Tabanan, Baliwakenews.com
Kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Tabanan masih menjadi persoalan serius. Dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Tabanan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), terungkap jumlah guru yang ada belum memenuhi kebutuhan ideal, terutama di jenjang taman kanak-kanak (TK).
Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, menyebutkan total guru dari tingkat TK hingga SMP saat ini mencapai 3.131 orang. Namun, kebutuhan riil diperkirakan menyentuh 3.935 orang. “Artinya masih kekurangan lebih dari 800 guru,” kata Darma Utama dalam rapat di Gedung DPRD Tabanan, Selasa lalu.
Pemerintah daerah sebelumnya telah mengangkat 1.996 guru melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ditambah 442 guru PPPK paruh waktu. Meski demikian, tambahan tersebut belum mampu menutup defisit tenaga pengajar.
Selain jumlah yang kurang, persoalan lain muncul pada distribusi guru yang dinilai timpang. Guru cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Tabanan, Kediri, Kerambitan, dan Marga. Sebaliknya, sejumlah daerah seperti Selemadeg Raya, Pupuan, dan Baturiti masih kekurangan tenaga pengajar dan bergantung pada guru kontrak komite.
Kondisi paling mendesak terjadi pada jenjang pendidikan anak usia dini. Darma Utama mengungkapkan, dalam kurun 15 tahun terakhir hampir tidak ada pengangkatan guru TK. Bahkan dalam rekrutmen PPPK paruh waktu terakhir, hanya satu guru TK yang diterima. “Saat ini total guru TK hanya 11 orang,” ujarnya.
Dinas Pendidikan berencana mengusulkan tambahan formasi guru kepada Bupati Tabanan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Data kebutuhan guru tersebut juga telah diminta Komisi X DPR RI sebagai bahan penyusunan kebijakan di tingkat pusat.
Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, menilai persoalan distribusi guru harus segera dibenahi untuk mencegah ketimpangan layanan pendidikan antarwilayah. Ia mengingatkan agar kelebihan guru di satu daerah tidak terjadi bersamaan dengan kekurangan di wilayah lain.
Wastana juga menyoroti rekrutmen PPPK yang membuka peluang bagi tenaga pengajar dari luar daerah. Menurut dia, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pembekalan terkait budaya lokal. “Guru dari luar Bali harus dibekali pemahaman bahasa, adat, dan budaya setempat agar bisa beradaptasi dengan lingkungan pendidikan di Tabanan,” kata dia. BWN-01































