpotensi merusak kawasan Gunung Batur. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Upacara Pamlaspas Cihna Titik Nol Desa Adat Batur Let (Batur Kuno) di kawasan Black Lava, Bangli, Rabu (29/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Koster mengingatkan bahwa Gunung Batur bukan sekadar destinasi wisata, melainkan kawasan suci yang menjadi salah satu sumber peradaban tertua di Bali dan harus dijaga kelestarian alam serta nilai spiritualnya.

“Gunung yang metaksu seharusnya kita hormati dan nikmati dari kejauhan, bukan dengan cara menginjak-injaknya,” tegas Koster.

Ia menilai pemanfaatan kawasan Batur harus dilakukan secara bijaksana tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Menurutnya, mencari penghidupan tidak boleh dilakukan dengan merusak gunung maupun danau yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Bali.

Sebagai tindak lanjut, Koster menyatakan akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menghentikan praktik-praktik komersialisasi yang berpotensi merusak kawasan Gunung Batur.

Baca Juga:  Tata Kawasan Pura Batur, Koster-Giri Kantongi Animasi Desain Perencanaan

Tak hanya itu, ia juga menegaskan seluruh aktivitas yang menyebabkan Gunung Batur dan Danau Batur menjadi leteh atau tercemar harus dihentikan agar warisan alam, budaya, dan spiritual tersebut tetap lestari bagi generasi mendatang.

Upacara Pamlaspas Cihna digelar sebagai bagian dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Rarud Batur, peristiwa bersejarah erupsi Gunung Batur yang memaksa masyarakat Desa Batur direlokasi dari permukiman lama ke lokasi saat ini.

Kegiatan dihadiri Ida Dalem Semara Putra, Gubernur Bali Wayan Koster, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli Wayan Diar, Kepala BKSDA Bali, serta tokoh adat dan masyarakat.

Upacara diawali dengan persembahyangan bersama di kawasan yang kini ditetapkan sebagai Titik Nol Desa Adat Batur Let, lokasi yang diyakini sebagai pusat permukiman masyarakat Batur sebelum letusan dahsyat satu abad silam.

Baca Juga:  Komitmen Libatkan Masyarakat Lokal, ITDC Mendapat Dukungan Dari Pemuda Kecamatan Pujut

Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Rarud Batur, Made Santika, mengatakan peringatan tersebut bertujuan mengedukasi generasi muda agar memahami sejarah besar yang membentuk perjalanan masyarakat Batur.

“Peringatan 100 Tahun Rarud kami laksanakan sebagai media edukasi bagi generasi muda. Puncaknya akan berlangsung pada 2–8 Agustus 2026 dalam bentuk Batur Village Festival,” ujarnya.

Sementara itu, Jero Penyarikan Duuran Batur menjelaskan kawasan tersebut dikenal sebagai Purwa Mandala Batur, yaitu pusat kehidupan masyarakat sekaligus lokasi awal Pura Ulun Danu Batur sebelum peristiwa Rarud.

Ia menegaskan pembangunan yang dilakukan bukan untuk membangun pura baru, melainkan menghadirkan penanda sejarah agar generasi mendatang mengetahui lokasi asli Desa Batur dan Pura Ulun Danu Batur.

“Kami tidak membangun pura di tempat ini. Yang kami bangun adalah simbol sejarah berupa Padmasana Alayang dengan bebaturan pertiwi sebagai media edukasi bagi generasi berikutnya,” jelasnya.

Baca Juga:  FPST Unwar Bentuk Transformasi Jawab Tantangan Pertanian Berbasis Sains dan Teknologi

Selain festival budaya, panitia juga akan menggelar kegiatan napak tilas yang menelusuri perjalanan relokasi masyarakat dari Titik Nol Desa Batur Kuno menuju Bayunggede hingga Desa Batur saat ini sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan para leluhur.

Bagi Koster, peringatan 100 Tahun Rarud Batur bukan hanya mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum membangkitkan kesadaran kolektif untuk menjaga Gunung Batur, Danau Batur, serta seluruh nilai budaya dan spiritual yang menyertainya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti Pamlaspas Cihna dan penanaman pohon beringin sebagai simbol keberlanjutan, pelestarian alam, serta penghormatan terhadap warisan leluhur Bali. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR